
Melihat foto yang di lemparkan padanya, Keira mengambil salah satu dari foto itu. Di dalam foto itu terdapat seorang pria dan wanita muda berpose sangat mesra. Wanita cantik itu menggandeng tangan pria di sampingnya, meski ekspresi pria itu dingin tapi tatapannya terlihat lembut saat menatap wanita di sampingnya.
Keira tau pria di foto itu suaminya, tapi dia tidak tau siapa wanita yang 7% mirip dengannya.
Apa aku mempunyai kembaran? Tapi, ibu tidak pernah menceritakan padaku jika aku punya saudara kembar.
"Lihat, Xavier setuju menikah denganmu karena kamu sangat mirip dengan wanita yang dicintainya."
"Dia menjadikanmu sebagai penggantinya." Suaranya penuh dengan nada menghina dan meremehkan.
"Asal kamu tau, jika suatu hari wanita itu kembali. Xavier akan langsung meninggalkanmu dan kembali pada wanita itu."
Karina menatap Keira dengan senyum provokatif, dia akan menghancurkan rumah tangga mereka bagaimanapun caranya dan merebut kembali Xavier.
Xavier hanya bisa menjadi milikku.Siapa saja yang berani merebut Xavier ku, aku pasti akan menghancurkannya seperti wanita itu.
Dengan seringai kejam dibibirnya, matanya penuh dengan obsesi yang ekstrem.
Keira bukan orang yang gegabah dalam mengambil keputusan, dia hanya akan menuruti instingnya sendiri. Lagian itu adalah masa lalu mereka.
Tanpa terpengaruh oleh provokasi karina, Keira menyesap kopinya yang dingin. Matanya yang lembut menatap Karina dengan santai.
"Lalu apa tujuanmu memberitahukan ini semua padaku."
Meski tatapannya terlihat lembut, tapi entah kenapa Karina merasa merinding. Mengepalkan tinjunya, dia menggertakan giginya penuh kebencian.
Apa yang harus ditakutkan dari wanita j****g ini.
"Apa kamu pikir setelah memberitahukan ini, aku akan menceraikannya."
"Ckckck… kamu terlalu naif Karina. Lalu kenapa jika wanita itu orang yang dicintainya aku tidak masalah, toh sekarang aku yang jadi istrinya."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Keira langsung bangkit dari kursinya. Terlalu malas untuk membicarakan hal yang tidak penting dengan orang gila.
"Aku pergi, jangan lupa bayar minumanku." Keira langsung pergi meninggalkan Karina sendiri.
Melihat punggung wanita sialan itu yang pergi menjauh, Karina tidak bisa menahan emosi yang memuncak. Dia menyapu bersih semua gelas di atas meja hingga pecah berkeping-keping.
Kenapa! Kenapa reaksinya seperti itu, dia seharusnya marah dan merasa cemburu.
Para pengunjung yang mendengar kekacauan tersebut sangat terkejut, mereka langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan aneh.
"Sialan!"
°°°°
Menghembuskan nafas lelah, Keira melihat cuaca langit yang sangat cerah. Banyak pejalan kaki yang berlalu lalang melewatinya dan kendaraan yang melaju cepat di jalanan.
Membuka ponselnya, Keira melihat sebuah pesan dari Xavier yang belum dia baca.
__ADS_1
Pria Tua
Sayang, kalau urusanmu sudah selesai kamu bisa telepon David untuk menjemputmu. Mas masih ada urusan.
Sampai jumpa nanti malam, sayang 💕.
Jangan marah lagi, ya🥺.
Melihat emoji yang dikirim Xavier, membuat Keira bergidik ngeri. Dia tidak bisa membayangkan ekspresi dingin Xavier saat mengirimkan pesan seperti itu padanya.
Tanpa membalas pesannya, Keira langsung memasukan handphonenya ke saku celana. Hari ini dia memakai t-shirts putih polos dan celana jeans biru dipadukan dengan sepasang sepatu sneakers. Yang membuat penampilannya terlihat segar dan lincah.
Berjalan menuju gang sepi yang jarang dilewati orang, Keira ingin merilekskan pikirannya yang kacau. Namun, niat itu harus dia urungkan. Karena di depannya berdiri lima orang preman yang menghadang jalannya.
"Apa dia orangnya Bos?"tanya seorang pria yang berbadan kerempeng.
Yang dipanggil bos oleh mereka hanya mengangguk, tubuhnya yang gemuk dipenuhi tato dan terdapat bekas luka bakar di wajahnya.
"Ternyata cantik juga, bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu Bos."
"Ya Bos, sebelum kita menghancurkan wajah cantiknya."
