
Pagi buta, udara berhembus dingin hingga terasa menusuk tulang. April merasa ada seseorang yang sedang menggerayangi tubuhnya dari atas sampai bawah, April membuka mata dan menoleh ke belakang, dia melihat Januar sedang beraksi dengan tatapan mata fokus.
Ada sensasi merinding di sekujur tubuh April saat Januar mulai nakal ******* ***** dua bagian sensitifnya. April menggigit bibirnya, mencoba menahan suara keramat agar tak lolos dari tenggorokannya.
"Tidurmu nyenyak sekali sayang," sindir Januar seolah sedang mengingatkan kalau April tidak menepati janji.
"Maaf Tuan, aku ketiduran," April meringis.
"Sudah jam berapa sekarang?" Lanjut April.
"Setengah lima pagi," sahut Januar.
"Astaga, aku ketiduran lagi. Aku pasti akan dimarahi oleh adikku lagi," April menepuk jidatnya lirih.
"Layani aku dulu, setelah itu aku akan mengantar kamu pulang," ucap Januar. April menjawab dengan beberapa kali anggukan.
Seperti biasa, April melayani Januar dengan baik. Dia bisa membuat pria itu puas hingga terkulai lemas. Jujur saja, Januar sudah mulai kecanduan pada tubuh April yang terasa semanis madu di bibirnya.
Selesai melakukan ritual ranjang bersama, April dan Januar mandi secara bergantian. Januar pun menunaikan janjinya untuk mengantar April pulang ke rumah. April tak peduli dengan kemungkinan Juli curiga, yang penting dia bisa pulang ke rumah dengan segera.
Menjadi wanita karir dan IRT ternyata melelahkan juga, padahal April belum memiliki seorang anak. April kagum pada Ibu Ibu diluar sana yang bisa mengurus anak, rumah, suami sambil berkarir. Apa masa depan April kelak akan seperti itu?
__ADS_1
Ah, April berpikir terlalu jauh. Setelah bercerai dari Januar, belum tentu ada pria yang mau menerima April adanya. Kenyataan kalau April adalah bekas istri simpanan orang kaya akan menyulitkannya untuk mendapatkan jodoh dimasa depan.
🍄🍄🍄
Waktu menunjukan pukul 06.00 pagi. April turun dari mobil Januar dan melenggang masuk menuju rumahnya. Beberapa tetangga berbisik dibelakangnya, April tak ambil pusing karena apapun yang mereka katakan memang benar. April bukanlah wanita baik baik, tapi niat dan tujuannya baik. Kembali lagi ke pribadi masing masing, baik buruknya seseorang hanya Tuhan saja yang pantas menilainya.
Tok... Tok... Tok...
April mengetuk pintu, tak lama Juli keluar sambil mengucek mata. Jelas sekali kalau Juli baru bangun tidur, kedua matanya memerah dan sedikit ada kotoran mata di ujungnya.
"Kakak, kemana saja? Kenapa pagi pagi begini baru pulang?" Tanya Juli. Dia memajukan bibirnya seperti anak bebek yang sedang memanggil manggil induknya.
"Kakak ada kerjaan tambahan di luar, lumayan buat nyicil bayar hutang hutang Ibu," April terpaksa berbohong.
Diam diam, Juli mengintip dari balik gorden saat mendengar suara mobil berhenti di sebrang jalan rumahnya. Dia bisa melihat dengan jelas kalau April turun dari mobil itu, dan sosok pria mirip Tuan Januar mantan majikan Ibunya terpampang nyata bersamanya.
Apa yang dimaksud dengan pekerjaan tambahan oleh April? Apakah April bekerja sebagai kuli cuci atau ART tambahan di rumah orang kaya itu? Dalam diam, Juli menduga duga. Dan dugaan itu masih mengarah ke hal baik.
Hari itu hari minggu, April menggunakan waktu liburnya untuk membersihkan rumah dan memasak makanan enak untuk sang adik. Rumah terlihat bersih, isi kulkas penuh, dan meja makan dihiasi oleh masakan mewah.
"Kakak naik gaji ya?" Tanya Juli. Tidak biasanya April royal dalam hal makanan. April selalu irit dalam segala hal termasuk urusan perut.
__ADS_1
"Iya, jadi kita bisa makan enak setiap hari," April terpaksa berbohong. Mana mungkin dia jujur kalau uang yang dia gunakan untuk membeli semua itu adalah pemberian Januar? Bisa tamat riwayatnya seketika.
"Asik deh naik gaji, kita ke mall yuk. Sudah lama aku tidak membeli baju baru,"
"Belanja lewat online saja ya, aku capek mau istirahat,"
"Oke, tapi aku minta uangnya ya?"
"Iya, jangan lebih dari tiga ratus ribu loh,"
"Iya, tenang saja."
Juli pergi ke kamar, dia mengambil ponsel dan membuka aplikasi jual beli online. April memesan sebuah kemeja dan satu buah celana jeans. Setelah memesan, dia keluar dari aplikasi tersebut dan membuka sosmed miliknya.
Mata Juli melotot saat membaca status anak dari tetangganya, status itu seperti sedang menyindir seseorang.
"Pergi pagi, pulang pagi. Diantar Om Om ganteng pula, mungkinkah dia jadi simpanan Om Om itu? #Canda Om Om,"
Juli menggerutu, dia yakin betul kalau orang yang disindir oleh anak tetangganya adalah April sang kakak. Tapi Juli sungkan untuk membalas, dia malas ribut dengan orang apa lagi di sosmed.
Biarkan saja anjing menggonggong kafilah berlalu, nanti dia juga akan diam sendiri kalau sudah lelah berkoar koar. Tapi, wanita bernama Maya itu mana bisa diam? Dia kan memang hobi menyindir orang lain. Termasuk keluarga Juli.
__ADS_1
Bersambung...