
Nasib orang tidak ada yang tau, dulu menjadi foto model dan memiliki banyak penggemar. Tapi kini Mei malah menjadi seorang penjaga toko pakaian yang letaknya ada di samping pasar tradisional.
Upah yang tadinya puluhan juta turun drastis jadi hitungan juta. Meski begitu Mei merasa bersyukur, dia masih bisa mencari uang tanpa harus berpose dan menanggalkan pakaiannya.
Sebenarnya Mei memiliki banyak tabungan, dia bisa saja membuka usaha sendiri. Tapi saat ini dia masih butuh ketenangan, dia masih enggan untuk berpikir rumit dan melakukan sesuatu yang menambah beban pikiran.
"Eh, itu bukannya Mei anaknya pak Agung?"
"Iya, betul. Kenapa memangnya?"
"Aku dengar dia sudah menjadi janda. Kasian ya, cantik cantik jadi janda,"
"Ngomongnya jangan keras keras dong, nanti kalau dia dengar tersinggung loh,"
Obrolan dua tukang becak yang mangkal di depan toko "BERKAH" tempat Mei bekerja akhirnya sampai ke telinga Mei. Mei sama sekali tidak tersinggung, untuk apa dia tersinggung? Toh yang mereka katakan itu benar kalau Mei memang seorang janda.
Sepertinya Bu Harti juga mendengar obrolan dua tukang becak itu, dia menghampiri Mei dan mencoba untuk menenangkan perasaan Mei.
"Jangan didengarkan omongan orang yang kurang bermutu tentang kita ya Mei. Nanti kamu stres dan pusing sendiri,"
"Iya Bu, Mei juga berusaha untuk bersikap cuek pada orang orang yang suka menggunjing Mei,"
"Namanya juga mahluk hidup Mei, pasti ada kurangnya dan tidak mungkin bisa sempurna. Tapi bukan manusia namanya kalau tidak suka menggunjing kekurangan orang lain dan lupa pada kekurangan diri sendiri,"
"Ah... Ibu, bisa saja."
Menjelang sore, pengunjung toko berdatangan. Rata rata dari mereka adalah langganan setia toko "BERKAH". Mereka sengaja datang saat sore hari untuk menghindari terik matahari yang terasa menyengat hingga membakar kulit.
Benar tebakan wanita paruh baya itu, tokonya menjadi ramai berkat kedatangan Mei. Mei sangat luwes dalam melayani pelanggan, dia juga ramah dan murah senyum.
__ADS_1
Anehnya, kebanyakan dari mereka adalah pria. Yang tanpa pemilik toko ketahui kalau para pria itu adalah penggemar berat Mei saat dia masih bekerja sebagai foto model majalah dewasa.
"Kak, kenapa berhenti jadi foto model?" Tanya salah seorang dari pria itu.
"Aku ingin istirahat sebentar," Mei terpaksa berbohong. Dia tidak mau mengecewakan penggemarnya dengan mengatakan ingin berhenti total dari dunia permodelan.
"Dia bilang apa tadi? Model? Jadi Mei seorang mantan foto model?" Batin Harti seperti tak percaya.
🍄🍄🍄
Di alun alun kota...
Justin merasa perasaanya pada April telah hilang dan beralih pada seseorang yaitu Mei. Wanita yang dia dekati hanya untuk bersenang senang dan dimanfaatkan uangnya saja.
Tiba tiba dia merasa rindu pada tawanya, candanya dan ucapan nakalnya. Ini gila, dia jatuh hati pada wanita yang bukan tipe idealnya sama sekali. Sedang apa Mei disana? Apa dia merindukan Justin sama seperti Justin merindukan dia?
"Bro, apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanya Ardi pada temannya yang terlihat sedang melamun.
"Jangan jangan kamu jatuh hati sungguhan ya sama bintang majalah panas itu?"
"Sepertinya sih begitu,"
"Kalau begitu, kenapa kamu tidak susul dia saja ke kampung halamannya? Kamu tau alamatnya kan? Pasti tau dong, kamu kan mantan asistennya,"
"Tau sih, tapi...." Justin menahan ucapannya.
"Tapi apa?" Ardi penasaran.
"Aku takut sama Bapaknya. Dia pasti tau kalau aku adalah selingkuhan Mei, penyebab retaknya hubungan Januar dan Mei," lanjut Justin.
__ADS_1
"Jadi cowok yang gentle donk, berani berbuat ya harus berani bertanggung jawab. Lagian kamu kan belum mencoba mendekati Ayah Mei, masa sudah menyerah saja,"
Justin terdiam memikirkan ocehan temannya. Betul kata Ardi, tidak ada salahnya mencoba memperjuangkan cinta dan meluluhkan hati calon mertua. Sesusah apapun itu, asal dilakukan dengan telaten maka akan memberikan hasil yang kita inginkan.
"Jadi bagaimana? Mau menyerah begitu saja apa lanjut berjuang nih?" Tanya Ardi.
"Sepertinya aku akan lanjut, aku akan buktikan kepadamu kalau aku adalah pria yang gentle,"
"Nah, gitu dong. Itu baru temanku."
🍄🍄🍄
Saat sedang senggang, Harti mengambil ponselnya dan membuka aplikasi pencarian. Dia menulis nama Mei dan muncullah beberapa foto panas dan biodata seorang model yang wajahnya mirip sekali dengan Mei.
"Apa? Jadi Mei mantan foto model majalah dewasa?" Harti terperangah.
"Untung saja Agung gaptek, kalau tidak dia bisa mati terkena serangan jantung gara gara melihat foto ini. Pantas saja Mei terlihat begitu cantik dan menarik, ternyata dia mantan foto model," Bu Harti bergumam panjang lebar sendiri.
"Bu, sedang lihat apa? Sepertinya serius sekali," Mei mencoba mengintip isi layar ponsel Bu Harti tapi wanita itu menutupinya.
"Aku tidak sedang lihat apa apa kok, hanya sedang baca gosip tentang artis saja," ujar Bu Harti.
Mei mengerutkan keningnya, dia yakin sang Bos sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi apa itu? Mei benar benar penasaran.
"Sudah selesai belum beres beresnya?" Bu Harti mengalihkan pembicaraan.
"Sudah, mau tutup toko sekarang?"
"Iya, tutup saja. Kita pulang, sudah sore nanti keburu gelap,"
__ADS_1
"Oke..."
Bersambung...