Mendengar permintaan dari bawahannya, bos itu mengangguk dengan ekspresi cabul.
"Kalau begitu bawa dia kemari."
"Baik Bos."
"Hai cantik, ayo ikut kami. Jangan takut, kami bukan orang jahat, kami hanya ingin mengajakmu bersenang-senang," ajak pria gondrong dengan ekspresi ngiler saat melihat tubuh wanita di depannya.
"Kebetulan karen suasana hatiku juga sedang buruk, jadi ayo kita bersenang-senang."
"Hahaha bagus, ayo." tangannya ingin menggapai lengan Keira.
Tapi, sebelum cakar busuk pria itu menyentuhnya, Keira sudah terlebih dahulu memelintirnya lalu mengangkatnya melewati bahu dan membantingnya ke tanah.
"Akh… sakit…,"jeritnya kesakitan, tubuhnya meringkuk sambil memegang sebelah tangannya.
Melihat temannya sudah terkapar, pria kerempeng itu tidak percaya apa yang dilihatnya. Dengan tatapan bengis, pria itu mengambil belati dari sakunya lalu menyerang punggung Keira.
"Dasar j*****g!"
Merasakan niat membunuh di belakangnya, Keira tersenyum menyeringai, mengunyah permen karetnya kemudian meniupnya dengan santai tanpa merasakan bahaya yang mengintainya.
Ah sudah lama aku tidak merasakan adrenalin yang seperti ini.
Dengan tatapan senang, Keira dengan gesit menghindari serangannya. Kemudian kakinya yang ramping menendang punggung pria itu hingga tersungkur.
"Akh… sialan!"desisnya kesakitan, kekuatan tendangan wanita itu tidak main-main.
__ADS_1
Mengambil belati dari pria itu, Keira memutar-mutarnya di tangan. Tatapannya yang polos menatap tiga preman lainnya yang gemetar.
"Jadi siapa lagi, yang mau bersenang-senang,"ucapnya lembut sembari tersenyum polos.
"Aku sudah lama tidak merenggangkan tulang-tulangku."
Melihat bawahannya yang sudah terkapar, bos itu menggertakan giginya penuh kebencian.
"Apa yang kalian lakukan berdiri diam, cepat bangun serang wanita itu!"
"Aku tidak percaya wanita lemah seperti itu bisa mengalahkan kami berlima."
"Baik Bos." Mereka berempat bersama-sama menyerang Keira.
Dengan senyum devil Keira tertawa terbahak-bahak.
"Bagus ayo kemari serang aku!" Matanya yang berbinar melihat gerak-gerik mereka, dan tanpa menunggu lama dia langsung menghajar habis para preman itu tanpa ampun.
Melihat keganasan wanita itu dalam menghabisi semua bawahannya, tubuh bos itu gemetar ketakutan. Dia diam-diam mundur kebelakang ingin melarikan diri sebelum wanita itu menyadarinya.
"Sialan! jika aku tau akan seperti ini, seharusnya aku tolak saja permintaan wanita itu."
"Mau kemana?"
Mendengar suara dingin dari belakang, tubuh bos itu membeku, dia dengan kaku menoleh dan melihat sosok pria jangkung berdiri di belakangnya.
Arthur mencengkram leher pria gemuk yang akan melarikan diri. Lalu menyeretnya dan melemparkan ke depan Keira.
"Pria ini mencoba melarikan diri darimu." Arthur menatap wanita yang duduk di tumpukan manusia yang terkapar, wajahnya yang cantik terdapat noda darah membuat dia terlihat seperti iblis yang keluar dari neraka. Dengan belati tajam yang dia mainkan di tangannya
"Kabur heh."
"Tidak! Nona maafkan saya, saya salah! saya seharusnya tidak menyerang Nona. Sa-saya hanya menuruti permintaan orang lain, Nona mohon maafkan saya." pria gemuk itu berlutut dan bersujud di kaki Keira dengan tubuh yang gemetar ketakutan.
"Bangun! siapa yang menyuruhmu?" Keira menatap dingin pria itu.
"Sa-saya tidak tahu Nona, ta-tapi dari suaranya dia seorang perempuan." pria gemuk itu menatap Keira dengan takut-takut.
Mendengar informasi yang tidak berguna Keira langsung mengusirnya.
"Ck, pergi!"
"Te-terima kasih Nona." pria itu langsung bangun dan berlari terbirit-birit.
"Kamu membiarkan dia pergi?"
"Tentu saja tidak." Keira melempar belati di tangannya ke arah punggung pria itu dengan tepat sasaran.
"Akh...."
__ADS_1