Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Memilih pergi


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


Adit memasukkan barang-barang nya kedalam koper. Keputusan nya sudah bulan untuk pindah ke Surabaya. Tidak baik ia berlama-lama disini. Terlebih Netthy akan semakin tersakiti jika melihat ia ada.


"Kamu hati-hati yaa. Jangan lupa kabarin Ibu," ucap Zaenab. Sebenarnya ia tak rela melepaskan anak semata wayang nya ini. Namun, Adit punya pilihan hidup sendiri.


"Iya Bu. Maafin Adit ya Bu, Adit ninggalin Ibu lagi," ucap Adit tak enak hati. Namun, ini juga demi kebaikan karena hingga kini ia belum bisa melupakan Cia, wanita yang telah bersuami tersebut.


"Enggak apa-apa. Asal kamu baik-baik disana," Zaenab memberikan pelukan hangat pada putranya itu.


"Iya Bu,"


Adit keluar menyeret kopernya. Dia sudah memiliki mobil sendiri hasil dari kerja keras nya.


Disana ada Netthy yang menatap lelaki itu dengan sendu. Cintanya tak hanya berakhir cukup sampai disini, tapi juga seluruh kenangan yang pernah ada malah menjauh pergi.


"Neth," sapa Adit. "Kakak pamit yaaa," ucapnya sambil tersenyum.


"Kak, Netthy boleh peluk Kakak?" pintanya. Netthy ingin memeluk Adit untuk yang terakhir kali. Setelah ini, apakah mereka bertemu atau tidak.


"Sini,"


Netthy berhambur memeluk Adit. Benar kata orang cinta itu tidak harus memiliki. Biarkan ia bahagia meski tanpa kita. Jangan memaksa hati untuk mencintaimu karena cinta yang dipaksa takkan berakhir bahagia.


Netthy menangis pelan di pelukkan Adit. Sungguh ia sangat mencintai lelaki yang ia peluk ini. Ia ingin raga dan hati pria ini menjadi miliknya. Namun, apalah daya cinta tidak harus memiliki bukan.


"Kakak jaga diri baik-baik," ucap Netthy.


"Iya Neth. Kamu juga jaga diri baik-baik yaa," balas Adit.


Zaenab menatap kasihan gadis yang berada dipelukkan putranya itu. Dia sudah merestui hubungan Adit dan Netthy. Ternyata, putranya itu sama sekali tidak mencintai gadis yang pernah menjadi kekasih nya. Cinta tidak bisa dipaksa. Lebih baik melepaskan demi kebaikan.


Begitu juga dengan Natha, Mella, Rodi dan Hendro yang melihat Netthy yang begitu patah hati saat putus dari Adit.


"Sudah jangan nangis lagi," Adit melepaskan pelukan nya lalu menyeka air mata Netthy. "Kakak yakin suatu saat nanti kamu akan dapatin laki-laki yang sayang sama kamu," ucap Adit.

__ADS_1


Netthy bukan gadis yang buruk. Namun, Adit memang sama sekali tidak memiliki perasaan apapun pada gadis tersebut. Netthy sangat baik padanya dan juga begitu perhatian. Akan tetapi perasaan tetaplah tidak akan bisa dipaksa.


Setelah berpamitan pada anak-anak kost, Adit berangkat dan menuju Surabaya. Inilah perjalanan yang ia pilihan. Semoga kelak setelah ia kembali Cia sudah tak ada lagi di pikiran nya. Semoga saja perasaan ini segera menghilang dan pergi dari nya.


Netthy menatap kepergian Adit dengan hati sendu dan perasaan yang hancur. Ia pikir lelaki itu akan mencoba mencintainya. Nyatanya, Adit hanya kasihan padanya itu saja. Bukan karena sungguh-sungguh ingin menerima dia apa adanya.


"Udah enggak usah sedih. Masih banyak noh anak kost yang nganggur," celetuk Zaenab menepuk bahu Netthy.


"Hiks Bu, kenapa yaa anak Ibu enggak bisa cinta sama Netthy?" tanya Netthy dengan wajah sendunya.


"Kamu bukan tipe nya," jawab Zaenab.


"Yaellah Bu. Kalau ngomong bohong dikit, kenapa? 'Kan biar semangatin Netthy, begitu!" ujar Netthy kesal.


