Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 13


__ADS_3

Januar pergi ke kota sebelah untuk mengunjungi istrinya yang sedang ikut lomba, dia ingin memberikan hadiah dan surprise karena kebetulan hari itu Mei sedang berulang tahun. Meski dia kesal pada Mei, tapi dihatinya masih ada banyak cinta untuk wanita cantik itu.


Januar tiba di Hotel tempat Mei menginap, dia berjalan menuju kamar Mei sambil menenteng sebuah buket bunga mawar merah dan satu kotak perhiasan. Dua benda yang sangat disukai oleh Mei, karena melambangkan cinta dan ketulusan.


Baru juga sampai lorong kamar Mei, Januar dikejutkan dengan penampakan mengagetkan disana. Mei sedang berpelukan dan berciuman dengan Justin asistennya sekaligus sepupu Januar sendiri.


Ini gila, pantas saja Mei jarang mau melayaninya. Ternyata Mei berselingkuh dibelakang Januar, parahnya Januar baru mengetahuinya. Bagaimana bisa pria pintar dan berkelas seperti Januar berhasil ditipu begitu saja? Apa selama ini Januar terlalu percaya kepada omongan istrinya?


Pluk....


Buket bunga dan kotak perhiasan yang Januar bawa jatuh ke lantai, dengan hati penuh dendam dan emosi, Januar pergi meninggalkan sepasang kekasih itu begitu saja. Jangan bertanya bagaimana perasaan Januar saat ini, dia seperti mayat hidup yang kehilangan setengah nyawanya.


Wanita yang telah dia nikahi setahun terakhir ternyata diam diam berselingkuh. Januar juga berselingkuh, tapi itu semua karena Mei membuat ulah terlebih dahulu. Masih mending Januar menikahi April, sedangkan Mei dan Justin? Bisa dikatakan mereka berdua pasangan Zina.


Jangan ditanya bagaimana perasaan Januar saat ini, pastinya harinya terasa hancur berkeping keping. Andai saja dia tidak malu pada jenis kelamin, pasti dia sudah menangis histeris.


Januar pergi meninggalkan Hotel, dia kembali ke kotanya dan menyewa kamar Hotel yang biasa dia gunakan bersama dengan April. Setelah itu dia menelfon April dan memintanya datang untuk segera menemuinya.


Klak...


April membuka pintu kamar Hotel yang tidak terkunci. Dia kaget melihat wajah Januar yang terlihat kusut dan sedikit mabuk.

__ADS_1


"Tuan, apa anda baru saja minum?" Tanya April. Dia meraih wajah Januar dan mengangkatnya ke atas.


"Iya, kenapa memangnya?" Sahut Januar sambil menatap April dengan tatapan setajam pisau.


"Tidak kenapa napa," ucap April.


April merebahkan tubuh lemah Januar keatas ranjang, dia membuka sepatu dan kaus kaki yang pria itu kenakan. Tak hanya itu, April juga mencopot jas dan kemeja Januar yang basah karena terkena tumpahan alkohol.


"Kenapa kamu yang hanya jadi simpanan ku terlihat begitu tulus? Sementara dia? Dia malah mengkhianati aku!" Ucap Januar kesal. Januar meninju angin untuk mengekpresikan kekesalannya.


April tau yang Januar maksud dengan kata dia, sudah pasti dia adalah istri dari Tuan Januar. Jadi, wanita cantik itu berselingkuh? Kenapa juga Tuan harus marah? Bukannya dia juga berselingkuh denganku?


April merenung, dia harus bisa menjaga perasaanya dengan baik. Jangan sampai dia benar benar jatuh hati pada Januar, agar saat dia diceraikan, dia tidak akan merasakan sakit hingga menggila.


"April sayang, apa kamu mau jika aku mengangkat kamu menjadi istriku satu satunya?" Janur meraih dagu April dan mencengkeramnya kuat.


"Apa maksud anda Tuan?" April tersentak kaget.


"Sepertinya aku akan menceraikan Mei dalam waktu dekat."


🍄🍄🍄

__ADS_1


Seseorang memungut kotak perhiasan dan sebuah buket bunga di lorong Hotel, ada nama Mei diatasnya. Orang itu langsung mengetuk pintu kamar Mei dan memberikan barang temuannya kepada Mei.


"Ada apa malam malam begini mengetuk pintu kamarku Pak fotografer?" Tanya Mei sambil mengucek mata.


"Sepertinya ini milikmu, apa kamu sengaja membuangnya?" Ucap pria itu.


"Milikku?" Mei bertanya tanya. Dia melihat buket dan kotak perhiasan itu, otaknya langsung teringat pada Januar.


"Apa tadi Januar datang kesini?" Tanya Mei panik.


"Iya, aku berpapasan dengannya di lobi tadi. Aku pikir kamu sedang bersamanya,"


Mei mendelik, saat itu juga dia pergi dari kamar Hotel itu dan pulang menuju rumah. Sepanjang perjalanan menuju rumah, Mei menyalahkan dirinya sendiri. Jika sampai Januar menceraikannya Mei tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


Januar sudah pasti melihatnya berselingkuh dengan Justin, apa yang harus Mei lakukan untuk meredakan amarah pria itu? Januar sangat sulit dibujuk saat sedang marah. Dia pasti akan langsung menendang Mei dari rumah dan melarangnya kembali.


Mei sungguh tidak mau benar benar bercerai dari Januar. Segala kemewahan dan kenyamanan yang pria itu berikan sungguh masih sangat dia butuhkan.


"Januar, tolong maafkan kesalahanku. Aku hanya ingin bermain main saja dengan sepupumu itu," ucap Mei.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2