Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 52


__ADS_3

Desta pergi ke rumah April, dia ingin menyampaikan soal rumah lama Januar yang sudah lama kosong dan ada seseorang yang ingin menyewanya. April dan Jangan tidak masalah soal itu, yang penting si penyewa harus jujur dan bertanggung jawab.


Ditengah tengah obrolan serius mereka, Desta memberitahukan hasil pemeriksaan kejadian tempo hari di kantor Januar. Ternyata Rudi OB kepercayaan Januar telah bekerja sama dengan Jesi untuk menjebak Januar.


"Dia orang baik, mana mungkin dia melakukan hal itu? Apa kamu tidak salah saat melakukan penyelidikan?" Januar merasa tidak percaya.


"Saya tidak mungkin salah Tuan. Kata Rudi, dia terpaksa bekerja sama dengan Jesi karena diberi upah sepuluh juta rupiah. Kebetulan anaknya sedang sakit, dia butuh uang untuk berobat anaknya," jelas Desta.


"Bantu biaya pengobatan anak Rudi, tapi hukum masih tetap berlaku. Dia harus masuk kedalam penjara!" Perintah Januar.


"Baik, Tuan!"


Januar pria yang terlihat galak diluar, tapi sebenarnya dia baik dan perhatian. Dia paling tidak tega melihat orang kesusahan, apa lagi orang orang terdekatnya.


April tersenyum manis, dia merasa bangga pada sikap dan ketegasan Januar. Tapi dia masih kesal pada Jesi, dia juga berharap Jesi mendapatkan hukuman yang setimpal.


"Lalu bagaimana dengan Jesi? Apa kamu akan melaporkan kejahatannya ke polisi?" Tanya April.


"Tidak, dia sudah mendapat sangsi sosial karena vidio viral tempo hari,"


Pikiran April melambung jauh, dia membayangkan hal hal buruk yang mungkin terjadi pada Jesi karena vidio itu. Selain menjadi bahan ejekan dan gosip tetangga, saudara, juga lainnya. Jesi mungkin akan mendapat teror dari Ibu Ibu komplek yang biasa sangat benci pada pelakor.

__ADS_1


"Semoga wanita itu baik baik saja," batin April.


🍄🍄🍄


Jesi menggila, beberapa teman dekatnya menjauhinya. Dia menjadi bahan olok olok di grup keluarga juga berbagai sosial media. Jiwanya terguncang hebat, dia tidak berani keluar rumah. Bahkan sekedar membuka jendela kamar saja dia tidak berani, semua karena teror pelemparan telur busuk oleh orang orang misterius.


Jesi benar benar menyesal, kalau dia tau menjadi pelakor itu sama halnya menjadi musuh satu Ibu Ibu dunia, dia tidak akan pernah mau mengejar ngejar cinta Januar. Jesi kapok, namanya terkenal buruk dan masa depannya jadi suram.


"Nak, ayo makan dulu. Sudah beberapa hari ini kamu tidak makan, Ibu takut kamu sakit," teriak Ibunda Jesi.


"Tidak Bu, aku nanti saja makannya. Ibu makan saja duluan," sahut Jesi.


Jawaban yang diberikan oleh Jesi selalu saja sama, membuat Ambar merasa kesal. Hanya karena seorang pria saja Jesi sampai tidak enak makan dan minum. Ambar juga pernah muda, pernah merasakan jatuh cinta dan sakit hati. Tapi dia tidak seperti anaknya yang terlihat lebay dan berlebihan.


Mau tidak mau Jesi harus keluar dari dalam kamarnya. Wanita paruh baya itu pasti akan kaget saat melihat mata Jesi yang bengkak karena menangis terus sepanjang hari, tidak ada hari tanpa menangi, bahkan saat tidur pun Jesi menangis.


"Astaga Jesi, ada apa dengan matamu?" Tanya Ambar panik.


"Ibu sudah tau kenapa, jadi aku tidak perlu menjelaskannya." Sahut Jesi malas.


🍄🍄🍄

__ADS_1


Malam hari, udara menjadi lebih hangat di tubuh April. Aneh memang, saat yang lain kedinginan April malah kepanasan. Dia sudah memakai daster super tipis, AC di seluruh ruangan menyala. Tapi April masih saja merasa panas hingga ubun-ubun nya mendidih.


April bolak balik ke dapur untuk mengambil air es, total sudah tiga botol besar air dingin yang sudah April konsumsi. Perutnya kembung, hampir tiap menit dia pergi ke kamar mandi untuk baung air kecil.


"Sayang, apa kamu mulai merasa tidak nyaman?" Januar cemas.


"Iya, aku merasa gerah dan kepanasan," sahut April.


"Itu karena bawaan hamil, istri teman temanku juga mengalaminya. Demi kamu, aku banyak bertanya soal kehamilan pada teman temanku," ujar Januar.


"Terimakasih, kamu sangat perhatian dan pengertian."


Tanpa diminta, Januar pergi ke dapur untuk membuat segelas jus dingin untuk April. Dia memblender beberapa jenis buah buahan, dicampur madu dan kayu manis bubuk sedikit. Entah dari mana dia tau tentang resep jus enak itu, yang jelas April sangat menyukainya.


"Ternyata ada manfaatnya juga sering baca resep di google, besok aku akan belajar membuat bubur agar bisa membuatkan makanan untuk anak saat mulai MPASI," Januar menggaruk kepalanya. Dia terlihat sedikit malu malu saat mengatakannya.


"Kamu tidak hanya suami idaman, tapi juga impian bagi semua anak anak yang ada didunia ini." Puji April.


"Sayang, jangan memujiku secara berlebihan. Baju dan celanaku jadi sempit, hampir saja aku melayang tinggi terbang ke angkasa karena pujianmu itu," cicit Januar.


Mendengar gombalan sepasang suami istri itu Juli merasa iri, dia kesepian karena tidak pernah merasakan pujian dari seorang pria yang menyukainya. Sepertinya sudah waktunya bagi Juli untuk membuka hati dan menerima cinta dari lawan jenis. Semoga saja Juli bisa segera bertemu dengan pria idamannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2