Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Istri Polos


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Delvano menggendong istri kecilnya. Setelah acara selesai. Dan para tamu undangan juga sudah meninggalkan kediamannya.


"Om, emang penggantin baru harus digendong begini yaaa?" Tanya Cia. Tadi dia menolak digendong Delvano tapi kata Delvano harus. Pamali kalau menolak keinginan suami.


"Iya," jawab singkat padat dan jelas.


"Emang benar yaaa kalau menolak bakal dapat pamali?" Cia tampak berpikir keras dengan tangannya yang melingkar dileher Delvano.


"Iya. Kalau kamu bolak kamu bisa di cap jadi istri durhaka sama suami," celetuk Delvano. "Mau jadi istri durhaka?" Dia menahan tawanya.


Cia menggeleng dengan wajah polosnya. "Kata Bapak harus hormat sama suami. Apalagi suami itu pemimpin rumah tangga. Jadi Cia bakal ikutin apa yang Om Suami katakan pada Cia," jelasnya.


Delvano tersenyum smirk. Baiklah, jika Cia akan menuruti semua perkataan dan perintahnya dia akan meminta hak nya malam ini.


Delvano membawa istrinya masuk kedalam kamar. Lalu meletakkan gadis itu dengan pelan diatas ranjang.


"Wahh kamar Om suami gede banget Om?" Gadis itu berdecak kagum melihat interior dekorasi kamar Delvano yang klasik namun natural.


"Ehem, ini juga jadi kamar kamus sekarang," sahut Delvano. "Ayo mandi sama-sama," ajaknya sambil melepaskan tuxedo ditubuhnya.


Kening Cia berkerut heran. "Harus ya Om mandi sama-sama? Tapi Bapak enggak pernah bilang kalau penggantin baru harus mandi sama-sama?" Ujar gadis itu tampak berpikir keras.


"Ehem, mungkin Bapak enggak ngomong sama kamu," kilah Delvano melepaskan dasinya.


"Sini, saya bantuin buka gaunnya,"


Cia hanya mengangguk dan menurut saja. Lalu dia membelakangi suaminya agar bisa membuka resleting gaunnya.


Delvano membuka resleting gaun Cia dengan jantung berdegup kencang saat dirinya disuguhkan dengan punggung mulus milik Cia. Sial, lelaki itu mengumpat kasar sedangkan Cia biasa-biasa saja tanpa ada rasa malu sedikit pun.


"Om kenapa?" Cia berbalik dan menatap suaminya yang tampak menegang. "Om enggak sakit kan?" Dia menempelkan punggung tangannya dikening Delvano lalu menempelkan dipantatnya. "Enggak panas,"


Wajah Delvano Langsung berubah masam. "Kamu pikir kening saya pantat kamu apa?" Gerutu Delvano sambil mengusap dahinya.

__ADS_1


"Jangan marah-marah lah Om. Kita kan baru nikah masa baru nikah aja udah berantem," celetuk Cia sambil melepaskan jepitan rambut dikepalanya.


"Sini saya bantu,"


"Iya Om," Cia membiarkan Delvano melepaskan jepitan rambut dikepalanya.


Cia menatap lelaki yang sudah menjadi suaminya itu dengan senyuman manis. Dia masih belum percaya sebenarnya kalau sekarang sudah menjadi seorang istri di usia muda. Dia belum paham sama sekali tugasnya sebagai istri.


"Kenapa kamu terpesona?" Tanya Delvano tersenyum menggoda.


Cia mengangguk. "Benar kata Neneth Om, punya suami ganteng itu senang. Enggak ngebosenin. Plus nanti Cia bisa ajak kondangan, minimal enggak malu-maluin amatlah kalau ngenalin Om ke teman-teman Cia," celetuk Cia.


Delvano terkekeh pelan-pelan. Ada-ada saja istrinya ini. Belum tentu juga Delvano mau diajak kondangan hanya untuk dipamerkan wajah nya.


"Ya sudah ayo mandi," ajak Delvano berdiri dari duduknya.


"Ayo Om," Cia ikutan berdiri.


"Biar saya gendong,"


Namun terlambat tubuh Cia sudah melayang diudara diangkat oleh suaminya. Membuat gadis itu terkejut dan dengan cepat dia memeluk leher Delvano agar tidak jatuh.


"Om kalau mau gendong itu bilang-bilang dong," protes Cia.


