Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 29


__ADS_3

Mei keluar dari kediaman Januar, dia membawa sebuah tas berukuran besar berwarna hitam pekat. Malam itu hujan turun sedikit deras, Mei berteduh di Halte bus yang sedang sepi pengunjung.


Mei mengirim pesan pada Justin untuk menjemputnya dan setengah jam kemudian Justin pun datang. Justin turun dari mobil menghampiri Mei, dia menatap Mei dengan tatapan Iba karena saat itu Mei terlihat begitu kacau.


"Dia mengusirku," ucap Mei.


"Masuk ke dalam mobil dulu, lanjut ceritanya nanti kalau sudah sampai di rumahku,"


"Oke."


Mei masuk kedalam mobil Justin, mereka melesat pergi menyusuri jalanan Ibukota yang kebetulan sedang sepi kendaraan.


Dirumahnya, Januar merasa sedikit cemas pada Mei. Dia khilaf mengusir Mei dari rumah saat malam hari, dalam kondisi hujan pula. Tapi untuk apa Januar khawatir dan Iba padanya? Dia seorang penipu yang bahkan tidak layak untuk dikasihani.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Justin, Mei bercerita tentang awal mula kebohongan terungkap oleh Januar. Mendadak dia menstruasi dan tembus hingga ke roknya. Benar benar apes, nasib sial mengikuti Mei hari itu.


Bukannya merasa prihatin, Justin malah tertawa mendengar cerita Mei. Dipikir pikir memang sedikit lucu juga, dan mungkin memang sudah saatnya kebohongan Mei terungkap.


"Sudahlah, terima nasib saja. Mungkin memang jodohmu dan Januar hanya sampai disitu," ujar Justin.


"Kamu sendiri bagaimana? Apa kamu menyerah begitu saja pada April?" Mei memutar balikan fakta.


"Entahlah, aku tidak tau. Sampai sekarang aku belum berani menemuinya lagi, terlebih mata Januar tidak pernah lepas darinya,"


"Aku tidak rela kalah begitu saja, jika aku tidak bisa bersama Januar makan April juga tidak boleh bahagia bersamanya," ucap Mei.


🍄🍄🍄

__ADS_1


Pulang dari tempat kerja, januar langsung pergi ke rumah April. Dia ingin menceritakan soal kebohongan Mei kepadanya. Juga, dia ingin mengajak April rujuk karena sudah tidak ada lagi yang mengganggu hubungan mereka berdua.


Januar turun dari mobilnya, dia menghampiri April yang sedang menyapu teras rumahnya. Wanita itu nampak cantik dalam balutan daster bermotif bunga bunga. Wajah polos tanpa make up dan tubuh segar seperti baru saja selesai mandi sore.


April menoleh kearah Januar, Januar langsung melempar senyum semanis madu. Tentu saja April membalasnya, dia tidak akan pernah bisa mengabaikan senyum semanis itu.


"Tumben mampir kesini?" Tanya April.


"Iya, aku ingin berbicara empat mata denganmu,"


"Sebaiknya kita masuk saja ke dalam," ucap April.


Keduanya masuk ke ruang tamu dan saling duduk berhadapan. Jantung Januar berdetak kencang, dia takut sekali ditolak saat mengatakan ingin rujuk pada April.


"Apa yang mau kamu katakan?" Tanya April.


"Benarkah? Tega sekali dia. Lalu akhirnya bagaimana?" April memasang wajah antusias.


"Emh... Aku mengusirnya dari rumah dan aku memutuskan untuk bercerai darinya," sahut Januar.


"April, sekarang sudah tidak ada yang menghalangi hubungan suci kita. Apa kamu mau rujuk kembali denganku?" Lanjut Januar.


April tidak langsung menjawab, dia terdiam sejenak seperti sedang berpikir. April masih mencintai Januar tapi dia ragu untuk merajut rasa kembali bersama pria itu. Takut Mei kembali muncul dan mengganggu hubungan mereka, takut dia disia siakan setelah Januar merasa bosan padanya.


"Kenapa berpikirnya lama sekali? Tinggal bilang iya atau tidak saja!" Desak Januar. Dia tidak sabar menanti jawaban dari seorang April.


"Aku... Aku mau kembali denganmu. Tapi berjanjilah dulu padaku," pinta April.

__ADS_1


"Janji apa?" Tanya Januar.


"Berjanjilah kamu akan selalu setia dan tidak akan pernah meninggalkan aku," ucap April.


"Ya, aku berjanji." Januar mengucapkannya secara lantang.


Keduanya resmi berbaikan, saking senangnya mereka langsung saling peluk dan cium satu sama lain. Juli yang baru saja pulang dari warung merasa kaget saat melihat sepasang mantan suami istri itu berpelukan.


"Kalian berdua sudah berbaikan?" Tanya Juli penasaran. April dan Januar langsung melepaskan pelukan mereka.


"Iya, kami sudah berbaikan. Emhmmm... Kami berencana untuk rujuk," jawab April malu malu.


"Kalau begitu, minta dinikahi secara sah saja. Jangan mau kalau hanya dinikahi secara siri," celetuk Juli.


"Oke, aku akan menikahi Kakakmu secara sah," ucap Januar.


"Nah, begitu dong." Juli manggut manggut pelan.


Sore itu, April memasak untuk makan malam dibantu oleh Juli dan Januar. Makan malam nanti sepertinya akan berjalan dengan seru dan meriah dengan kedatangan anggota keluarga baru. Rumah yang sepi, mendadak jadi tambah ramai.


"Aku sayang kamu, tidak ada yang lain di hatiku selain kamu," bisik Januar pada April sembari memotong motong sayuran.


"Astaga, perutku mual mendengarnya. Kalau memotong sayuran harus fokus, mata jangan kemana mana!" Sindir Juli pedas. April dan Januar hanya saling memandang dan tertawa saja.


Dasar Juli! seperti tidak tau bagaimana pasangan yang sedang dimabuk asmara saja.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2