Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 39


__ADS_3

Mei libur bekerja, dia menunggu kedatangan Justin didepan teras rumahnya dengan hati yang berdebar. Apakah pria itu jadi berkunjung kerumah Mei? Dan apakah dia akan selamat dari cercaan dan omelan Agung?


Sesekali Mei melirik kearah jalan, mencari sosok Justin muncul disana. Lama menanti, sebuah Taxi akhirnya berhenti dan menurunkan Justin dihalaman rumah Mei.


Justin melempar senyum pada Mei, dia membawa sekantong besar makanan dan buah buahan.


"Apa itu?" Tanya Mei.


"Oleh oleh untuk Ayahmu," sahut Justin.


"Harusnya kamu tidak perlu repot repot begitu, kalau mau datang ya datang saja,"


"Aku tidak merasa direpotkan,"


Mei mengajak Justin masuk, Agung langsung menoleh saat melihat kedatangan Justin. Awalnya Agung terlihat tenang, hingga akhirnya...


Plak... Plak...


Agung menampar pipi Justin kanan dan kiri, membuat pipi tirus Justin merah serta nyeri.


"Ayah, apa yang Ayah lakukan?" Bentak Mei.


"Memberi pria brengsek itu pelajaran. Dia kan yang mengajakmu berselingkuh dan menduakan Januar dibelakang?" Tuduh Agung.


"Ayah, apa yang kami lakukan itu bukan sepenuhnya kesalahan Justin. Aku sendiri juga mau diajak bermain api dibelakang Januar," bela Mei.


"Mau apa kamu datang kemari hah?" Agung melotot sambil bertolak pinggang.


"Aku kesini mau melamar Mei Pak," sahut Justin.

__ADS_1


"Melamar katamu? Setelah membuat anakku rusak kamu ingin melamarnya? Aku tidak akan menerima lamaranmu!" Tolak Agung.


"Pak, aku minta maaf atas kesalahan yang pernah aku lakukan dengan Mei. Tapi kali ini aku serius ingin melamarnya dan menikahinya, perasaanku tidak main main," Tegas Justin.


"Ayah, aku dan Justin saling mencintai. Tolong Izinkan aku menikah dengannya, kalau tidak..." Mei memotong pembicaraannya.


"Kalau tidak apa?" Tanya Agung.


"Kalau tidak aku akan bunuh diri," ancam Mei.


"Gila kamu Mei, hanya untuk bersamanya kamu sampai melakukan hal sebodoh itu?"


"Iya Ayah, aku memang gila. Aku tergila gila kepada pria itu, namanya Justin, sepupu Januar mantan suamiku," Mei menangis tersedu.


Hati Justin terasa teriris melihat wanita yang dicintainya menangis. Dia duduk bersimpuh dibawah kaki Agung, mengemis restu dan doa dari pria galak itu.


"Ayah, aku mohon restui pernikahan kami. Hanya Justin pria yang mau menerima kekuranganku, aku mandul dan tidak bisa memiliki anak," ucap Mei.


Agung syok berat mendengar ocehan anaknya, Mei mandul? Bagaimana bisa dia tidak tau?


Bagaimana bisa Mei mandul, Ibunya saja tidak mandul. Apa dia mengidap penyakit langka? Berbagai pertanyaan buruk muncul dibenak Agung.


"Mei, kenapa kamu bisa mandul? Ibumu saja bisa punya anak?" Agung merasa tidak percaya.


"Aku sendiri tidak tau, saat aku pergi ke Dokter dia memvonis aku seperti itu,"


Ternyata ada alasan lain kenapa Mei diceraikan oleh Januar, dia mandul dan tidak bisa memberikan keturunan. Merasa kasihan dan iba pada putri semata wayangnya itu, akhirnya Agung mau merestui hubungannya dengan Justin.


"Baiklah, aku akan mengizinkan kalian berdua menikah. Tapi ada syaratnya," ucap Agung.

__ADS_1


"Apa syaratnya Pak?" Justin penasaran.


"Setelah menikah, kamu harus ikut tinggal disini,"


"Oke, aku terima syarat dari Bapak."


🍄🍄🍄


Areta terkejut mendengar kenyataan kalau Justin ingin menikahi janda sepupunya sendiri. Kepalanya pusing bukan main seperti diketok oleh palu berkali kali. Apa didunia ini tidak ada wanita lain selain Mei? Justin, kenapa kamu bodoh sekali!


Niken mengamati ekspresi wajah Ibunya sejak tadi, tidak seperti Areta, Niken terlihat santai menyikapi keinginan dari Justin. Mungkin memang mereka berdua sudah berjodoh, dan Jodoh itu sudah diatur oleh Tuhan.


"Izinkan saja mereka berdua menikah Bu, daripada nanti Justin ngambek dan tidak mau pulang kerumah," celetuk Niken.


"Mau ditaruh mana wajahku saat bertemu teman temanku l nanti? Aku malu, masa mantan istri keponakanku menjadi istri dari anakku sendiri?" Oceh Areta.


Dia masih sulit menerima kenyataan kalau Justin dan Mei menikah. Rumor miring pasti akan segera menyebar saat para tetangga mengetahui kabar kabur itu. Mei dan Justin berselingkuh, lalu mereka menikah setelah Mei resmi bercerai dari suaminya. Sungguh kenyataan yang sulit untuk diterima akal sehat seorang Areta.


"Dibawa santai saja Bu, mungkin memang mereka berdua sudah berjodoh,"


"Hah... Justin itu, dari kecil memang bisanya hanya menyusahkan aku saja!"


"Ibu tidak boleh seperti itu, bagaimanapun dia anak Ibu. Ibu sendiri yang meminta kepada Tuhan ingin dikaruniai anak laki laki,"


Areta menarik nafas pendek, yang dikatakan oleh Niken ada benarnya. Suka tidak suka Areta harus menyetujui hubungan Justin dan Mei, asalkan anaknya bisa hidup bahagia.


Tapi, ada satu hal yang


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2