
Pulang kerja, April duduk diatas sofa sambil menyenderkan punggung pegalnya. Beristirahat sejenak setelah melakukan aktifitas melelahkan seharian membuat April merasa sedikit merasa damai.
Tiba tiba saja pikirannya melayang jauh kearah Januar, sedang apa dia sekarang? Sudah dua hari dia tidak menghubungi April dan meminta jatah kepadanya. Apa dia sedang sakit? Atau dia hanya sedang ingin menenangkan diri saja?
Bisa bisanya pria kaya yang super tampan dan cool seperti Januar diselingkuhi. Kurang apa dia? Mungkin ini yang menjadi faktor pria itu memutuskan untuk menikah lagi.
April memijit kepalanya, segala hal tentang Januar membuatnya pusing. Tapi untuk apa dia terlalu memikirkan Januar? Apa lagi hingga ke ranah pribadi? April payah, buang jauh jauh rasa peduli mu yang berlebih itu!
Juli baru saja pulang dari rumah temannya, melihat Kakaknya seperti orang bingung Juli mendekat dan mulai mewawancarainya.
"Apa yang sedang Kakak pikirkan?" Tanya Juli.
"Tidak ada, aku hanya lelah dan mengantuk," sahut April.
"Makan dulu ya, aku ambilkan,"
"Oke, jangan lupa secangkir teh hangatnya,"
"Sip."
Beruntungnya April memiliki saudari yang perhatian, disaat dia sedang gundah gulana, masih ada orang yang menyemangatinya dan memberi dukungan. Sayang hanya satu, andai dia punya dua atau tiga saudari, pasti akan lebih menyenangkan.
Selesai makan, April mandi dan mengganti pakaiannya. Dia bersiap berangkat tidur tapi matanya tidak mau terpejam, pikirannya hanya terfokus pada Januar. Akhirnya April memutuskan untuk pergi ke Hotel tempat Januar menginap sebentar untuk melihat keadaan pria itu.
Tiba didepan pintu masuk Hotel, April melihat Januar dan Mei istrinya sedang bertengkar. Beberapa orang disekitar mereka ada yang menonton bahkan ada yang sampai merekam dalam bentuk Vidio.
"Kamu menjijikan Mei, aku tidak sudi kembali padamu lagi!" Bentak Januar.
__ADS_1
"Aku khilaf, aku benar benar minta maaf padamu. Tolong maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengecewakan kamu lagi,"
"Kamu tau bagaimana aku Mei, aku tidak suka dikhianati, aku juga tidak pernah mau memberi kesempatan kedua. Pergi dari kehidupanku saat ini juga dan jangan pernah kembali!"
"Aku mencintaimu, aku tidak bisa hidup tanpamu. Tolong terima aku lagi, aku tidak mau meninggalkan kamu." Mei bersujud dibawah kaki Januar sambil menangis. Bukannya menyuruhnya bangun, Januar malah mendorong Mei hingga jatuh menggelinding seperti bola.
April mendelik, dia tidak menyangka kalau suaminya bisa bersikap kasar seperti itu. Kecewa boleh, tapi Mei adalah seorang perempuan. Dia tidak boleh melakukan tindak kekerasan seperti itu.
April mendekati Mei, dia membantu Mei bangun dan membersihkan pakaiannya dari debu yang menempel.
"Anda tidak apa apa Nona?"
"Tidak, terimakasih,"
"Tuan, jangan bersikap kasar pada perempuan. Apa Anda tidak sadar, banyak orang yang sedang merekam kejadian ini. Bagaimana kalau mereka menyebarkannya lalu Viral?"
"Biarkan saja viral, biar seluruh dunia tau kalau istriku suka selingkuh. Biar semua penggemarnya tau bagaimana watak dan kelakuan Mei saat ini!"
"Bawa istri Anda masuk, kalian bisa ribut didalam kamar dengan bebas tanpa banyak orang melihat. Ingat, jangan menggunakan kekerasan!"
"Jangan ikut campur urusanku April!" Januar tak sengaja membentak April keras hingga membuatnya mematung.
"April maafkan aku, aku tidak sengaja membentak mu," sesaat kemudian Januar menyesalinya. Dia tidak kuat melihat ekspresi wajah sedih istri keduanya itu.
"Bawa istri Anda masuk ke dalam Tuan," ucap April ulang.
"Lalu kamu?" Januar menatap April.
__ADS_1
"Aku akan mengantarnya pulang," Justin tiba tiba muncul dari belakang. Dia menarik lengan April dan menyeretnya keluar dari lingkaran pertengkaran itu.
"Justin, sedang apa kamu disini?" Tanya April.
"Kalian saling kenal?" Mei kebingungan.
Januar menarik April kembali dan menyembunyikannya dibelakang punggungnya yang lebar.
"Justin, kamu sudah merebut istriku dan merusaknya. Aku tidak akan membiarkan kamu menyentuh April!" Hardik Januar.
"Apa hubunganmu dengan April? Apa kalian juga pasangan selingkuh?" Tebak Justin.
"Jaga mulutmu Justin, April gadis baik baik. Dia tidak layak disentuh olehmu barang secuil pun!" Maki Januar pada sepupunya.
"Januar, teganya kamu memuji wanita lain di depanku?" Protes Mei.
"Hanya memuji saja, sedangkan kamu? Kamu berbuat mesum dengan pria brengsek itu didepan publik!" Pekik Januar pada Mei.
"Jadi, istri anda berselingkuh dengan Justin?" Tanya April.
"Iya. Apa kamu mengenalnya?" Tanya Januar.
"Dia mantan kekasihku, aku mengakhiri hubungan dengannya dua tahun lalu karena dia berselingkuh. Jangan jangan selingkuhan Justin saat itu adalah nona Mei?" Ucap April.
"Sejak dua tahun lalu?" Januar terkaget kaget.
Januar melebarkan bola matanya, dia menatap kearah Mei dan Justin secara bergantian. Keduanya menundukkan wajah dan terdiam. Sudah berselingkuh sejak dua tahun lalu dan Januar tidak tau? Bodoh!
__ADS_1
Kebetulan macam apa ini? Bisa bisanya mantan kekasih April menjadi selingkuhan Mei, dan secara kebetulan April adalah selingkuhan Januar suami Mei. Benar benar kenyataan yang membingungkan!
Bersambung...