
April membuka kedua matanya lebar lebar, dia tersenyum saat melihat wajah Januar terpampang nyata dihadapannya. Tampan, manis, semua berbaur menjadi satu. Sungguh ciptaan Tuhan hanya maha sempurna, tiada cacat apa lagi cela.
Januar menggeliat, perlahan dia membuka mata dan mendapati April tengah menatapnya sambil tersenyum.
"Apa ada yang salah dengan wajahku?" Tanya Januar.
"Ada, kamu terlalu tampan sayang," ucap April.
Januar tertawa, seperti ada barisan kupu kupu menggelitik perutnya karena di gombali oleh sang istri pagi pagi buta. Untuk pertama kalinya April berani menggoda Januar secara nyata, dia terlihat seperti manusia lugu yang malu dengan ucapannya sendiri.
"Belajar dari mana kamu cara merayu laki laki?" Tanya Januar.
"Aku tidak belajar, hanya insting saja," sahut April.
"Instingmu lumayan bagus," Januar mengukir senyum.
"Terimakasih pujiannya,"
Setelah aksi saling memuji, mereka berdua mandi bersama. Berganti pakaian dan berias bersama. Pokoknya segalanya dilakukan bersama, benar benar seru.
"Aku ingin mengajakmu ke makam orangtuaku selesai sarapan, apa kamu mau?" Tanya April.
"Tentu saja aku mau,"
"Aku juga akan mengajak Juli, sudah lama kami tidak mengunjungi makam mereka,"
"Mereka sudah bahagia disana, jauh dari kesulitan dan beban hidup. Jangan sedih ya, ada aku dan Juli yang akan selalu ada untukmu," Januar mencoba menghibur Istrinya yang memasang wajah murung.
__ADS_1
Jam sarapan tiba, usai memasak banyak menu diatas meja April memanggil juli dan Januar untuk makan bersama. Juli yang memang doyan makan langsung berjingkrak kegirangan saat mendapati ayam goreng tepung kesukaannya ada di diatas meja.
"Kakak, terimakasih sudah memasak makanan kesukaanku," ucap Juli.
"Sama sama, makan yang banyak ya. Setelah makan kita pergi ke makam keluarga kita sama sama," sahut April.
"Ke makam? Apa aku kuat menahan tangis disana?" Juli mengkhawatirkan keadaan dirinya sendiri.
"Harus bisa, kan ada Kakak. Lagi pula kita harus memperkenalkan anggota baru keluarga kita, yaitu Mas Januar," ujar April.
"Cie... Mas, sudah berani romantis romantisan di depan publik nih," goda Juli.
"Ih, apaan sih kamu. Ga jelas deh!" April tersipu malu.
"Memang suami istri harus selalu terlihat romantis kan? Kenapa pipimu bersemu merah seperti itu?" Goda Januar. April hanya membalas dengan senyuman sambil mengedip ngedipkan matanya seperti gadis genit.
🍄🍄🍄
Januar tiba tiba saja teringat pada mendiang orangtua dan Kakek neneknya. Tak sekalipun dia mengunjungi makam mereka kecuali saat prosesi pemakaman berlangsung. Bukan karena tidak sayang, tapi karena dia tidak memiliki kekuatan untuk menahan rasa duka dan sedih saat melihat makam orang orang tercintanya.
Langkah kaki April berhenti didepan dua buah makam, dia menaburi bunga dan memanjatkan doa singkat disana.
"Ayah, Ibu, perkenalkan. Ini suami April, namanya Januar," ucap April.
"Hallo, Om, Tante, aku Januar suami April. Tenang saja Om, Tante, anak kalian aman bersamaku. Aku akan menjaga dan menyayangi mereka dengan baik," janji Januar.
Sementara itu Juli malah menangis tersedu sedu, dia rindu pada kedua orang tuanya. Saking rindunya, dia sampai tidak bisa berkata kata.
__ADS_1
Bayang wajah mereka masih terlukis nyata dibenak Juli, bagaimana mereka menghabiskan waktu bersama dalam suka maupun duka. Dia anak bontot yang paling dimanja dan disayang orangtua, apapun yang dia minta pasti dituruti.
"Hapus air matamu, tidak baik menangis terus menerus," ucap April. Juli menyeka air matanya dan mencoba untuk menenangkan diri.
"Setelah ini, aku akan mengajak kalian jalan jalan. Agar rasa sedih dihati kalian bisa terobati," sambung Januar.
"Jalan jalan kemana?" Juli langsung bersemangat.
"Ke mall, kalian boleh belanja sepuasnya," sahut Januar.
"Kakak memang yang terbaik," Juli mengacungkan jari jempolnya keatas.
April merasa bersyukur karena bisa mendapatkan pria yang tak hanya sayang padanya, tapi juga sayang pada adiknya. Yang paling penting, dia sangat bertanggung jawab dan tidak perhitungan pada April dan Juli. Pasangan yang baik juga merupakan sebuah rezeki, April harus mensyukurinya dengan segenap hati.
🍄🍄🍄
Mall XXX kota X siang itu terlihat ramai pengunjung. Hal itu biasa terjadi saat week end seperti sekarang ini. Banyak yang datang sambil membawa rombongan keluarga sekedar untuk jalan jalan atau mencari tempat enak untuk makan.
Juli benar benar memanfaatkan momen itu dengan baik, dia membeli segala kebutuhannya tanpa ada yang terlewati. Mulai dari pakaian, skincare dan camilan favoritnya.
April geleng geleng kepala, dia merasa tidak enak pada Januar karena adiknya telah banyak menghabiskan uang.
"Maaf ya mas, ini pertama kalinya Juli bisa sebebas itu," ucap April.
"Tidak perlu meminta maaf, aku sendiri yang menawarkan kalian jalan jalan dan belanja. Jangan khawatir uangku habis, tenang saja uangku tidak akan bisa habis." Celetuk Januar sombong.
Bersambung...
__ADS_1