Delvano tak menanggapi dia membawa gadis itu masuk kedalam kamar mandi. Ahh Delvano tak sabar membobol gawang Cia malam ini. Harus, dia harus membobol gawang istrinya itu agar tidak ada lagi yang mendekati Cia dan Cia bisa jadi milik Delvano seutuhnya tanpa takut ada yang merebut sang istri dari pelukkan nya.


Delvano meletakkan istrinya di wastafel kamar mandi. Kamar mandi saja mewahnya seperti hotel bintang lima, benar-benar sultan suami Cia ini.


"Tunggu sebentar saya isi buth up dulu," ucapnya. Cia mengangguk.


Gadis itu berdecak kagum melihat kamar mandi Delvano yang benar-benar mewah. Dia seperti sedang berada di sebuah istana dan suguhkan dengan interior indah dari istana tersebut.


"Om, berapa duit kira-kira bikin kamar mandi semewah ini? Kamar mandi sultan, emang enggak kaleng-kaleng," seru Cia geleng-geleng kepala. "Sebenarnya duit Om Suami itu sebanyak apa sihh Om, Cia penasaran dehhh? Kata Neneth, Om itu kaya banget. Punya banyak perusahaan," celoteh Cia.


Delvano geleng-geleng kepala saja. Dia juga tidak pernah menghitung jumlah kekayaan yang dia miliki. Entahlah, mungkin karena dia terlalu cuek masalah itu.

__ADS_1


"Ayo buka gaunnya," suruh Delvano tak sabar melihat lekuk tubuh istrinya. Meski usia Cia masih tergolong kedua tapi postur tubuhnya terlihat berisi seperti wanita pada umumnya.


"Iya Om," Cia dengan polosnya membuka gaun itu didepan sang suami hingga tampil lah bra dan ****** ***** yang menutupi asset berharga nya.


Delvano menelan salivanya susah. Astaga, tubuh seketika panas dingin dan sesuatu yang dibalik celananya sudah berdiri menegang. Sialnya lagi gadis itu malah tersenyum manis kearahnya.


"Om, ayo mandi," seru Cia.


Delvano malah mendekati gadis itu. Tatapannya langsung tertuju pada bibir ranum milik Cia.


"Om, mau apa?" Tanya Cia heran sambil menahan dada Delvano. "Om mau apa sihh?" Perasaan gadis itu sudah ketar-ketir.


Delvano tak menjawab matanya memerah menahan hasrat dan entahlah dia ingin sekali segera memiliki istrinya ini. Namun apakah Cia siap? Apakah Cia paham masalah hubungan suami istri?


Tangan Delvano terulur menyingkirkan rambut Cia yang masih lengket sebenarnya akibat vitamin rambut atau apalah namanya yang digunakan untuk menata rambut istri nya itu.


Tangan Delvano turun ke bagian bibir Cia lalu mengusap gadis itu sambil menelan salivanya susah payah. Delvano sudah membayangkan betapa manisnya bibir Cia ini. Meski dia belum pernah berciuman tapi dia bisa menggunakan instingnya sendiri.


Delvano memiringkan wajahnya. Lalu mengecup bibir manis gadis itu.


Mata Cia membulat sempurna. Dia hendak mendorong dada lelaki itu. Namun Delvano dengan cepat menahan tengkuk Cia agar ciuman mereka tak terlepas.


Cia hanya diam bingung. Dia melihat Maya Delvano yang terpejam sambil ******* bibirnya dengan lembut. Gadis itu bingung apa yang harus dia lakukan? Dia tidak paham. Tidak tahu. Ahhh Cia tidak tahu harus melakukan apa.


Delvano mengigit bibir bawah gadis itu agar membuka mulut nya. Otomatis mulut Cia terbuka dan hal itu tak sia-siakan oleh Delvano dia langsung mengakses rongga mulut Cia sambil menyesap bibir manis itu dan mencari kenikmatan melalui ciuman hangat mereka berdua.


Delvano melepaskan panggutannya saat merasa Cia hampir kehabisan oksigen.


"Om, mau bunuh Cia," gerutu gadis itu sambil menormalkan nafasnya.


"Maaf," Delvano merasa bersalah. Dia mengusap bibir istrinya yang basah dan sedikit bengkak karena ulahnya.


"Om itu tadi namanya ciuman nya?? Cia kira bakal jijik tapi ternyata enak dan manis Om," seru gadis itu


**Bersambung**

__ADS_1


__ADS_2