Istri Kecil Tuan Muda Xavier

Istri Kecil Tuan Muda Xavier
Bab 49


__ADS_3

Dua hari kemudian. 


Di villa megah yang menjadi tempat pesta makan malam terlihat ramai dengan tamu undangan yang terus berdatangan. 


Selain itu, pesta ini diadakan bukan hanya untuk merayakan ulang tahun tuan rumah, tapi kesempatan bagi mereka untuk mencari rekan kerja bisnis yang akan diajak kerja sama oleh mereka. Apalagi saat mendengar Tuan Xavier sang legenda bisnis akan hadir di acara itu, yang membuat mereka bersemangat dan menantikan kehadirannya. 


Namun ketika acara akan dimulai sang protagonis yang mereka tunggu tidak muncul-muncul, membuat ekspresi bersemangat mereka sedikit memudar. 


"Apa yang kamu lakukan berdiri di luar cepat masuk, acaranya akan dimulai" Perintah Baron sambil menyeret putrinya. 


"Tapi Ayah aku sedang menunggu Xavier."


"Apa yang kamu tunggu, sebentar lagi juga datang!" 


Walaupun Clara merasa tidak puas tapi dia tidak berani membantah ayahnya dan dengan patuh mengikutinya masuk ke dalam. 


Sementara itu, di meja pojok yang sangat sepi dua orang tengah mendiskusikan sesuatu yang mungkin tidak baik. 


"Apa yang harus kita lakukan, jika dia tidak datang rencana kita akan gagal."


"Tidak, dia pasti datang. Kamu hanya perlu menjalan tugas yang aku perintahkan."


"Iya, tenang saja."


Pada saat ini, protagonis yang mereka tunggu akhirnya datang. Di pintu masuk seorang pria tinggi dan tampan dengan aura dingin, berjalan masuk sambil menggandeng wanita cantik bak peri yang turun dari langit. 


Dan membuat siapa saja yang memandangnya langsung terpesona oleh kecantikan dan aura lembut yang dipancarkan wanita itu. 


Xavier merengkuh pinggang Keira dengan  posesif, aura berbahaya menguar dari tubuhnya menakuti para pria bajingan menatap tubuh istrinya dengan rakus dan penuh nafsu. 


"Akhirnya kalian datang juga." Baron menyambut sepasang pria dan wanita muda di depannya dengan hangat menyembunyikan perhitungan di dalam hatinya. 


"Maaf kami terlambat." Meskipun Xavier berkata seperti itu, tidak ada rasa bersalah ataupun menyesal di mata gelapnya, hanya menampilkan sepasang mata dingin dan acuh tak acuh. 

__ADS_1


"Yah tidak papa, tidak papa." Baron melambaikan tangannya dengan cuek seperti tidak peduli. Lalu perhatiannya tertuju pada wanita cantik di samping Xavier. 


"Ini adalah…."


"Istriku,"jawab Xavier dingin. 


"Halo saya Keira,"ucap Keira sopan. 


Baron menatap wanita muda di depannya dengan  penuh arti. 


"Xavier beruntung mempunyai istri secantik kamu, tidak hanya itu kamu juga sedikit mirip dengan putriku Clara."


Keira hanya tersenyum sopan ketika mendengar seseorang mengatakan dia mirip dengan si ular itu lagi.


Clara yang sedari tadi memperhatikan mereka, sangat cemburu terutama saat melihat bagaimana Xavier melindungi Keira di pelukannya. Seharusnya tempat itu menjadi miliknya bukan wanita j****g itu! 


Keira tidak memperhatikan tatapan cemburu seseorang, setelah Xavier memberikan hadiah dan ucapan selamat, kini mereka hendak pergi mencari tempat sepi. Namun niat itu ia urungkan karena melihat Xavier yang langsung dikerumuni oleh kolega bisnis yang ingin bekerja sama. 


Melihat Xavier sedang sibuk, Keira segera pergi menuju kudapan lezat yang disediakan oleh pembawa acara. Dia mencicipi semua makan yang ada di atas meja dengan nikmat. Tapi suasana itu tak bertahan lama, karena Keira mendengar suara yang sangat menyebalkan.


"Bisakah sehari saja aku tenang, kenapa wanita-wanita ini suka mencari keributan!" Raung Keira di dalam hatinya. 


Dan semua makanan di atas meja terasa tidak enak sejak kedatangan nenek lampir ini. 


"Lalu apa masalahmu, dari pada mengurusi kehidupan orang lain lebih baik urus saja hidupmu yang suka menjadi pelakor. Ingat apa yang kamu perbuat itu akan menjadi boomerang di hidupmu nanti." 


Setelah itu Keira pergi dengan punggung yang angkuh seperti burung merak yang cemerlang. 


Melihat punggung wanita itu yang perlahan menjauh, Clara menggertakkan giginya penuh kecemburuan dan kebencian yang menggerogoti hatinya yang hitam. 


Di halaman belakang yang terlihat sepi sesosok perempuan cantik tengah duduk di ayunan dengan segelas anggur di tangannya sambil menatap rembulan di langit malam. 


Keira menikmati waktu sendirinya dengan tenang dan santai. Dia tidak tahu seseorang sedang mengawasinya dari jarak jauh. 

__ADS_1


"Ya dia sendiri yang ada di halaman belakang."


"..."


"Oke."


"Hah kasihan sekali."


Karena sudah terlalu lama berada di luar, Keira takut Xavier akan mencarinya. saat Keira hendak melangkah tiba-tiba seseorang membekap mulutnya sebelum dia bisa melawan, Keira sudah terjatuh pingsan. 


"Cepat pergi!" Pria bertopeng itu membawa wanita cantik keluar dari halaman diikuti oleh temannya. 


Di atas pohon rindang, 3 sosok orang yang berpakaian seperti ninja melihat semua kejadian itu berlangsung. 


"Gila ini benar-benar penculikan di bawah hidung kita, apa kita perlu membantu wanita malang itu."


"Tidak perlu itu bukan urusan kita, cepat masuk dan ambil beberapa dokumen yang merupakan barang bukti." 


"Oke."  


Tak lagi memperdulikan wanita malang itu, 3 sosok ninja itu menyelinap masuk ke dalam ruang kerja yang berada di lantai dua. 


°°°°


Di malam hari sebuah mobil van  melaju dengan kecepatan tinggi  membelah jalanan  macet di ibu kota meninggalkan kota. 


"Wanita ini cukup lumayan, bagaimana kalau kita mencicipinya sedikit sebelum diserahkan,"ucap salah satu pria di dalam mobil dengan mesum. 


"Hentikan pikiran kotormu, kita harus menyerahkan wanita ini tanpa lecet sedikit pun. Kalau tidak kita tidak akan mendapatkan bonus." 


Mendengar ucapan salah satu dari rekannya, membuat pria itu sedikit menyesal. 


Setelah menempuh waktu 1 jam, akhirnya mobil van itu berhenti di depan sebuah gudang yang terbengkalai. Lalu salah satu dari pria itu membawa Keira yang masih pingsang masuk ke dalam gudang. 

__ADS_1


"Bos kami sudah membawa wanita ini."


"Ikat dia."


__ADS_2