Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 11


__ADS_3

Tanpa April ketahui, Januar mengamati pertengkarannya dengan Kevin dari jauh. Bukannya menolong, Januar malah tertawa sambil memasang wajah bangga.


"Ternyata April wanita baik baik, buktinya dia tidak mudah digoda oleh pria lain walaupun pria itu lebih muda dan mempesona dariku." Gumam Januar lirih.


Januar membuntuti April yang diantar oleh temannya dengan menaiki sepeda motor. Semua dia lakukan untuk berjaga jaga kalau pria nekat itu kembali mendekati dan memaksa April.


Meski selalu tampil sederhana, April sangat manis dan menggoda. Wajar saja jika banyak pria yang suka padanya, sepertinya Januar harus memperkerjakan seorang penjaga keamanan untuk mengawal keselamatan istri mudanya dari jauh.


Januar tidak suka barang miliknya disentuh oleh pria lain, apa lagi kalau pria itu suka memaksa dan tidak menerima penolakan.


Tiba tiba saja ponsel Januar bergetar, Mei menelponnya mungkin karena hari ini Januar pulang terlambat. Jika Mei tiba dirumah duluan dan tidak ada Januar disana, dia akan langsung menelfon dan marah marah meminta Januar pulang.


Setelah memastikan April aman tiba sampai rumah, Januar bergegas pulang ke rumahnya. Disana, Mei sudah menunggunya dengan membawa sebuah kejutan.


🍄🍄🍄


"Kenapa lama sekali belum sampai juga? Mampir kemana dulu dia?" Mei mendengus kesal.


Mei mondar mandir didepan pintu seperti setrikaan yang rusak. Pak Desta hanya geleng geleng kepala saja melihat kelakuan aneh majikannya.


Tak lama, terdengar suara mobil terparkir dihalaman rumah. Mei segera membuka pintu dan bergegas menuju suaminya.


"Sayang..." Mei berlari dan menjatuhkan tubuhnya ke pelukan Januar.

__ADS_1


"Ada apa ini? Sepertinya kamu senang sekali?" Januar penasaran.


"Aku terpilih ikut lomba foto model se-Asia yang diadakan di kota sebelah," Mei melompat lompat kegirangan.


"Benarkah? Selamat ya, aku pasti akan selalu mendukungmu," ucap Januar.


"Terimakasih, kamu memang suami yang perhatian." Mei mencium pipi kanan dan kiri suaminya secara bergantian.


Dalam hati, Januar selalu menggerutu. Dia selalu memberi dukungan, semangat dan perhatian untuk Mei. Tapi Mei tidak pernah melakukan semua itu, jangankan memberikan dukungan dan perhatian, melayani diatas ranjang saja jarang.


"Ayo masuk, kita rayakan momen bagus ini dengan makan malam bersama. Aku sudah memasak banyak makanan enak untuk kita," ajak Mei. Januar hanya merespon dengan senyuman.


Kediaman April ...


"Sebenarnya ada apa? Kenapa Kak April menangis?" Tanya Juli pada Novi.


"Kevin datang ke toko, dia memaksa Kakakmu untuk ikut bersamanya. Kakakmu menolak, tapi Kevin tetap memaksa dengan kekerasan," sahut Novi.


Juli melongo, dia seolah tak percaya pria manis dan lembut seperti Kevin bisa bersikap kasar pada perempuan. Apa semua karena cinta yang ditolak oleh Kakaknya kemarin? Benar benar tidak masuk akal, di tolak cinta saja marah, seperti tidak ada wanita lain saja!


"Sudahlah Kak, jangan menangis. Besok besok kalau pergi bawa alat pelindung diri, seperti botol lada bubuk atau tongkat sengat listrik yang bisa digunakan saat darurat," pesan Juli.


"Aku mana punya semua itu," ucap April.

__ADS_1


"Aku punya, aku akan meminjamkannya pada Kakak," sahut Juli.


"Kamu dapat semua itu dari mana?" Novi sedikit terkejut.


"Aku membelinya secara online. Aku kan gadis cantik, imut dan lucu, jadi aku harus punya dua benda penting itu." Juli nyengir nyengir kuda.


Setelah April tenang, Novi meninggalkan April bersama Juli. Dia pergi ke dapur untuk memasak makan malam. Sepertinya malam itu Novi harus menginap agar April memiliki teman ngobrol. Biasanya orang yang sedang tertekan dan takut pada sesuatu sangat membutuhkan teman ngobrol.


Selama ini, April selalu baik pada Novi. Saat Novi kesusahan, April selalu ada untuk menolongnya. Sekarang saatnya Novi membalas budi baik April, terlebih sesama teman memang harus saling bukan?


Selesai memasak, Novi menghidangkan makanan pada Juli dan April.


"April, makan dulu ya. Setelah ini kamu mandi lalu pergi tidur, malam ini aku mau menginap. Aku ingin menemani kamu, boleh kan?" Tanya Novi.


"Tentu saja boleh, aku sangat senang kalau kamu mau menginap disini menemaniku. Terimakasih ya, kamu sangat peduli dan perhatian padaku," sahut April.


Rezeki dari Tuhan tidak melulu berbentuk makanan ataupun uang, teman yang baik juga merupakan sebuah rezeki tersendiri untuk disyukuri.


Menu makan malam saat itu adalah nasi goreng spesial buatan Novi, hanya nasi goreng saja karena memang di dapur April hanya tersisa beberapa centong nasi saja.


Novi bisa memahami kesulitan ekonomi yang sedang dirasakan oleh April dan Juli, wajar mereka hidup sederhana dan makan seadanya, beban hutang yang sedang Kakak beradik itu tanggung lumayan banyak.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2