Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 50


__ADS_3

Januar berangkat ke kantornya pagi itu dengan hati dan perasaan penuh semangat. Dia menyapa para pegawainya dengan senyum dan kalimat ramah yang membuat siapa saja yang mendengarnya merasa terperangah.


Seperti biasa, Rudi membuatkan Januar secangkir kopi hitam. Tapi kali ini Rudi mencampur kopi itu dengan ramuan cinta yang telah diberikan oleh Jesi.


"Silahkan Pak kopinya," ujar Rudi.


"Oke, terimakasih," sahut Januar sambil membuka berkas dan memeriksanya satu persatu.


Satu teguk, dua teguk, lama lama kopi di cangkir itu habis diminum oleh Januar. Tubuh pria itu mulai mengeluarkan reaksi seperti yang diharapkan oleh Rudi dan Jesi. Tak lama, Jesi muncul. Dia memeluk tubuh Januar dan meraba raba area sensitifnya.


"Sayang, aku tau kamu sedang menginginkan itu. Aku siap untuk melayani kamu saat ini juga," bisik Jesi.


"Wanita sialan! Ini pasti ulah nakal mu bukan?"


"Ayolah Januar, jangan munafik. Dulu kamu begitu memuja tubuh dan kinerjaku," Jesi tertawa bangga.


Jesi mulai mengambil inisiatif, Januar mendorong dan menghempaskan tubuh wanita itu menjauh. Meski tubuh Januar sedang lemah dan dikuasai oleh n*fsu, pria itu masih bisa mempertahankan diri.


Brak...


Pintu dibuka secara paksa dari luar oleh seorang petugas keamanan, sosok Desi muncul dibalik sosok pria berpakaian satpam itu.


"Ingin menjadi kucing murahan dengan mencuri ikan premium milikku Nona? Langkahi dulu mayatku!" Ucap April penuh amarah.


April menampar pipi Jesi berkali kali, menjambak rambutnya dan mendorongnya keluar ruangan.


"Penjaga, seret dan keluarkan wanita gila itu dari kantor suamiku. Priksa siapa saja orang yang bersekutu dengannya di kantor ini!" Perintah April.


"Baik, Nona."

__ADS_1


Januar tersenyum puas, dia melihat wajah Jesi babak belur dengan rambut acak acakan seperti rumput kering di pekarangan. Januar bangga pada April, dia tidak hanya wanita tangguh, tapi juga pandai menjaga sesuatu miliknya yang berharga.


April kembali menutup pintu ruangan Januar, karena rusak April mengganjalnya dengan dua buah bangku.


"Mendekat padaku sayang, biar aku obati rasa tidak nyaman mu itu," ucap April sambil memasang pose seksi.


Hari itu, untuk pertama kalinya. April dan Januar bermain liar di dalam kantor, untung saja ruangan itu kedap suara, jadi tidak ada orang lain yang bisa mendengar suara sakral mereka berdua.


🍄🍄🍄


April terbangun, dia bersandar pada bahu Januar yang sedang terduduk diatas sofa bed.


"Bagaimana bisa kamu sampai ke kantorku? Aku belum pernah mengajakmu kesini," Januar menaikan alisnya sebelah.


"Aku mengikuti kamu," sahut April.


"Mengikuti aku?" Januar terkejut.


"Oh, begitu. Terimakasih ya, kamu datang tepat waktu,"


"Kamu harus memberi wanita gatal itu pelajaran, aku belum puas jika belum melihatnya menderita,"


"Kenapa kamu jadi jahat seperti itu?" Januar sedikit menyunggingkan senyum.


"Aku bisa berubah menjadi seekor singa betina jika pria kesayanganku mau direbut oleh orang lain," ucap April.


"Astaga, kamu manis sekali." Januar mencubit pipi tembem April dan menarik hidungnya pelan.


🍄🍄🍄

__ADS_1


Jesi kembali ke rumahnya dengan perasaan malu, dia sukses dipermalukan oleh April didepan orang banyak hari itu. Salah satu dari orang itu bahkan ada yang mengambil Videonya, bagaimana kalau nanti video itu viral? Apa yang harus Jesi lakukan?


Jesi kesal karena keinginannya dan rencananya digagalkan oleh April, dia mengamuk dengan memecahkan barang barang yang ada diruang tengah rumahnya.


Ambar Ibu dari Jesi keluar kamar, dia panik ketika melihat putri semata wayangnya bersikap seperti orang gila.


"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kamu jadi kacau seperti ini hah?" Tanya Ambar.


"Semua karena April Bu, dia mengacaukan rencanaku," tutur Jesi sambil menangis.


"April siapa?" Ambar bingung.


"April istri Januar,"


"Jangan bilang kamu masih mengharapkan cinta dari pria beristri itu?"


"Aku mencintainya Bu,"


"Kamu mau menjadi pelakor? Ingat ini nak, pelakor tidak akan pernah menang, hidupnya akan sengsara hingga akhir hayat," Ambar mencoba memberi nasihat.


"Aku tidak peduli Bu, aku hanya ingin Januar saja!" Jesi menolak nasihat itu.


"Kamu sudah gila, aku harus membawamu ke rumah sakit jiwa!" ucap Ambar lirih.


Sementara itu, berita tentang Jesi yang dihajar oleh April tersebar luas. Berita itu sampai kepada Mei dan Justin, mereka tak percaya wanita pendiam dan polos seperti April bisa menghajar pelakor hingga babak belur.


"Bagaimana kalau wanita yang di vidio itu melaporkan April ke kantor polisi?" Tanya Mei pada Justin.


"Dia tidak akan berani melakukan itu, Januar akan menggunakan kekuasaannya untuk melindungi April. Mana mungkin ada yang berani macam macam pada istri Januar," ucap Justin.

__ADS_1


"Iya, kamu benar juga. Januar orang paling di segani di kota itu."


Bersambung...


__ADS_2