Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Aditya Asoka


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Adit tengah mengemaskan barang-barang nya. Ia akan kembali ke Jakarta dan menetap disana dalam waktu lama karena kontrak nya disini sudah habis.


Lelaki itu duduk dibibir ranjang. Ia tinggal di mess yang sediakan oleh perusahaan tempat ia bekerja.


"Cia," gumam nya. Nama wanita itu masih saja melekat dan terpatri diotaknya. "Kalau dulu, kepulangan ku adalah bertemu dengan mu tapi sekarang enggak lagi Cia, karena kamu sudah menjadi milik orang lain," ucapnya tersenyum kecut sambil menatap foto-foto nya dengan cia.


Setelah selesai membereskan barang-barangnya. Adit langsung berangkat. Hari ini dia dijemput oleh Ryan. Sebenarnya dia menolak tapi tidak tahu kenapa sahabat nya itu tiba-tiba saja menawarkan untuk menjemput nya.


"Udah beres semua?" tanya Ryan sambil membuka bagasi mobil dan memasukkan barang-barang Adit.


"Udah," jawab Adit. "Tumben loe jemput gue?" Adit menatap Ryan curiga. Tak biasanya playboy ini baik hati mau menjemput nya jauh-jauh dari Jakarta ke Bandung.


"Emang enggak boleh?" Ryan terkekeh. "Loe yang nyetir. Gue lagi malas bawa mobil," kedua lelaki itu masuk kedalam mobil.


Ryan kebetulan ada perjalanan bisnis ke Bandung. Sang asisten sudah kembali duluan. Seperti biasa ia akan menghabiskan malam-malam nya bersama para wanita bayaran. Agar sang Ibu dan sang Kakak yang cerewet nya seperti kaleng robek itu, Ryan rela menyuruh asisten nya pulang duluan.


"Tommy mana?"


"Udah pulang duluan," sahut Ryan sambil menyenderkan mobil nya. "Gimana loe masih tertarik enggak kerja di perusahaan gue?" tawar Ryan.


"Sorry Yan, gue udah taken kontrak di perusahaan Koscielny group milik Tuan Delvano, kalau gue batalin bisa kena denda gue," jawab Adit.


"I know. Gue bisa lunasin," ucap Ryan santai


"Sorry, gue enggak tertarik," tolak Adit terkekeh.


Ryan memutar bola matanya malas. Ya perusahaan Koscielny adalah perusahaan nomor satu, tentu banyak yang berlomba-lomba untuk bisa masuk kesana. Mungkin Adit salah satunya tapi Ryan bukan lah orang yang mau bekerja sama dengan Delvano, sejak Cia menikah dengan Delvano ia tak menyukai lelaki itu.


"Gue tebak, loe pasti habis...." tebak Adit.


"Yup. Sebelum gue balik ke Jakarta. Loe tahu kan nyokap sama Kakak gue punya mata di mana-mana. Jadi harus hati-hati," jawab Ryan.


Adit menggeleng salut. Sahabatnya ini tak pernah bertobat bermain perempuan.


"Enggak takut loe terserang penyakit kelamin?" ucap Adit.


"Enggak. Selama gue punya pengaman," bagi Ryan meniduri wanita adalah hobby yang tak bisa ia hindari. Apalagi ia sangat menyukai wanita yang menyerahkan diri padanya dengan suka rela tanpa ia minta.


"Terserah loe. Kenapa enggak nikah aja?" Adit melirik sahabat nya itu.


"Loe tahu gue enggak mau punya ikatan. Gue pengen bebas dan gue enggak suka di kekang," ujar Ryan sambil bersiul. "Tapi...." dia menghela nafas panjang tampak berpikir.


"Why?" tanya Adit penasaran. "Ada yang nolak loe?" sambung Adit. Akan menjadi sejarah jika ada yang menolak pesona Ryan, setelah Cia.

__ADS_1


"Bukan di tolak. Lebih tepatnya dia enggak tertarik sama gue," kilah Ryan.


Adit ngakak. Lucu sekali, seorang playboy kelas kakap penakluk hati wanita ditolak mentah-mentah. Ahh Adit penasaran seperti apa wanita itu? Karena Adit tahu hanya Cia yang tidak tertarik pada Ryan.


"Apa nya Yan. Sama aja loe itu ditolak," ledek Adit. "Makanya cari cewek yang benar jangan suka main perempuan lagi. Ingat itu hukum karma loe," seru Adit benar-benar senang mengejek sahabat nya ini.


