
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
Delvano mengusap kepala Cia yang bersandar di bahunya dengan mata terpejam. Terlalu asyik mengoceh akhirnya gadis itu sampai tertidur lelap dibahu Delvano.
Delvano tersenyum sambil geleng-geleng kepala salut. Dia heran gadis ini sebenarnya lahir dimana kenapa kalau bicara selalu menyerocos seperti orang lomba bicara saja. Menurut Delvano Cia adalah gadis langka yang perlu dilestarikan biar tidak punah.
"Okkhy pelan-pelan saja. Aku takut dia terbangun," ucap Delvano.
"Baik Tuan,"
Delvano menepuk-nepuk pundak Cia seperti seorang Ayah menidurkan putri kecil nya. Wajahnya tersenyum sumringah terlihat jika dia sedang bahagia. Cia malah memeluk tubuh pria itu sambil menggesek-gesekkan wajah nya didada Delvano mencari kenyamanan disana.
Delvano terkekeh geli, deru nafas Cia yang tembus didadanya membuat nya geli sendiri. Namun juga senang. Entahlah, begini mungkin rasanya jatuh cinta. Akibat penyakit aneh yang dia derita membuat nya tak pernah menjalin hubungan dengan wanita. Dan Cia adalah gadis pertama yang masuk kedalam kehidupan Delvano. Delvano berharap jika cia juga yang terakhir baginya.
'Walau kamu itu menyebalkan dan suka membuatku kesal. Tapi sungguh aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Kamu bagai cahaya yang mampu menerangi relung hatiku yang gelap. Semoga kamu adalah jawaban dari doa-doa ku selama ini. Semoga kamu adalah wanita yang akan membawa aku keluar dari gelap ini. Aku sudah jatuh cinta sama kamu Cia. Aku sudah jatuh cinta sejak pertama kali kita ketemu. Semoga kamu juga jatuh cinta sama aku.' Batin Delvano
Delvano pun akhirnya terlelap bersama Cia dengan kepala nya dan kepala Cia yang saling bersandar. Sangat nyaman dalam posisi seperti ini.
Okkhy tersenyum lebar melihat Tuan-nya yang tampak bahagia bersama Cia. Tak pernah dia melihat senyum Delvano semanis itu selama dia bekerja dengan Delvano. Sebagai seorang asisten yang sudah menemani Delvano bertahun-tahun tentu Okkhy mengharapkan kebahagiaan untuk Delvano dan Cia. Semoga keduanya bahagia hingga di persatukan oleh Tuhan.
'Saya berharap Nona bisa mewarnai hidup anda Tuan. Saya yakin kalian akan bahagia. Kalian adalah dua orang yang menurut saya unik. Kalau kalian menikah pasti seru,' ucap Okkhy dalam hati sambil tertawa seperti orang gila
.
.
.
.
.
"Tuan. Nona. Bangun, kita sudah sampai," ucap Okkhy membangunkan kedua orang itu.
Cia mengeliat tapi matanya masih terpejam begitu juga dengan Delvano. Seperti nya kedua orang ini kompak menunjukkan ekspresi wajahnya.
"Astaga," Cia terkejut saat melihat dirinya memeluk Delvano. Sontak saja gadis itu mendorong Delvano saking terkejutnya.
"Bisakah kamu tidak kasar?" Omel Delvano kesal saat Cia mendorong nya.
__ADS_1
"Om, kok bisa sih Cia tidur sambil meluk Om?" Wajah gadis itu merah merona karena malu. "Pasti Om ambil kesempitan dalam kesempatan 'kan?" Cia memincingkan matanya curiga.
"Kesempatan dalam kesempitan," ralat Delvano. "Ck, kamu pikir saya nafsuan apa peluk-peluk kamu segala. Kamu itu yang peluk saya," kilah Delvano.
"Cihh masih enggak mau ngaku aja Om. Tadi juga Om peluk Cia kok. Trus Om bilang, biarin sebentar yaaa saya pengen peluk kamu. Pelukan kamu nyaman banget," seru Cia menirukan suara Delvano tak lupa ekspresi kesal nya.
Delvano menahan tawa. Demi Tuhan gadis disampingnya ini sangat-sangat lucu dan menggemaskan. Akan rugi kalau sampai Delvano melepaskan permata berharga ini.
