Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 57


__ADS_3

Xavier menatap tangan di depannya dengan acuh tak acuh, tidak ada niatan untuk membalas jabatan tangan Max bahkan raut wajahnya menyatakan ketidaksukaan yang terpampang jelas tanpa bersembunyi darinya. 


"Mas!"tegur Keira menyikut perut Xavier yang keras mengisyaratkan untuk menanggapi juluran tangan Max. Namun Xavier hanya mendengus kesal dan mengabaikan peringatan Keira, dia tidak suka bersentuhan dengan orang asing. 


Untuk sesaat suasananya sedikit aneh dan canggung, Keira menggaruk hidungnya yang tidak gatal dan tersenyum meminta maaf pada kakaknya. 


Tanpa mengubah wajahnya Max langsung menarik tangannya dengan tenang yang tergantung di udara. Tidak ada rasa malu karena ditolak olehnya, iris matanya yang berwarna biru memandang pria diseberangnya dengan penuh minat. 


Pria ini, dilihat dari tempramen dan auranya yang mahal pasti bukan orang yang mudah dipusingkan. Dan juga seharusnya umurnya tidak berbeda jauh dengannya. 


"Siapa pria di belakangmu?"tanya Max pada Keira langsung tanpa menghindari Xavier. 


Mendengar pertanyaan Max perasaannya langsung gugup, dia lupa dulu tidak memberitahu Max tentang pernikahannya. Keira memalingkan mukanya ke samping menghindari tatapan Max, dia tidak berani melihat langsung wajah Max. 


"Keira?" Max memicingkan matanya curiga saat melihat respon Keira yang menghindarinya seakan ada sesuatu yang disembunyikan. 


Keira tidak segera membalas, matanya memandang Xavier meminta bantuan untuk menjelaskan pada kakaknya. Xavier menghela nafas tak berdaya ketika melihat tatapan memohon istrinya. 


"Kei-"


"Saya suaminya,"sela Xavier cepat. 


Max mengalihkan perhatiannya pada Xavier, raut wajahnya tampak tercengang dan tidak percaya saat mendengar kata "Suami" dari mulut pria itu secara langsung. 


"Kenapa kamu gak pernah bilang pada kakak atau kamu gak pernah menganggap aku saudaramu?"ucap Max sedikit marah. 

__ADS_1


"Ti-tidak bukan seperti itu! Aku selalu menganggap kakak keluarga ku kok. Aku hanya lupa memberitahu kakak berita ini beneran,"bantah Keira cepat kemudian menatap saudaranya dengan hati-hati. 


Max tertawa marah begitu mendengar perkataan Keira, apa katanya lupa? Untuk berita penting seperti itu dia lupa memberitahunya! 


"Kakak." Keira mencekal lengan baju Max lalu menggoyang-goyangkan ke kanan, ke kiri dan bertingkah manja. 


"Kakak jangan marah." 


Xavier hampir tersedak oleh air liurnya saat melihat Keira bertingkah imut seperti itu,  istrinya tidak pernah bertingkah seperti itu kepadanya sekalipun dan di depan dia, Keira bertingkah manja kepada pria lain! Bagaimana dia bisa mentoleri ini! Rasa cemburu langsung timbul dan membakar hatinya. Namun dia masih bisa mengendalikan emosinya dan tidak menghukum Keira secara langsung. 


Keira tidak tahu seorang pria yang suka makan cuka tengah mengincarnya, dan entah akan seperti apa nasibnya nanti karena ulahnya sendiri. 


"Huh!" Max hanya mendengus marah dan tidak terpengaruh oleh tingkah manja Keira, dia sudah kebal terhadap tingkahnya yang seperti ini mencoba membujuknya. 


"Kakak aku minta maaf, jangan marah." Keira tidak menyerah, dia terus membujuk kakaknya agar tidak marah lagi. Dan Keira tidak menyadari wajah seseorang semakin gelap dan suram. 


"Oke." Max dengan murah hati memaafkannya dan menepuk lembut kepala Keira. 


"Benarkah?"ucap Keira tak percaya, apa semudah itu Max memaafkannya. 


"Hm, kakak harus pergi dan tidak bisa lama di sini,"kata Max setelah melihat waktu di jam tangannya. Hari ini dia dan Asher akan mencari apartemen yang akan ditinggalinya sangat tidak nyaman jika terus-terusan tinggal di rumah Asher. 


"Oke, hati-hati di jalannya."


"Em." 

__ADS_1


Tapi sebelum pergi tatapannya mengarah pada pria di samping Keira dan dengan dingin memperingatinya, "Jangan lakukan apapun yang dapat melukainya!"


Xavier memandang pria itu dengan acuh tak acuh lalu mendengus dingin, tidak lagi memperhatikan Max. Xavier membuka kotak makan siang yang dibawanya dan mulai memberi makan istrinya. 


Melihat mereka sibuk Max tidak mengatakan apa-apa lagi, dia segera pergi dari ruangan ini. 


"Siapa yang masak sup selezat ini?"tanya Keira penasaran sambil menerima suapan dari suaminya dengan senang hati. 


Xavier tidak menjawab wajahnya yang dingin dan datar sangat hati-hati saat menyuapi Keira. Keira seharusnya tau kalau dia tengah ngambek dan butuh bujukan lembut dari istrinya. 


Namun Keira yang sudah terbiasa dengan wajah dingin suaminya tidak menyadari tentang kelainannya.


Meski tidak mendapat balasan dari Xavier, Keira tidak berkata lagi. Dan dengan hati senang dia menghabiskan semua makanannya ke dalam perut. 


Setelah menyelesaikan tugas memberi makan Keira, Xavier duduk tenang sambil memproses dokumen di laptopnya menunggu istrinya membujuknya. Namun setelah beberapa menit menunggu, dia tidak mendengar bujukan istrinya. Merasa ada yang salah Xavier mengangkat kepalanya, seketika raut wajahnya langsung suram kala melihat Keira sedang sibuk dengan ponselnya. 


"Keira!" Terlampau kesal tanpa sadar Xavier sedikit meninggikan suaranya. 


"Hah? Apa." Keira memandang Xavier yang tampak kesal dengan sedikit kebingungan di wajah cantiknya. 


"Apa aku melakukan kesalahan?"


Xavier tertawa marah mendengar ucapan polos Keira, apa dia tidak menyadari kesalahannya, tidak menyadari kecemburuannya, tidak menyadari kemarahannya. Gadis ini benar-benar tidak peka! 


Xavier langsung menyingkirkan semua pekerjaannya, dan dengan wajah muram dia mengurung Keira di lengannya. Parasnya yang tampan hampir berdekat dengan wajah Keira. 

__ADS_1


"A-apa yang ingin kamu lakukan?" Keira sedikit memundurkan kepalanya, jantungnya berdegup kencang saat melihat paras tampan suaminya dari dekat, ekspresi wajahnya tampak gelisah. Akhirnya dia menyadari kelainan dari suaminya, namun itu sudah terlambat, Keira tidak bisa menghindarinya. 


"Menghukummu." Suaranya terdengar sangat rendah dan seksi dengan daya tarik yang kuat membuat Keira sedikit linglung. Tapi sebelum dia tersadar tiba-tiba bibirnya merasakan sentuhan hangat dan lembab. 


__ADS_2