Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 22


__ADS_3

Kevin menyadari kesalahannya, tindakan agresif dan kasar yang dia lakukan tempo hari kepada April hanya membuat gadis itu merasa takut. Kevin ingin meminta maaf pada April, dia ingin memulai dari awal lagi, berteman lalu berusaha mendapatkan cinta April.


Pagi itu, April baru saja selesai masak sarapan untuk adiknya. Dia menata aneka ragam makanan diatas meja, juga satu teko teh manis hangat dan dua gelas kosong dengan rapih.


"Juli, sarapan sudah siap," teriak April.


"Iya Kak," sahut Juli.


Baru saja Kakak beradik itu membalik piring mereka, seseorang datang mengetuk pintu berulang ulang.


Tok... Tok... Tok...


April menarik nafas berat, dia harus mengabaikan perutnya yang lapar untuk membuka pintu.


Klak...


Pintu terbuka, bayang wajah Kevin muncul dari balik pintu kayu itu.


"Kevin, mau apa kamu kesini?" April memasang raut wajah tidak suka.


"Aku kesini mau minta maaf, aku tidak akan menyakitimu jadi jangan takut ya," ucap Kevin.


"Aku sudah memaafkan kamu, jadi pergi dari sini. Sebelum adikku melihatmu dan menyengat tubuhmu hingga gosong dengan tongkat listrik," April mencoba menakut nakuti Kevin.


"Ah, dia jahat sekali," gerutu Kevin.


"Kamu bahkan jauh lebih jahat," sindir April.


"Baiklah, aku akan pergi. Tapi kamu mau memaafkan aku bukan?" Tanya Kevin.


"Iya, aku memaafkan kamu. Tapi jangan pernah muncul di depanku lagi!" Pinta April.


"Kalau itu aku tidak bisa, aku cinta kamu. Aku masih mau berusaha untuk meraih hatimu."


Januar muncul, dia mendengar segala hal yang diucapkan Kevin. Januar naik darah, dia menarik kerah kemeja yang dikenakan oleh Kevin dan mengangkatnya tinggi tinggi.


Kevin tercekik, wajahnya memerah karena kesulitan bernafas. April merasa tak tega, dia menepuk bahu Januar agar segera melepaskan Kevin.

__ADS_1


"Uhuk... Uhuk..." Kevin terbatuk.


"Jauhi istriku!" Bentak Januar.


"Apa Istri? Sejak kapan kalian berdua menikah?" Kevin sangat terkejut.


"Sejak lama," sahut April.


"Kenapa aku tidak diberi tau?" Tanya Kevin lagi.


"Untuk apa aku memberi tahu kamu? Sebaiknya kamu pergi dari sini, atau dia akan mengajar kamu!" Usir April.


Kevin mengikuti perintah April, dia berjalan dengan lesu dan lemas. Wanita yang dia cintai ternyata telah menikah secara diam diam dengan pria lain, Kevin kecewa dan patah hati.


"Aku masih belum mau menyerah, lihat saja aku pasti akan merebut kamu darinya," batin Kevin.


Januar memeluk April, dia cemas pada keadaan istri keduanya itu. Bagaimana tidak cemas? Baru saja pulang dia sudah melihat April digenggam tangannya oleh pria lain. Apa dia benar benar harus memperkerjakan seorang penjaga di rumah itu untuk menjaga April?


"Untung saja aku tidak datang terlambat," seloroh Januar.


"Dia tidak menyakiti aku, dia hanya mengucapkan cinta saja," ucap April.


"Sudah, jangan bahas dia lagi. Sekarang lebih baik kita makan saja."


🍄🍄🍄


Selesai makan, April mengajak Januar menonton televisi. Kegiatan sederhana yang bisa menjadi alasan untuk mempererat komunikasi suami dan istri, sementara Juli memilih untuk mengurung diri didalam kamar karena tidak mau mengganggu romantisme suami istri itu.


"Bagaimana kabar nona Mei?" April membuka obrolan.


"Dia baik baik saja," sahut Januar malas.


"Apa dia tau anda datang ke sini?" Tanya April.


"Tau," sahut Januar pelit.


"Apa dia tidak marah padamu?" April masih saja cerewet dan membuat konsentrasi Januar saat menonton tv pecah.

__ADS_1


"Berhentilah mengkhawatirkan perasaan orang lain, pikirkan saja perasaanmu sendiri," oceh Januar.


April terdiam, dia senang karena ternyata Januar memiliki perhatian lebih padanya. April sangat suka, khususnya saat pria itu terlihat cemburu karena ulah Kevin tadi.


April rela diganggu Kevin setiap hari, asal dia bisa melihat ekspresi wajah cemburu seorang Januar. Dengan begitu, dia merasa dicintai dan berharga dalam hidup Januar. Bukan hanya sekedar dijadikan pelampiasan hasrat membaranya saja.


"Aku ingin minta maaf padamu," Januar memandang wajah April dengan tatapan teduh.


"Kenapa meminta maaf?" April bingung.


"Aku belum bisa menepati janjiku untuk menjadikan kamu istri satu satunya, karena Mei tiba tiba saja mengaku hamil," Januar memasang wajah bersalahnya.


"Tidak apa apa, jadi istri kedua pun aku terima. Asal kamu mau berjanji untuk bersikap adil pada kami. Tapi, apa nona Mei mau menerima aku menjadi madunya?"


"Mau tidak mau dia harus mau, aku adalah kepala keluarga. Dia harus mematuhi segala perintah dan keinginanku,"


"Tapi aku merasa tidak enak padanya," April menundukkan wajah.


"Kalau tidak enak kasih ke kucing saja," Januar sedikit menahan tawa diujung bibirnya.


April kesal, dia mencubit pinggang Januar kuat. Disaat serius seperti itu bisa bisanya Januar menggodanya dengan candaan receh tak berkualitas.


"Hentikan April! Itu sangat sakit!" Omel Januar.


"Salah sendiri kamu berani menggodaku!" April terus mencubit pinggang Januar.


🍄🍄🍄


Dirumahnya...


Mei terus menangis di depan meja rias, dia menatap wajahnya yang kusut dan terlihat begitu kacau. Benar benar sangat memprihatinkan dan tidak sedap dipandang mata, sama seperti nasibnya kini.


Mei tidak kuat membayangkan jika suaminya saat ini sedang berhubungan dengan wanita lain. Terlebih, semenjak ketahuan berselingkuh dengan Justin Januar tidak pernah lagi mau menyentuhnya.


Mei kesepian, dia rindu belaian kasih dan sayang suaminya.


"April, awas saja kamu. Aku akan membuat perhitungan denganmu!" ucap Mei penuh dendam dan benci.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2