Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Pernikahan


__ADS_3

Andai ada keajaiban kan ku ukirkan namamu diatas bintang-bintang angkasa, agar semua tahu kau berarti untukku. Selama-lamanya kamu milikku.


@Kekasih Impian.


Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Seorang gadis cantik tengah menatap pantulan dirinya dicermin. Gaun indah melekat ditubuhnya, dikepala terpasang sebuah mahkota indah dengan rambut yang tergerai bebas.


"Loe cantik banget Cia," puji Netthy terkagum-kagum.


"Kan dari dulu gue emang cantik, loe nya aja yang baru sadar," celetuk Cia.


Netthy mencebik kesal "Loe emang PD tingkat provinsi," sindir Netthy


"Tingkat internasional Net," ujar Cia "Aduhh kenapa mata gue gatal banget yaaa,"


"Dodol. Gak usah digosok, entar loe kayak Kunti," Mella langsung menyonor kening Cia dan mencegah tangan gadis itu saat hendak mengucek matanya.


"Gatal Memel," sergah Cia


"Tahan bego," geram Mella kesal


Netthy, Natha dan Mella terkagum-kagum melihat kecantikan Cia. Gaun yang Cia pakai benar-benar pas ditubuh munggilnya. Seolah gaun ini memang sudah didesain sedemikian rupa khusus untuk Cia.


Hari ini adalah hari dimana kedua insan manusia itu akan mengikat janji suci. Setelah perdebatan sengit dan beda pendapat serta belum mendapat restu sepenuhnya dari Koscielny, Delvano dan Cia akan mengikat janji suci mereka diatas altar yang suci.


"Cia," mata Netthy berkaca-kaca "Selamat ya Cia. Gue bahagia akhirnya loe nemuin cinta sejati loe," Netthy memberikan pelukan hangat pada Cia


"Ck, gak usah kencang-kencang Neth," protes Cia. "Makasih Neneth. Tapi gue belum nikah jadi entar aja ucapan selamat nya yaa," celetuk Cia.


Sedangkan Natha dan Mella menggeleng sambil tersenyum gemes.


"Cia,"


"Bapak,"


Cia berhambur memeluk Bernadus. Begitu juga dengan Bernadus. Dia tidak menyangka putri kecil nya itu akan segera meninggalkan nya. Putri yang selalu membuat orang kesal dengan ucapannya dan tingkah lakunya yang jahil.


"Sttttttttttt. Jangan nangis, nanti make up nya luntur lho," goda Bernadus melepaskan pelukkan putrinya

__ADS_1


"Hiks Bapak," Cia cemberut. Rasanya ingin menangis


"Semoga Cia bahagia. Tanggung jawab Bapak udah lepas. Bapak harap Cia enggak lupa sama Bapam ketika Cia udah punya keluarga baru,"


"Hiks hiks, sebenarnya tadi Cia mau lupain Bapak. Tapi karena udah dingatin lagi, ya udah Cia ingat aja," gadis itu menyeka air mata nya yang tidak jatuh sama sekali.


"Ck, kamu ini. Berhenti membuat Bapak kesal. Mau Bapak sumpahin kamu jadi an_"


"Enggak boleh numpahin Cia Pak. Entar Bapak sendiri yang sedih kalau Cia jadi batu kayak Malin Kundang,"


Bernadus mencebik kesal. Pria yang sudah memiliki cucu itu memutar bola matanya malas. Baru saja dia ingin haru-haruan bersama putrinya itu tapi sudah dibuat kesal dengan ucapan Cia yang menyeleneh.


"Ayo sayang,"


"Tumben Bapak panggil Cia Sayang. Bapak takut yaaa Cia jadi batu beneran?" Ledeknya sambil menunjuk wajah sang Ayah.


Bernadus menghela nafas panjang. Andai ini bukan hari pernikahan putri nya sudah pasti dia akan mengomeli anak gadis itu sampai tujuh hari tujuh malam.


Netthy, Natha dan Mella menggeleng salut dengan tingkah Cia yang suka sekali berdebat dengan Ayahnya. Jujur dalam hati mereka ada rasa iri melihat kehidupan Cia yang dikelilingi orang-orang yang mencintainya. Bahkan sekarang Cia dilamar oleh lelaki paling populer dikota ini. Lelaki tampan kaya raya. Apalagi yang kurang dari kehidupan Cia, dia memiliki segalanya. Pintar dan cantik. Meski membuat orang kesal, tapi sesungguhnya sosok seperti Cia banyak dicari karena langka.


