Istri Simpanan Tuan Januar

Istri Simpanan Tuan Januar
Bab 15


__ADS_3

Lelah bertengkar, Januar menyeret April dan meninggalkan Mei bersama dengan Justin begitu saja. April merasa tak enak hati, tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain patuh.


"Apa tidak apa apa kalo kita pergi begitu saja?" April menatap Januar yang sedang fokus mengemudi.


"Aku sudah muak dengan mereka berdua, aku tidak sudi berlama lama bertatap muka dengan dua penghianat itu," desis Januar kesal.


"Sabar ya, mungkin ini semua adalah cobaan dari rumah tangga Tuan," April mencoba menenangkan hati suaminya itu.


Januar menghela nafas berat, dia diam dan suasana didalam mobil menjadi hening. April tak berani mengeluarkan suara, dia hanya diam seperti patung sambil sesekali mencuri pandang kearah Januar yang sedang berselimut amarah dan rasa benci.


April dan Januar tiba dihalaman rumah April, waktu sudah menunjukan pukul 23.00 malam. Karena sudah larut, Januar memaksa April untuk menerimanya menginap dirumah itu.


"Sebaiknya Tuan pulang saja, aku takut digrebeg warga sama pak RT," oceh April.


"Untuk apa takut? Kita kan suami istri. Aku pegang bukti kita sudah menikah secara siri, suratnya selalu aku bawa kemanapun aku pergi," tutur Januar.


"Tapi, aku belum siap kalau Juli dan semuanya tau. Lagi pula kita akan bercerai nantinya, aku tidak mau dicemooh saat menjadi janda," April memajukan bibirnya beberapa senti ke depan.


"Siapa yang mau menceraikan kamu? Sejak kemarin aku sudah mengangkat mu menjadi istriku satu satunya secara resmi," ucap Januar.


"Apa?" April terkaget kaget.


Januar masuk kedalam rumah, Juli yang sedang menonton Tv terkejut melihat kedatangan Januar secara tiba tiba.


"Tuan?" Juli melongo. April muncul dan berdiri di sebelah Januar.


"Kakak, kenapa Tuan Januar bisa ada disini?" Juli menatap dengan tatapan penuh selidik.


"Nanti aku ceritakan ya," sahut April.

__ADS_1


"Jangan mengobrol terus, cepat siapkan air hangat aku mau mandi!" Perintah Januar.


"Tengah malam begini? Yakin mau mandi?" Tanya april.


"Iya, cepat sana!" Januar mendorong tubuh April kearah pintu belakang.


Januar sedang asik mandi didalam kamar mandi yang sempit, meski sempit dan kurang nyaman tapi kamar mandi itu terlihat bersih. Januar mengenakan sampo dan sabun berbau strawbery milik April, dia tersenyum karena aroma itu sangat menenangkan.


Sementara itu di ruang tv...


"Apa? Kakak sudah menikah siri dengan Tuan Januar?" Juli terkaget kaget hingga kedua bola matanya mau lepas dari tempatnya.


"Iya," sahut April singkat.


"Gila, Kakak benar benar gila! Pria itu sudah memiliki istri," Juli menunjukan rasa tidak sukanya pada keputusan April.


"Mereka akan segera bercerai," cerita April.


"Bukan, Nona Mei kepergok selingkuh dengan Justin mantan pacar Kakak. Kamu ingat kan?"


"Ya, aku ingat,"


"Ternyata dia sekarang bekerja jadi asisten Nona Mei, dan dia juga sepupu dari Tuan Januar,"


"Ha... Ha... Ha... Kenapa bisa kebetulan sekali. Dunia percintaan memang membingungkan ya, itu kenapa aku lebih suka jomblo daripada punya pacar," Juli merasa senang karena keputusannya untuk jomblo ada bagusnya.


"Kamu bilang begitu karena belum pernah merasakan digigit burung puyuh," celetuk Januar sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk.


"Tuan, jangan bicara seperti itu dengan anak kecil!" Omel April.

__ADS_1


"Pertama, aku bukan anak kecil. Kedua, burung puyuh itu apa?" Juli menatap mata Kakaknya dalam dalam. April menepuk jidatnya sendiri dengan tangan karena gemas sang adik kelewat polos.


🍄🍄🍄


"Tolong pijit punggungku," perintah Januar.


Sepertinya malam ini April tidak bisa tidur nyenyak, sudah lewat dini hari dia masih saja diperintah melakukan ini dan itu padahal kedua matanya sudah sangat mengantuk.


"Tuan, apa Anda tidak mengantuk? Aku mengantuk sekali, aku ingin tidur. Besok aku harus pergi ke tempat kerja," keluh April.


"Keluar dari tempat kerja, kamu cukup makan dan tidur saja dirumah. Kalau aku datang kamu layani aku," cicit Januar.


"Kalau aku berhenti bekerja siapa yang akan mencukupi kebutuhanku dan adikku?"


"Tentu saja aku, aku kan suamimu. Aku bertanggung jawab penuh atas hidupmu, kalau kamu perlu uang tinggal minta saja."


Blush....


Hembusan angin segar menerpa hati dan wajah April, dia merasa tersanjung dengan kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Januar. Baru kali ini April merasa dicintai secara tulus oleh laki laki itu, dan laki laki itu adalah Januar suami kontraknya.


"Jadi, Anda bersungguh sungguh akan menjadikanku istri satu satunya dan membatalkan perjanjian perceraian diantara kita?" April masih sedikit ragu.


"Ya, asal kamu setia kepadaku," sahut Januar.


"Tenang saja Tuan, aku akan setia kepada Anda. Aku berjanji tidak akan main serong pada pria lain, kecuali Anda dulu yang memulainya," ucap April sambil mengangkat tangan kanannya keatas dengan tinggi.


Dari kamar sebelah, Juli bisa mendengar percakapan dua manusia itu. Terdengar sedikit lebay dan menggelikan ditelinga Juli. Sudah dewasa tapi gaya bercintanya masih seperti anak anak.


"Tunggu dulu, kenapa Kak April begitu sangat bersemangat? Jangan jangan Kak April yang jatuh cinta duluan pada Kak Januar?" Batin Juli.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2