Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 55


__ADS_3

Jesi merasa tersinggung dengan penolakan Januar, bisa bisanya dia mencampakkan Jesi begitu saja seperti debu yang berterbangan di langit. Sebenarnya secantik apa sih istri Januar yang sekarang? Sampai sampai Januar bisa menghempaskan Mei dan Jesi tanpa perlu berpikir panjang.


Jesi benar benar penasaran pada sosok istri Januar dan dia ingin mencari tau tentang itu. Wanita yang bisa membutakan mata Januar, mengunci dan menguasai seluruh jiwa dan raga Januar.


Saat Januar pulang kerja, Jesi diam diam mengikuti Januar. Januar pulang ke rumah sederhana dipinggiran Ibu kota, Jesi terkejut. Seorang pengusaha kaya memilih tinggal dirumah sederhana? Memang rumah lamanya kemana?


"April, aku pulang," ucap Januar. April keluar dari dalam rumah sambil memonyongkan bibirnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Januar. Dia bingung melihat ekspresi wajah istrinya yang seperti sedang marah padanya.


"Bukan aku, tapi kamu. Kenapa tadi pagi kamu tidak memeluk dan mencium ku?" April menjelaskan secara terperinci kenapa dia bisa marah pada Januar. Pria itu terkadang suka telmi, jadi perlu dijelaskan secara detail.


"Maaf, aku lupa." Januar menunjukan wajah menyesalnya.


April melirik kearah kemeja putih yang dikenakan oleh Januar, sebuah noda lipstik bertengger dengan angkuhnya disana. April melotot, apa yang baru saja Januar lakukan di kantornya? Apa dia membawa Jesi masuk dan bercumbu mesra disana?


April terbakar api cemburu, matanya berkaca kaca dan menitihkan air mata.


"Kamu kenapa? Kenapa tiba tiba menangis?" Januar panik bukan main.


"Lipstik siapa yang menempel di kemeja mu itu? Apa itu milik Jesi?" Tuduh April.


Januar menyentuh kemejanya, dia merasa apes sekali karena benda menyebalkan itu menempel padanya dan menimbulkan kesalahpahaman. Apa yang harus Januar lakukan sekarang? Januar kebingungan.


"Maaf, aku juga tidak tau kenapa benda itu bisa menempel di kemejaku," Januar melakukan sebuah pembelaan.


"Kamu pasti sedang berbohong kepadaku kan?"

__ADS_1


"Aku tidak berbohong Vina, mana mungkin aku berani menduakan kamu,"


"Tapi dulu kamu berani menduakan Desi,


"Vina sayang, yang lalu biarlah berlalu. Jangan diungkit ungkit lagi!"


Vina marah, dia pergi dari hadapan Januar. Januar memencet kepalanya karena pusing dan bingung, bagaimana cara untuk membuat Vina percaya kepadanya.


Pertengkaran Vina dan Januar didengar oleh Juli, merasa penasaran, Juli memberanikan diri untuk bertanya pada Vina.


"Kak, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian bisa bertengkar hebat seperti itu?" Tanya Juli.


"Aku menemukan noda lipstik di kemeja Januar, aku rasa dia selingkuh," tuduh Vina.


Juli mengerutkan kening, dia tidak percaya jika pria sebaik Januar selingkuh. Terlebih hanya mengandalkan noda bekas lipstik saja.


"Selidiki saja dulu, jangan langsung mengambil kesimpulan mutlak. Bisa jadi itu hanya akal akalan orang yang tidak suka pada hubungan kalian agar Kakak dan suami bertengkar."


🍄🍄🍄


"Maafkan aku, aku tidak seharusnya menuduh kamu yang tidak tidak," Vina mengulurkan tangan kanannya pada Januar yang sedang sibuk mengerjakan tugas kantor.


Januar menutup laptopnya, dia menarik tangan Vina dan membawanya duduk di pangkuannya.


"Kamu tau tidak, kamu adalah hal yang paling indah yang pernah aku miliki. Mana mungkin aku bisa menduakan kamu begitu saja," ucap Januar. Dia menarik hidung istrinya pelan dan mencubit kedua pipi tembemnya.


"Aku cinta kamu, aku takut kehilangan kamu. Kamu harus maklum kalau aku cemburuan,"

__ADS_1


"Iya, aku bisa memaklumi itu. Asal jangan berlebihan,"


Vina dan Januar berpelukan, masalah yang terjadi diantara mereka berdua pun selesai.


🍄🍄🍄


Juli mencuci seragam sekolahnya sendiri, dia juga mencuci sepatu dan membereskan kamarnya sendiri. April senang bukan main karena adiknya sudah mau belajar mandiri, bahkan tanpa perlu diperintah terlebih dahulu.


"Adikku sayang, aku akan menambah uang jajanmu kalau kamu juga mau membantuku beres beres rumah," bujuk April sambil mengusap usap punggung adiknya lembut.


"Kalau semuanya aku yang mengerjakan, Kakak ngapain dirumah?"


"Ya, makan tidur. Kebetulan Kakak kan sedang ingin hamil, jadi Kakak tidak boleh kecapean,"


"Halah, alasan saja! Bilang saja Kakak malas,"


"Kamu tau tidak, kata orang jaman dulu. Anak adalah perekat hubungan rumah tangga, jadi aku ingin punya anak agar rumah tanggaku dan Mas Januar awet sampai kakek nenek,"


"Jangan terlalu percaya omongan orang jaman dulu, nyatanya banyak pasangan yang banyak anak bercerai,"


"Iya juga si, tapi pokoknya aku ingin segera punya anak,"


"Semoga keinginan Kakak bisa segera terkabul ya, aku juga sudah ingin punya keponakan,"


"Amin..."


Obrolan antara Kakak beradik itu tak sengaja di dengar oleh Januar. Januar merasa senang karena akhirnya April berinisiatif untuk memiliki momongan. Januar juga sudah berumur, sudah waktunya untuknya menimang buah hati tercinta.

__ADS_1


Mulai malam ini dan seterusnya, Januar akan bekerja dengan keras untuk mewujudkan impian April agar segera hamil. Impian yang membuatnya senang karena itu artinya dia akan diberi jatah rutin oleh sang istri setiap hari.


Bersambung...


__ADS_2