
"Makanlah, aku sudah menyiapkan banyak makanan untukmu," ucap Januar pada Mei yang katanya sudah mogok makan sejak pagi.
"Aku tidak mau makan, kecuali kamu berjanji padaku akan meninggalkan April dan menceraikannya," Mei mengajukan syarat yang lumayan berat.
"Aku tidak akan pernah melakukan itu, jika kamu tetap memaksa maka aku akan menceraikan kamu sekarang juga!" Ancam Mei.
"Aku sedang hamil anakmu, kenapa kamu tega sekali padaku?" Bentak Mei.
"Tega katamu? Siapa yang lebih tega? Aku atau kamu? Bilang lelah tidak sanggup melayani karena baru pulang kerja, padahal kamu baru saja melakukan itu dengan Justin diluar sana," Bentak Januar balik.
"Kamu masih saja menyalahkan aku? Kamu juga selingkuh dariku!" Mei tidak mau dituding menjadi penjahat satu satunya.
"Aku selingkuh karena kamu, kamu tidak pernah menjadi istri yang baik untukku. Melayaniku, melakukan tugas tugas kamu sebagai istri!" Januar memperjelas kelalaian yang telah Mei lakukan selama ini.
Mei terdiam, dia malu saat Januar menjabarkan kesalahannya yang membuat Januar berpaling dan menikah lagi. Mei bukanlah wanita baik, tapi apa April adalah wanita baik dimata Januar? Mei mulai merasa iri pada wanita muda itu meskipun sejatinya April tidak melakukan apapun.
Apa yang harus Mei lakukan sekarang agar hubungannya dengan Januar kembali membaik? Merubah kelakuannya dan berusaha menjadi istri yang Januar inginkan begitu? Tapi Januar sudah terlanjur memiliki wanita lain, dan Mei sudah terlanjur merancang sebuah kebohongan besar.
Tubuh Mei gemetar hebat, dia dihantui oleh rasa bersalah dan penyesalan yang begitu besar.
"Mei, kamu kenapa?" Januar panik saat melihat tubuh Mei sedikit menggigil.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa," sahut Mei sambil meringkuk.
"Ini pasti karena kamu telat makan, ayo cepat makan, aku akan menyuapi kamu." Amarah Januar mulai mereda dan rasa kasihan perlahan muncul dibenaknya.
Kali ini Mei menurut pada perintah Januar, dia duduk bersandar pada dinding dan mulai menyantap makanan yang Januar sodorkan. Wajah Mei terlihat begitu tertekan, Januar menyesal karena sudah terlalu keras pada wanita itu.
Januar sangat berharap Mei bisa berubah, tapi meskipun mei bisa berubah, Januar tidak akan pernah melepaskan April dari sisinya. Bagaimanapun, April adalah kesalahan terindah yang pernah dia lakukan selama hidupnya. Wanita terbaik dan mengagumkan yang pernah dia miliki.
Apa Januar tidak terlalu serakah dengan memiliki dua istri? Ah, diluar sana banyak pria yang poligami. Tidak apa apa, yang penting dia bisa memperlakukan istri istrinya dengan baik dan adil.
🍄🍄🍄
Juli keluar dari kamar sambil berlenggang lenggok bak seorang peragawati. Dia mencoba beberapa pakaian yang baru dia beli dan menunjukan kecantikannya pada April. Melihat Juli senang, rasa sakit dan sedih dihati April bisa sedikit diobati.
Juli membawa sebuah Tote bag berukuran mini, dia mengeluarkan lima jenis skincare dari dalamnya.
"Aku membeli ini tadi untuk Kakak, ini agar Kakak terlihat lebih segar dan cantik. Kakak tidak boleh kalah dari istri pertama Tuan Januar, meski hanya pernikahan kontrak Kakak harus buktikan kalau Kakak lebih baik dari dia," ujar Juli.
"Bocah tengil, aku tidak mau bersaing dengan siapapun," seloroh April.
"Aku tidak meminta Kakak bersaing, hanya saja aku ragu kalau Kak Mei sedang mengandung anak Kak Januar. Dia kan punya selingkuhan, sudah pasti dia memakai alat pengaman. Bagaimana dia bisa hamil?" Juli menjelaskan kejanggalan yang dia rasa dari seorang Mei.
__ADS_1
April menarik nafas berat, insting gadis berusia 17 tahun yang sedang duduk didepannya kini sudah mirip dengan seorang detektif saja. Rasanya baru kemarin April mengantar Juli ke bangku sekolah SMP, kepribadian gadis pemalu itu kini sudah berubah.
Juli tumbuh menjadi gadis yang banyak bicara, berani mengutarakan pendapat dibanding April. April merasa bangga bisa memiliki adik perhatian dan baik hati seperti Juli. Semoga hubungan persaudaraan mereka berdua semakin hari bisa semakin erat.
"Kenapa Kakak menatapku seperti itu? Pakai acara senyum segala lagi," gerutu Juli.
"Sekarang kamu jadi pandai berbicara, menggemaskan sekali," April mencubit kedua pipi Juli pelan.
"Juli, kamu harus ingat nasihat Kakak ini. Jangan suka berprasangka buruk pada orang lain, sekalipun orang itu adalah musuh kita. Sudahlah, jangan bahas soal nona Mei lagi, bikin kepala kakak jadi tambah pusing saja,"
April meninggalkan Juli sendirian, dia pergi ke dapur untuk memasak makanan. Saat sedang pusing dan stres, menyantap makanan yang berkuah dan pedas bisa menjadi solusi untuk mengurangi dua hal itu. Pikiran akan plong, mood akan kembali happy, walaupun hanya untuk sejenak saja.
Tapi kalau dipikir pikir, yang dikatakan oleh Juli ada benarnya juga. Mei patut dicurigai telah melakukan sebuah kebohongan, apa lagi sejak awal dia memang telah membohongi Januar dengan berselingkuh dibelakangnya.
Untuk apa April memusingkan itu semua, pasrahkan saja segalanya pada Tuhan. Jika memang Nona Mei berbohong soal kehamilannya, cepat atau lambat kebohongannya akan terbongkar dan dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Kakak, aku minta makanannya," Juli tiba tiba muncul dan membuyarkan lamunan April.
"Enak saja, buat saja sendiri!" ucap April. Dia tidak mau membagi makanan buatannya yang sedikit itu karena takut tidak kenyang.
Bersambung...
__ADS_1