Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Lelaki yang patah hati


__ADS_3

**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**


Bagaimana kalau ternyata orang yang dengan sungguh dicintai, kekasih yang dengan dijaga sepenuh hati, memilih seseorang yang lain untuk dia cintai dengan diam-diam.


Kepedihan telah membawa Adit mencengkram dengan kuat stir mobil. Ia gantungkan rasa perih itu pada cengkraman tangannya. Kekuatan akan patah hati dua kali ini benar-benar ia rasakan. Baginya, cinta pernah datang kemudian menusuk mati segala harapan. Cinta membawa luka yang tidak pernah ia bayangkan. Terlalu dalam dan kejam. Dengan berlari sejauh mungkin, ia berharap bisa membawa pedih hatinya pergi. Meski ia tahu lari dari kenyataan bukanlah hal yang akan mengobati.


Ia tidak tahu entah kapan? Perasaan nya pada Netthy mulai tumbuh. Saat ia menetap di Surabaya, bayangan gadis somplak itu terngiang-ngiang dikepalanya. Namun, sayang ketika ia kembali dan bermaksud memulai hubungan yang baru ia justru di patahkan oleh satu kenyataan bahwa hati Netthy sudah berlabuh pada pria Lian.


"Apa gue emang enggak pantas bahagia?" ia mengusar rambutnya frustasi. "Gimana bisa Tuan Devan dan Netthy bersama?" gumam Adit. Ia masih tak percaya mendengar dan mengetahui jika Devan memilih Netthy sebagai sekretaris nya dan lagi cara lelaki itu memperlakukan Netthy.


Adit menjalankan mobilnya. Baru saja Ryan menghubungi nya untuk datang ke perusahaan. Ryan menawarkan kerja sama dengan sahabat nya itu. Adit memiliki potensi, dan Ryan mau merekrut sahabat nya itu menjadi salah satu staf di perusahaan nya.


Mobil Adit terparkir di depan gedung pencakar langit. Wajah nya tampak lesu tak semangat. Sudah dua kali dia merasakan patah hati karena gagal dalam perasaan. Cia adalah gadis pertama yang dia suka, namun sayang belum juga sempat mengungkapkan perasaan nya pada gadis itu. Ia sudah di patahkan dengan kenyataan Cia yang di nikahi oleh pria kaya seperti Delvano. Netthy adalah gadis yang begitu mencintainya. Namun, karena ego nya yang masih terjebak perasaan lama membuat ia harus kehilangan gadis cantik yang satu itu.


"Kenapa muka loe?" tanya Ryan yang lalu memberondong sahabatnya itu dengan pertanyaan.


"Suruh duduk dulu kek gue nya," protes Adit.


Ryan terkekeh, "Silahkan duduk, Adit jomblo," ledek Ryan.


Adit memutar bola matanya malas. Sejak menikah dengan Dara, sifat Ryan berubah seratus delapan puluh derajat. Dulu nya lelaki ini sering marah-marah kalau pekerjaan tidak beres. Sekarang ia malah ramah pada siapapun. Memang benar kata pepatah laki-laki kalau menemukan wanita yang tepat sifat asli nya akan keluar.


"Ngapain loe suruh gue kesini?" tanya Adit malas. Dia sedang patah hati karena penolakkan Netthy ketika ia mengajak gadis itu makan malam.


"Ini," Ryan melempar berkas pada Adit.

__ADS_1


Adit menyambar berkas itu dengan cepat. Jika tidak pasti sudah berceceran dilantai. Ryan memang sifatnya begitu tidak suka basa-basi tapi sudah membuat sakit hati.


"Loe gue rekrut jadi wakil direksi diperusahaan gue. Gue udah urus semua surat resign loe di Surabaya, jadi loe enggak perlu balik kesana lagi," jelas Ryan.


Adit menghela nafas panjang. Niat hati dia ingin menjauh sejauh mungkin dari Cia atau pun Netthy, tapi Ryan malah menariknya kembali kesini.


"Gue enggak menerima penolakan Adit. Loe harus terima," ucap Ryan penuh penekanan.