Delvano tak bohong jika dia gugup bukan main, apalagi melihat Cia yang sudah berjalan diatas karpet merah di iringi oleh Bernadus. Dia sedang berdiri didepan altar menanti sang putri datang kepadanya.


Semua mata tertuju pada mempelai wanita. Delvano menitikkan air matanya bahagia menatap gadis kecil yang berjalan kearahnya dengan diiringi oleh Ayahnya. Wajahnya benar-benar terlihat cantik dan dewasa dari usianya.


Delvano mengulurkan tangannya untuk menyambut Cia. Cia menyambut tangan Delvano dengan senyum.


Ps : Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya.


Ps : Saudara Delvano Laurent Koscielny maukah saudara menikah dengan Delicia Ellen , yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Delvano : Ya, saya mau


Ps : Delicia Ellen, maukah saudari menikah dengan Delvano Laurent Koscielny , yang hadir disini dan mencintainya seumur hidup baik dalam suka mau pun dalam duka?


Delicia : Ya, saya mau


Ps : Silahkan untuk mengucapkan janji suci.


Delvano : Saya Delvano Laurent Koscielny, mengambil engkau Delicia Ellen sebagai istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.

__ADS_1


Delicia : Saya Delicia Ellen mengambil engkau Delvano Laurent Koscielny sebagai suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; pada waktu susah mau pun senang, pada waktu kelimpahan mau pun kekurangan, pada waktu sehat mau pun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai mau memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang Kudus dan inilah janji setiaku yang tulus.


Ps : Selanjutnya pemasangan cincin (Netthy dan Natha mendekat membawa cincin yang terletak didalam kotak beludru dan disimpan diatas nampan)


Ps: Cincin ini bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang tanda kasih Kristus, yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar itu, cincin ini menyatakan bahwa saudara berdua, untuk meniru kasih Kristus dalam kehidupan rumah tangga; dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir.


Ps : Silahkan mempelai pria untuk memasangkan cincin (Netthy menyerahkan satu cincin pada Delvano)


Delvano : Delicia Ellen, cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Delvano memasangkan cincin itu ke jari manis Cia)


Ps : Silahkan mempelai wanita untuk memasangkan cincin (Natha menyerahkan satu cincin pada Cia)


Delicia : Delvano Laurent Koscielny , cincin ini aku berikan padamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku (Cia memasangkan cincin itu ke jari manis Delvano).


Ps ; Sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri, baik secara hukum mau pun Negara. Sebab itu apa yang sudah di persatukan Allah tidak dapat diceraikan oleh manusia kecuali kematian.


Ps : Silahkan mempelai pria untuk mencium mempelai wanita.


Delvano membuka cadar yang menutup wajah Cia. Tak bisa dipungkiri jika dia grogi bukan main. Dia terpesona melihat senyum Cia yang menggembang saat menatapnya.


Cup


Delvano mengecup bibir manis milik Cia. Mata Cia membulat sempurna hampir saja dia menendang suaminya. Namun seketika Delvano menangkap pinggang Cia agar gadis itu tidak memberontak. Bisa gagal suasana romantis ini kalau sampai Cia mengamuk.


'Terima kasih Tuhan, hari ini aku telah resmi menjadi seorang suami dari gadis cantik yang selalu membuat jantungku berdebar. Berkati cinta kami berdua, dan biarlah cinta kami abadi selamanya,' batin Delvano meresapi ciuman nya


sedangkan Cia tidak bergerak ditempatnya. Matanya menatap mata Delvano yang masih setia menempelkan bibirnya ke bibir Cia. Seolah aliran darah dalam tubuh Cia seketika berhenti, membuat dia tak mampu mengucapkan apapun.


Acara kembali dilanjutkan ke resepsi. Pernikahan termewah dengan tamu mencapai puluhan ribu orang, dari berbagai Negara relasi bisnis Delvano dan Koscielny serta rekan-rekan Bernadus juga hadir disana.


Koscielny meski masih belum memberikan resmi namun dia tetap menghargai keputusan putranya. Entahlah, dia tidak bisa berkata apa-apa. Apakah masa depan putranya akan suram bersama gadis seperti Cia? Gadis yang kelihatan nya tak memiliki masa depan seperti Delvano.


Resepsi diadakan di Mansion mewah keluarga Koscielny


Tamu yang datang tidak sedikit, bahkan dari berbagai Negara turut menghadiri pernikahan putra bungsu pasangan Koscielny dan Laurent itu.


"Selamat ya sayang," Lenny memeluk putrinya


"Makasih Bu," Cia.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2