Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Termenung


__ADS_3

Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Ryan, lelaki playboy itu tengah duduk dikursi kebesarannya sambil memutar-mutar bolpoin ditangannya. Dia tampak berpikir keras. Entah apa yang dia pikirkan hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.


"Huffhhh, gue masih penasaran. Gimana bisa Cia nikah sama Tuan Delvano?" dan yang dia pikirkan masih sama yaitu tentang Cia.


"Gue yakin, ini ada yang enggak beres," gumam nya lagi. "Gimana pun caranya gue harus bisa rebut Cia dipelukkan Tuan Delvano. Tapi gimana caranya?" lelaki itu mendengus kesal. "Masa iya gue rebut istri orang?" dia menepis perasaan bodohnya.


"Ryan,"


Rianti masuk kedalam ruangan adik nya sambil menenteng makanan ditangannya.


"Ada apa Kak?" Ryan menatap Rianti ketus. Gara-gara Kakaknya itu dia jadi patah hati sekarang. Andai saja Rianti tak mengenakkan nya pada Cia, pastilah lelaki itu takkan mengalami patah hati hebat seperti ini.


"Makan siang mu," Rianti membuka rantang nasi yang dia bawa tadi.


"Aku bukan anak kecil Kakak. Kakak enggak perlu repot-repot," ujar Ryan.


"Dan Kakak lebih memilih repot dari pada kamu makan sama gadis-gadis kamu yang enggak tahu asal usulnya itu," celetuk Rianti. "Cepat makan," desaknya.


"Iya," Ryan menurut saja sebab kalau tidak dituruti dia bisa di omeli lagi oleh kakak nya itu.


"Lagi patah hati yaaaa?" ledek Rianti pada adiknya.


"Ini semua gara-gara Kakak," tuding Ryan makan sambil dengan wajah kesalnya.


"Gara-gara Kakak dari mana sih? Makanya jadi playboy itu jangan kepalang tanggung. Sok jual mahal sama Cia, sok enggak mau padahal udah suka dari awal. Ujung-ujungnya sakit hati kan?" Rianti mentertawakan adiknya sendiri. "Cia itu makhluk langka yang jarang ditemui diperadan dunia mana pun, makanya populasi nya dilestarikan biar enggak punah dan yang dapat makhluk langka itu Tuan Delvano, sementara kamu nangis nohh dipojokkan kamar," Rianti lagi-lagi ngakak melihat wajah kesal adiknya. Sungguh senang sekali menggoda adiknya ini.


"Emangnya Cia Dinosaurus? Langka segala," Ryan geleng-geleng kepala. Sebenarnya Kakak nya ini tidak jauh beda dari Cia yang suka membuat orang kesal.


Rianti masih tertawa. Sebenarnya tawa Rianti hanya menutupi luka nya karena dia gagal menjadikan Cia sebagai adik iparnya. Namun mau bagaimana lagi, jodoh tidak mungkin dipaksakan. Nanti kalau dipaksa malah bikin hati sakit lagi.


"Udah ahhh kamu lanjut aja makan. Kakak mau balik ke caffe," Rianti berdiri sambil menyambar tasnya.

__ADS_1


"Kak tunggu," panggil Ryan.


"Ada apa lagi Ryan? Mau bilang kalau kamu mau rebut Cia dari Tuan Delvano, ohh jangan mimpi Ryan, dilihat dari sisi mana pun kamu itu enggak ada apa-apa nya dari Tuan Delvano," ledek Rianti. Wanita berusia dewasa itu memang kalau bicara asal keluar saja.


Ryan mendelik. Dari mana Kakak nya ini tahu kalau dia berniat merebut Cia. Tapi bukan itu yang ingin dia bahas saat memanggil Kakak nya.


"Bukan itu Kak," Ryan mendengus kesal. "Kak Farhan mau ketemu Kakak," jelas Ryan.


Wajah Rianti langsung berubah menjadi dingin. Farhan adalah mantan pacar nya yang rela meninggalkan nya demi karir dan pendidikan dari pada bertahan dengannya.


"Mau apa lagi dia?" tanya Rianti malas.


"Enggak tahu. Kangen kali," jawab Ryan asal.


Rianti tak menanggapi ucapan adiknya. Wanita itu melenggang keluar dari ruangan Ryan. Mood nya seketika buruk saat mendengar nama Farhan. Ahh, lelaki itu yang telah mematahkan hatinya padahal saat itu mereka bisa berjuang bersama tanpa ada jarak diantara mereka berdua.