"Ehem, Tuan. Nona. Apa kita akan menunggu didalam mobil?" Singgung Okkhy kesal dari tadi dia hanya menyaksikan perdebatan kedua orang yang masih duduk dibelakang nya itu.
"Ayo Om. Om Okkhy jangan lupa ayam Cia ya,"
"Baik Nona,"
Delvano dan Cia turun dari mobil. Seperti artis mereka langsung menjadi pusat perhatian. Orang-orang dikampung Cia langsung heboh. Tentu mereka mengenal Delvano karena lelaki tampan itu sering muncul di televisi yang mereka tonton di acara-acara talk show.
"Wahhh Cia datang sama Tuan Delvano,"
"Yaa ampun ganteng banget,"
"Kayak oppa-oppa Korea,"
"Wahh Cia, bawa cowok cakep," seorang Ibu-ibu berdaster menghampiri Cia. "Cia boleh ajak dia foto enggak?" Ibu-ibu itu mengeluarkan ponselnya yang baru dia beli beberapa minggu lalu.
"Ohh boleh Bu De, sekali foto lima puluh ribu," sambil menunjukkan lima garis tangannya.
"Mahal amat Cia." Protes wanita paruh baya itu
"Barang mahal Bu De, sesuai sama harga yang Cia kasih," celetuk gadis itu.
"Perhitungan amat sama Ibu," omel wanita itu mengambil uang didalam baju nya.
Delvano merenggut kesal. Jangan sampai dia disentuh wanita lain bisa alergi dan muntah-muntah dia.
"Ayo Om fo_"
Delvano segera menarik tangan gadis itu sebelum dia dijadikan objek foto prabayar. Benar-benar keterlaluan gadis itu.
"Ehh Cia Bu De belum foto. Kenapa malah pergi," teriak wanita paruh baya itu.
__ADS_1
"Iya Cia saya juga pengen foto. Ini uang nya," ucap yang lainnya.
"Entar aja Bu. Cia jinakkin oppa-oppa nya dulu," teriak gadis itu dari jauh sambil melambaikan tangannya karena tangannya yang satu ditarik oleh Delvano yang kesal.
"Om, kenapa tarik-tarik sihh? Kebiasaan dehhh!" Gerutu gadis itu.
Okkhy mengekor dari belakang sambil menyeret koper Delvano dan tas Cia serta menenteng dua ayam ditangannya. Dia juga dikejar-kejar sama Ibu-ibu dan tetangga Cia. Apalagi Okkhy tidak kalah tampan dari Delvano.
Okkhy berjalan cepat sebelum dirinya di serbu oleh Ibu-ibu berdaster itu.
"Om," renggek Cia saat Delvano menarik tangannya. "Rumah Cia udah dekat jalan nya enggak usah cepat. Tangan Cia sakit,"
Langkah Delvano langsung terhenti saat Cia mengatakan tangannya sakit.
"Yang mana yang sakit? Maaf ya," pria itu langsung meneliti tangan Cia dengan wajah panik nya.
"Ini Om," renggek gadis itu manja.
"Astaga sampai merah. Maafkan saya," Delvano meniup-niup tangan gadis itu. Mungkin karena saking kuatnya dia mencengkram tangan Cia.
"Apakah sakit?" Wajah Delvano tampak panik
"Sakit Om," mulut Cia menggerucut kesal
"Saya tiup yaaaaaa," Delvano meniup-niup tangan Cia yang merah.
Sementara Okkhy merenggut kesal. Dia sudah setengah mati membawa barang-barang ditangannya. Kenapa kedua orang itu malah bermesraan didepannya? Untung saja Ibu-ibu tadi tidak mengejarnya lagi.
"Om, udah jatuh Cia ya sama Cia?" Gadis itu tersenyum menggoda.
Delvano terhenti dia menatap tangan Cia lalu melihat kearah Cia yang tersenyum menggodanya.
"Ck, jangan ge-er. Siapa juga yang jatuh cinta sama kamu," lelaki itu sontak melepaskan tangan Cia.
"Awwwww," rintih Cia.
"Masih sakit? Maaf. Maaf," lelaki itu kembali mengambil tangan Cia dan meniupnya.
Sedangkan Cia menahan tawanya meras berhasil sudah mengerjai Delvano.
__ADS_1
Bersambung....