"Iya. Iya," jawab Adit kesal sambil meletakkan berkas itu diatas meja setelah ia sudah selesai membaca nya.


"Gue tebak, loe pasti sedang patah hati," tebal Ryan.


Adit tak menjawab lelaki itu menyandarkan punggungnya sambil memijit-mijit pelipisnya yang terasa berdenyut sakit.


"Loe balikkan sama Netthy?" tanya Ryan penasaran..


Devan berusia 33 tahun, sementara Netthy baru menginjak usia 22 tahun. Perbedaan usia yang terpaut 11 tahun. Sungguh tidak cocok bagi Adit.


"Hah? Serius loe?" tanya Ryan setengah tak percaya. "Bukan nya Tuan Devan udah nikah yaaa?" ujarnya heran. Setahu dia Devan memang sudah menikah dan istrinya juga golongan darah biru.


"Udah cerai," jawab Adit malas.


Ryan mendelik. Sebenarnya ia kasihan dengan kisah percintaan Adit yang selalu kandas ditengah jalan. Tengah kesialan apa yang menimpa lelaki tampan berusia 28 tahun itu. Pesonanya tak mampu membuat para wanita berlutut di kaki nya. Entah karena dia yang terlalu pemilih atau memang dirinya menyeleksi kian ketat.


"Gue enggak tahu sejak kapan perasaan gue muncul buat Netthy. Setelah gue pisah sama dia, gue baru sadar bahwa ada ruang kosong di hati gue yang hilang sejak dia enggak ada," jawab Adit jujur. Dia dan Ryan memang sering saling mencurahkan isi hati masalah hubungan asmara. Apalagi mereka berteman sudah belasan tahun, tentu untuk berbagai kisah adalah hal yang biasa.

__ADS_1


"Adit. Adit," Ryan menepuk bahu sahabat nya. "Udah berapa kali gue bilang, loe enggak bisa anggap remeh yang namanya perasaan. Harusnya waktu itu loe buka hati loe buat Netthy. Sekarang enggak ada guna nya lagi loe nyesal, toh Netthy juga kayaknya nempel banget sama Tuan Devan," jelas Ryan.


Perasaan Adit semakin ketar-ketir ketika membayangkan Devan dan Netthy menikah. Namun, ia sekarang tak bisa memaksa Netthy untuk kembali mencintai dirinya.


"Udah enggak usah ganggu Netthy lagi. Waktu loe move on dan coba buka hati buat orang yang baru. Gue yakin kok suatu saat nanti loe bakal dapat pasangan yang sayang sama loe. Percaya sama gue," ucap Ryan menyemangati Adit.


Adit membalas dengan anggukan lemesnya. Benar kata Ryan, segala sesuatu yang bersangkutan dengan hati tidak ada yang sepele. Selalu saja meninggalkan luka yang dalam. Begitulah yang Adit rasakan saat ini.


Adit masuk kembali ke dalam mobilnya. Ia akan berusaha bangkit dari patah hati nya. Seperti yang Ryan katakan suatu saat nanti ia akan menemukan cinta sejati yang takkan membuat nya merasakan sakit. Entah kapan cinta itu akan datang, Adit selalu siap menunggu dalam penantian.


Lelaki itu menjalankan mobilnya meninggalkan gedung pencakar langit milik Ryan. Proses patah hati yang saat ini ia rasakan akan membuat ia menjadi sosok yang kelak dewasa dalam menyingkapi perasaan.


Adit turun dari mobilnya. Tanpa sadar terlalu lama berbincang-bincang dengan Ryan hari sudah menunjukkan pukul tujuh malam.


"Netthy," gumam nya saat melihat Netthy berdiri didepan teras rumah.


Adit berjalan menghampiri gadis cantik itu. Ia sampai lupa berkedip melihat penampilan Netthy malam ini. Biasanya gadis ini selalu memakai pakai besar dan kedodoran tapi kali ini gaun mahal dan indah itu membungkus tubuh Netthy dengan sempurna.


"Malam Kak Adit," sapa Netthy ramah.


"Mau kemana?" tanya Adit penuh selidik.


"Mau jalan sama Tuan Devan, Kak,"


Deg

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2