Rianti masuk kedalam mobilnya. Wanita itu menghela nafas panjang. Tak hanya itu, Farhan meninggalkan luka paling dalam. Dhari pertunangan mereka, Farhan tiba-tiba menghilang dengan alasan tidak siap untuk bertunangan karena masih ingin melanjutkan pendidikan dan karier nya diluar negeri serta mengambil spesialisasi penyakit dalam.


"Huffhhhhhhh," Rianti menarik nafas dalam. "Jangan emosi Rianti. Loe, enggak boleh stuck sama tuhh cowok. Loe pasti bisa lupain dia dan jangan pernah mau balik lagi sama orang yang udah tega ninggalin kamu demi keuntungan nya sendiri," gumamnya.


Rianti menjalankan mobilnya dan meninggalkan gedung pencakar langit milik adiknya. Sepanjang perjalanan wanita itu tak konsentrasi. Entahlah, saat mendengar nama Farhan semua kenangan mereka berdua kembali terekam jelas yang membuat Rianti kembali merasakan sakit yang sama seperti yang sudah-sudah.


Adit sedang mempersiapkan barang-barangnya. Hari ini dia akan kembali melakukan perjalanan bisnis keluar kota. Lelaki ini memang jarang menetap, dia selalu berpindah tempat jika kontrak dan proyek kerjanya sudah sampai.


"Kamu hati-hati yaaa Nak," pesan Zaenab pada putra semata wayangnya itu.


"Iya Bu. Ibu jaga diri baik-baik. Jaga kesehatan. Nanti kalau udah sampai Adit telpon Ibu," ucapnya sambil memberikan pelukan hangatnya pada orang tua tunggal nya itu.


"Iya Nak," senyum Zaenab.


Zaenab merasa bangga pada pencapaian Adit. Adit adalah pria pekerja keras, sejak ditinggal pergi oleh sang Ayah di usia nya yang masih belia, dia sudah membantu sang Ibu mencari uang untuk menyambung kehidupan mereka berdua dengan berjualan kue disekolah.


"Kak Adit,"

__ADS_1


Netthy datang membawa kotak makanan.


"Kak ini buat bekal dijalan," sambil menyedorkan kotak itu.


"Apa ini?" Adit menyambut kotak itu. "Roti bakar Kak. Kebetulan tadi Netthy buat dua, khusus buat Kakak," dia tersenyum kesem-kesem malu. Adit ini pesonanya selalu mampu buat anak-anak kost, klepek-klepek.


"Ohh iya. Makasih Net," ucapnya.


"Ya udah Bu, Adit berangkat yaaa,"


"Hati-hati,"


Adit naik keatas motor. Dia membawa tas besar yang dia letakkan dipunggung nya. Perjalanan dari Jakarta ke tempat tugas nya yang baru cukup memakan waktu, jadi dia akan beberapa kali singgah nanti jika lelah.


Adit membunyikan klakson motor nya dan melajukan motornya.


"Bu,"


"Apa?" Zaenab menatap Netthy ketus. "Jangan kayak Cia yang selalu suka buat Ibu kesal," ujar Zaenab.


"Yaaaellah Bu, sensi amat sih sama Netthy," gadis itu tersenyum sambil menampilkan rentetan gigi putihnya. "Bu, boleh kali ya..."


"Boleh apa?" kening Zaenab berkerut heran menatap Netthy dengan selidik.


"Boleh kali, Netthy jadi calon mantu Ibu," gadis itu tersenyum menggoda. "Kak Adit cakep yaa Bu, tapi kok Ibu nya. Hemm...."


"Kamu mau bilang Ibu gendut," Zaenab bercakak pinggang sambil menatap Netthy tajam.


"Net_"


"Ibu. Neneth. Cia datang," teriak dari kejauhan. Tampak seorang gadis yang turun dari mobil dengan senyum anggunnya.


"Cia," gumam kedua orang itu.

__ADS_1


Cia berjalan menghampiri kedua orang itu dengan gaya lenggak-lenggok seperti seorang model yang tengah melakukan fashion show. Meski dinikahi pria kaya namun penampilan gadis itu tetap seperti biasanya. Pakaian sederhana namun mampu membuatnya tampak menarik dan cantik dari usianya.


**Bersambung... **


__ADS_2