
April berangkat ke tempat kerja diantar oleh Januar, entah apa yang terjadi dengan pria itu, tiba tiba saja menghubungi April dan menawarkan diri untuk mengantarnya berangkat kerja.
Untungnya, Januar datang menjemput saat Juli sudah berangkat ke sekolah. Jadi April tidak diwawancara oleh gadis dengan tingkat penasaran tinggi itu.
Tiba didepan toko April turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam toko, Sonia Bos dari April mengintip dari jauh. Dia merasa aneh karena ada pria kaya yang mengantar April ke tempat kerja, mungkinkah pria itu adalah kekasih April? Tapi, bukankah pria itu telah memiliki istri? Sonia sering melihat pria itu bersama istrinya ke toko.
"Aku datang," ucap April kepada Novi rekan kerjanya. Novi hanya menyapa balik April dengan sebuah senyuman karena sedang sibuk menghitung stok barang.
"Diantar siapa kamu?" Sonia menghampiri pegawainya itu.
"Aku diantar oleh mantan majikan almarhum Ibuku, kebetulan kami bertemu di jalan tadi," sahut April.
"Sepertinya kalian berdua cukup dekat, jangan jangan kalian berdua punya hubungan gelap ya? Pria itu kan sudah punya istri," sindir Sonia.
"Jangan sembarang bicara Bos, pria kaya seperti Tuan Januar mana mau ada main denganku. Aku hanya wanita biasa, tidak cantik, tidak berpendidikan pula," April merendah.
"Tapi kalau kamu gatal dan pintar memberi servis, pasti banyak yang mau sama kamu," celetuk Sonia lagi.
"Maaf Bos, aku bukan perempuan seperti itu!" April mulai tersinggung dengan ucapan Bosnya.
"Aku hanya bercanda, jangan marah ya!" Sonia mengedipkan matanya sebelah.
🍄🍄🍄
__ADS_1
Novi menatap April beberapa detik tanpa berkedip, dia hanya mengorek ngorek makan siangnya sejak tadi tanpa memakannya sedikitpun. Apa moodnya terganggu karena ulah nakal Bosnya tadi?
"Kenapa tidak dimakan makanannya?" Tegur Novi. April hanya diam dan cemberut saja.
"Kamu pasti sedang tidak enak hati karena ucapan pegas Bos tadi. Santai saja, dia kan orangnya memang begitu, suka iri melihat orang lain memiliki pasangan. Namanya juga jomblo tua," lanjut Novi.
"Husst.... Pelan pelan bicaranya! Nanti kalau dia dengar bisa berabe," omel April.
Novi adalah teman yang lumayan perhatian, tanpa bercerita dia bisa tau isi hati dan pikiran seorang April. Dia tau bagaimana caranya berteman dan tidak mau ikut campur urusan temannya.
Jarang sekali ada teman seperti itu, bisa dibilang hanya ada 1 dalam seribu populasi manusia dimuka bumi ini. April merasa sangat beruntung bisa memiliki teman seperti Novi.
April diam dan berpikir, apa benar yang dikatakan oleh Novi kalau Bos iri padanya. Hanya perkara pria saja masa bisa iri? Apa lagi dia telah memiliki segalanya.
Rumah, kendaraan mewah, bisnis pribadi, tiga hal yang tidak dimiliki oleh April dan Novi pegawainya. Terkadang, rumput tetangga memang terlihat lebih hijau dari rumput dihalaman rumah sendiri.
Sonia yang memang kurang kerjaan, diam diam menguping pembicaraan dua pegawainya lewat rekaman kamera cctv. Dia sedikit kesal pada omongan Novi, kalau saja mencari karyawan setia itu mudah, Sonia pasti sudah memecatnya.
"Aku sama sekali tidak peduli dengan hubungan asmaramu, mau kamu jadi simpanan suami orang ke, mau kamu punya pacar dua ke. Yang aku tau kamu teman yang baik, jadi aku juga akan bersikap baik padamu," ucap Novi.
April terharu dengan kata kata Novi, andai saja dia tau kalau tuduhan Sonia padanya itu benar. Apa dia masih mau berteman dengan April?
"Terimakasih, kamu memang pandai sekali membuat hati lawan bicaramu senang," ucap April.
__ADS_1
🍄🍄🍄
Malam hari, jam pulang kerja. April tak menyangka kalau Kevin datang ke toko menjemputnya, rupanya pria itu tidak menyerah begitu saja setelah di tolak mentah mentah oleh April.
Novi dan Sonia mengamati dari depan pintu toko yang sudah tertutup rapat, mereka penasaran dengan sosok pria yang sedang bersama dengan April. Siapa lagi pria itu? Apa dia pacar April yang sesungguhnya.
"April, pulang bersama yuk..." Ajak Kevin. Dia menyungging senyum cerah seperti mentari disiang hari.
"Maaf, aku tidak bisa. Aku mau mampir ke tempat lain, aku ada janji temu dengan teman temanku," tolak April secara halus.
"Kalau begitu, biar aku mengantarmu ke tempat teman temanmu," paksa Kevin.
"Maaf, tidak perlu. Aku bisa naik angkutan umum saja," tolak April lagi.
Kevin yang kesal ajakannya ditolak terus menerus oleh April akhirnya murka. Dia mencengkram lengan tangan April kuat kuat hingga membuat April meringis kesakitan.
Melihat hal itu, Novi langsung menghampiri Kevin dan April sahabatnya.
"Jangan kasar ya Mas!" Omel Novi sambil menarik lengan April dan menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.
"Lihat itu di sebrang jalan, banyak Bapak Bapak tukang ojeg. Kalau aku teriak meminta tolong habislah Mas dipukuli oleh mereka," ancam Novi.
Kevin mengalah, dia melepaskan cengkraman tangannya dan membiarkan April bebas. Novi memeluk April yang sedang syok dan ketakutan, mental April memang lemah tidak seperti mental Novi.
__ADS_1
"Lain hari, kalau dia terus menguntit kamu dan mengganggu kamu, segera lapor ke polisi," Novi memberi saran. April menjawabnya dengan dua kali anggukan.
Bersambung...