Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
bab 26


__ADS_3

Aku mencintai kamu, tidak ada yang lain selain kamu. Sayang, mencintaimu seperti menggenggam sekuntum bunga mawar berduri. Rasanya sakit sekali, hingga diri ini tak kuasa menahannya.


April.


Sudah hampir satu bulan April berdiam diri dirumah, dia harus memiliki kesibukan baru untuk menghasilkan uang agar dia bisa menghidupi adik semata wayangnya.


Januar tidak pernah mengungkit soal uang lagi, dia juga tidak pernah menanyakan kabar tenang April baik itu lewat telpon atau pesan singkat. April merindukan pria itu, sentuhan juga suara merdunya. Hampir tiap malam dia bertanya dalam diam, sedang apa Januar disana? Apakah dia merindukan April seperti April merindukannya?


Pagi itu April akhirnya memutuskan untuk mencari pekerjaan, dia keluar rumah sambil membawa beberapa surat lamaran pekerjaan dan pakaian hitam putih yang biasa dipakai oleh para pencari kerja.


April hanya lulusan SMA, nilai pas pasan dan tidak memiliki ketrampilan khusus. Kerja dimana pun April mau asal menghasilkan uang.


Langkah April terhenti disebuah salon kecantikan bernama Nona Muda, dia tidak tau kalau salon itu adalah salon plus plus. April tertarik untuk melamar kerja disana setelah melihat iklan lowongan pekerjaan yang menempel di dinding kaca salon.


"Permisi Ka, apa disini ada lowongan pekerjaan?" Tanya April.


"Ada. Apa Nona tertarik untuk melamar pekerjaan ditempat ini?" Tanya wanita itu balik sambil memperhatikan April dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Aku tertarik, tapi aku tidak bisa mencuci atau memotong rambut,"


"Tidak apa apa, kamu bisa memijat bukan? Asal asalan juga tidak apa apa,"


"Bisa Kak,"


"Bagus, kamu bisa bekerja disini mulai besok. Tapi ingat, kamu harus tampil rapih dan memakai make up. Jangan polos seperti ini!"


"Baik, Kak,"


"Namaku Estelle, siapa namamu?"


"Namaku April,"

__ADS_1


"Kamu bisa datang kesini lagi besok, pukul sembilan pagi. Jangan sampai telat ya!"


"Siap Kak."


Setelah melewati percakapan panjang, April keluar dari salon. Hatinya merasa senang dan lega karena pada akhirnya dia memiliki pekerjaan baru.


Tanpa April ketahui, diam diam Pak Desta membuntuti dan mengamati gerak gerik April. Kemudian pria itu melaporkannya pada Tuan Januar. Pria itu murka karena April baru saja melamar pekerjaan di salon plus plus.


"Dasar wanita bodoh! Apa dia tidak tau kalau salon itu adalah salon plus plus? Aku harus bisa mencegah dia datang kesana lagi besok."


Januar sama sekali tak terima miliknya disentuh oleh pria lain. Jangankan disentuh, dilirik pun dia akan marah dan naik pitam.


🍄🍄🍄


April pulang ke rumah, disana Juli sedang menunggunya pulang sambil makan siang di depan Tv. Juli memperhatikan penampilan April, jelas sekali kalau Kakaknya itu baru saja melamar pekerjaan di suatu tempat.


"Kakak baru melamar kerja?"


"Iya,"


"Salon kecantikan,"


"Di terima tidak?"


"Diterima,"


"Syukurlah, jadi Kakak ada kegiatan dan kesibukan. Supaya Kakak tidak terlalu memikirkan Januar dan menangisinya,"


"Sudah waktunya aku bangkit, aku tidak boleh terpuruk terus apa lagi ada kamu yang harus aku nafkahi,"


"Terimakasih ya Kak, lain kali aku akan membalas jasa dan kebaikanmu padaku,"

__ADS_1


April sangat sayang pada Juli, apapun akan dia lakukan untuk gadis muda yang manis itu. Apalagi, April tidak memiliki siapa siapa lagi di dunia ini selain Juli.


Hari makin larut, April masuk kedalam kamar dan bersiap untuk menarik selimut. Tiba tiba dia teringat pada uang pemberian Januar yang ada didalam lemari, April pun turun dari ranjang dan berjalan menuju lemari tempatnya menyimpan uang.


Total ada 20 juta uang pemberian Januar, April belum memakainya karena takut sewaktu waktu Januar datang dan meminta kembali uang itu. Meskipun Januar bukan orang pelit, tetap saja April harus berjaga jaga bukan?


🍄🍄🍄


Di Kamarnya...


Mei berdandan cantik ala artis Korea, dia memakai pakaian seksi dan menggoda Januar dengan segala cara. Sayang, pria itu tetap bersiap cuek dan dingin kepadanya.


Mei tidak putus asa, dia masih terus menggoda Januar dengan menari nari seksi didepannya.


"Sayang, aku sedang ingin melakukan itu denganmu," bisik Mei mesra.


"Maaf Mei, aku tidak bisa," tolak Januar seketika.


"Sampai detik ini aku masih sah menjadi istrimu, kamu tidak boleh menolak keinginanku!" Mei marah dan merasa tersinggung.


"Aku merasa geli ingin menyentuh lubang bekas sepupuku sendiri. Jangankan menyentuhnya, melihatnya saja aku tidak sudi!" sindir Januar.


"Tak bisakah kamu berhenti mengingat ingat hal itu Januar? Kita tutup buku dan membuka lembaran baru,"


"Maaf, aku tidak bisa Mei. Hatiku terlalu sakit karena perbuatanmu itu!"


"Apa semua karena April? Apa kamu sudah tergoda oleh wanita muda yang masih bau kencur itu?" Tuduh Mei.


"Jangan memutar balikan fakta Mei, aku tidak sedang ingin bertengkar denganmu!"


Januar berbaring diatas kasur, dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan mengabaikan Mei yang masih ingin mengajaknya berbicara.

__ADS_1


"Lihat saja nanti, suatu saat kamu akan luluh dan tunduk padaku lagi!" Ucap Mei dalam hati.


Bersambung...


__ADS_2