Mella dan Natha geleng-geleng kepala saja. Untung tidak ada Cia. Andai ada Cia sudah pasti dia akan di ledek habis-habisan oleh wanita yang suka menyebabkan orang naik darah tersebut.


Netthy masuk kedalam kamarnya. Gadis itu berbaring diatas kasur miliknya. Ia menatap kosong keatas langit-langit kamarnya. Lagi-lagi lelehan bening itu lolos dipipinya. Hatinya kembali sakit mengingat semua kenangan yang ia lalui bersama Adit.


.


.


.


"Hufhhh, sakit juga ternyata," ia mengelus dadanya.


Pernikahan nya dengan Wenny memang bukan karena cinta. Tapi karena perjodohan. Namun, sebenarnya Devan sudah mencoba membuka hati untuk istrinya. Dan dia hanya menerima penghianatan dari wanita tersebut.


"Hiks hiks," tiba-tiba seorang gadis duduk disampingnya sambil menangis. "Hiks Kak Adit," gadis itu menyeka air matanya.


Devan melirik gadis itu. Seperti nya ia mengenal siapa gadis ini karena pernah melihatnya beberapa kali.


"Apa Kakak tahu, aku tuh sayang banget sama Kakak. Aku tuh cinta sama Kakak. Tapi kenapa Kakak enggak pernah bisa buka hati buat aku dan malah tetap stuck sama perasaan Kakak pada Cia," ucapnya sambil menangis terisak. Ia belum menyadari kehadiran Devan di sampingnya.


Devan terdiam sambil melihat gadis yang ada disampingnya. Ia cukup terkejut ketika gadis itu menyebut nama Cia. Nama dari istri kesayangan adiknya.

__ADS_1


"Hiks hiks," Netthy menoleh. "Astaga," gadis itu berjingkrak kaget ketika Devan ada disampingnya. "Ehhh Om Devan," secepat nya Netthy menghapus air matanya dengan kasar. Apa dari tadi Devan mendengarkan curhatan hati nya? Betapa malunya dia. Rasanya dia ingin menyembunyikan wajahnya dilautan saking malu nya.


"Ini," Devan menyedorkan sapu tangannya pada Netthy.


"Makasih Om," ucap Netthy mengambil sapu tangan itu


"Kamu teman nya Cia?" tanya Devan. Ia bergidik ngeri ketika melihat Netthy menarik ingus nya dengan sapu tangan yang diberikan Devan.


"Heh, iya Om. Bestie-nya Cia," sahut Netthy cenggesan.


Devan tersenyum tipis. Gadis ini hampir sama dengan istri adiknya. Somplak dan gresek. Tadinya dia menangis tapi lihatlah sekarang dia malah tersenyum sambil malu-malu.


"Putus cinta?" tebak Devan.


Netthy menghela nafas panjang, "Iya Om. Pacar aku mutusin aku. Katanya dia enggak cinta sama aku," ungkap Netthy. Mengingat wajah Adit kembali membuat hatinya sakit.


Devan terkekeh pelan. Jika dilihat Netthy ini usia Cia, masih muda dan polos. Dari cara dia bicara saja. Tapi biasanya orang-orang yang seperti ini lah yang paling jujur dan berbicara apa adanya.


"Om ngapain disini? Putus cinta juga?" tebak Netthy.


Devan terdiam lalu ia mengangguk. Sebenarnya ia tak sedang putus cinta. Ia hanya kecewa karena pernikahan nya terjadi sangat singkat.


"Lho, kenapa Om? Bukannya Om udah punya istri? Kok bisa putus cinta?" tanya Netthy tak habis pikir.


Devan menghela nafas panjang. Dia memang butuh teman curhat sekarang. Tapi apakah harus ia menceritakan patah hati pada Netthy?


"Sudah pisah," jawab Devan singkat padat dan jelas.


Netthy terkejut. Ia menatap Devan tak percaya. Padahal istri Devan sangat cantik mirip seperti artis-artis Korea, langsing dan tinggi.


"Astaga Om. Maaf ya Om aku enggak tahu kalau Om lagi patah hati. Tapi Om tenang aja. Om enggak sendirian kok. Aku juga lagi patah hati. Jadi kita sama," celetuk Netthy cenggesan sambil tersenyum.


Devan tersenyum tipis mendengar ucapan Netthy yang tidak ada titik dan koma nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2