Ryan mendengus kesal. Dia masih ingat saat Dara tidak tertarik sama sekali padanya. Dan besok gadis itu akan datang ke kantor untuk melamar pekerjaan. Kesempatan itu akan Ryan gunakan untuk membuat Dara bertekuk lutut didepannya. Ia tak boleh gagal, Dara harus mendesah dibawahnya.


.


.


.


Mobil yang dikendarai oleh Adit terparkir didepan rumah mereka yang dijadikan kost-kostan.


Tampak Zaenab dan anak kost lainnya sudah menyambut kedatangan Adit.


"Adit," Zaenab langsung histeris memeluk putra semata wayangnya itu.


"Bu," Adit juga membalas pelukan Zaenab. Ia pun rindu pada sosok Ibu nya yang cerewet ini.


"Kak Adit," sapa Netthy, Natha dan Mella sambil melambaikan tangan dan tersenyum genit.


Ryan membantu Adit mengeluarkan barang-barang dalam bagasi mobil.


"Singgah dulu. Ibu udah masak. Kita makan siang bareng," ajak Adit.


Ryan melirik arloji. Jangan sampai ia telat pulang ke rumah. Bisa di sate dia oleh Ibu nya yang ganas itu.


"Boleh. Gue juga lapar,"


Netthy, Natha dan Mella kesem-kesem sendiri. Mereka gemes melihat wajah Ryan yang tampan memesona. Rahang tegas. Bulu mata lentik. Alis tebal dan hidung mancung. Benar-benar ukuran Tuhan paling sempurna.


"Ganteng banget ya Allah. Andai suami gue kayak gitu. Gue enggak bakal tidur sibuk natap muka cakep nya," seru Mella.


"Tuan Delvano lebih cakep," bisik Natha.


"Itu milik Cia. Udah enggak cakep lagi," sahut Mella.


Sedangkan Netthy ia malah fokus pada Adit. Bagi Netthy, Adit lah yang paling tampan. Netthy heran, kenapa Adit bisa sangat tampan? Sedangkan Ibu nya, ahh Netthy tak bisa sebutkan nanti dia malah di omeli lagi oleh Zaenab.


"Ayo makan Nak Ryan. Kebetulan Ibu masak banyak, khusus buat kalian berdua," seru Zaenab. Jangan kan Netthy, Natha dan Mella. Zaenab saja terpesona dengan wajah tampan Ryan.


"Terima kasih Bu," senyum Ryan.

__ADS_1


Adit tampak mengaduk-aduk nasinya. Lelaki itu tampak lemas seperti tak bersemangat.


"Kenapa Nak?" tanya Zaenab.


"Sepi enggak ada Cia," sahut Adit.


"Iya benar Kak. Tanpa Cia itu kayak sayur tanpa garam. Hambar," sambung Netthy.


"Udah ayo makan,"


Mereka semua makan siang. Hidup di kost Zaenab memang enak adem ayem damai dan tentram. Tapi bersiap-siaplah saat wanita berbadan gempal itu mengomel, seluruh dunia bisa pecah karena suaranya.


"Kak Adit beneran pindah kesini?" tanya Netthy.


"Iya Neth," jawab Adit sambil tersenyum.


Senyum Adit benar-benar seperti madu. Manis sekali dan membuat dunia Netthy serasa dipenuhi dengan kelopak-kelopak bunga yang indah.


"Enggak usah genit," bisik Zaenab menyenggol lengan Netthy.


"Mumpung gratis Bu," sahut Netthy menahan tawa.


Adit tak hanya tampan tapi ia juga lemah lembut dan baik hati. Dia idola di kost ini. Banyak para gadis-gadis yang kagum akan sosok nya yang ramah dan tidak sombong dan suka menabung. Namun tetap saja tak ada gadis yang berhasil membuka hatinya kecuali Cia. Setelah dipatahkan oleh pernikahan Cia dan Delvano, Adit seperti nya trauma untuk jatuh cinta kembali. Ia perlu waktu memulihkan hatinya yang patah.


Bersambung..


Jangan lupa follow akun baru ku. Ramaikan masih sepi, heee


FB ; Fitriani Yuri Kwo


IG : _fitrianiyurikwon_


TikTok: @fitrianiyuri...


Selamat malam semua...


Author mau mengucapkan Taqabalallahu Minna Wa Minkum Taqabalallahu siyya yaa Kariim Mohon maaf Lahir dan Batin


Selamat hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang meramaikannya besok dan selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1444 H bagi yang berumat muslim..🙏❤️


Semoga sukacita Rahmadhan melimpah atas kita semua...❤️🤗


Terima kasih untuk kebersamaan nya selama bulan suci ini..


..

__ADS_1


__ADS_2