
**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**
"Neth," panggil Adit melirik gadis itu.
"Iya Kak, kenapa?" tanya Netthy menyimpan ponselnya.
Adit terlihat menghela nafas panjang, "Kamu sebenarnya ada hubungan apa sih sama Tuan Devan?" tanya Adit yang tak bisa menghilangkan rasa penasaran nya.
Netthy tampak terdiam. Dia pun tak paham masalah hubungan nya dan Devan karena bagi Netthy Devan hanya boss yang berkelakuan seperti pacar karena suka mengatur masalah hidupnya.
"Emang kenapa Kak?" tanya balik Netthy. "Om Devan itu hanya sebagai boss Netthy aja Kak. Enggak lebih kok," jawab Netthy.
Adit mengangguk, sedikit pria itu tersenyum. Dia merasa senang jika Devan dan Netthy tidak memiliki hubungan apapun. Entah kenapa Adit takut kehilangan Netthy? Ia sendiri tidak paham dengan perasaan nya pada Netthy. Awalnya memang dia yang menyuruh gadis itu pergi tapi setelah berpisah dan menetap di Surabaya dalam waktu yang cukup lama perasaan rindu terhadap Netthy merasuki jiwa Adit.
"Malam besok sibuk enggak?" Adit melirik Netthy.
"Enggak sih Kak. Kenapa?" tanya Netthy balik.
Jujur saja perasaan Netthy yang dulunya menggebu-gebu saat melihat Adit, kini perlahan hilang. Tak ada lagi getaran rasa yang masuk kedalam hati gadis itu saat berdekatan dengan Adit. Apa karena lama nya Adit menghilang atau karena ada Devan yang selalu menutupi rasa kesepian Netthy dengan pertengkaran yang terjadi antara mereka berdua setiap hari.
"Kakak mau mengajak kamu makan malam," ajak Adit.
Netthy hampir tersendak ludahnya sendiri. Ia menatap Adit tak percaya. Pasalnya dari dulu Adit tak pernah mengajak ia makan malam hanya berdua meski status mereka pacaran.
"Gimana kamu mau 'kan? Mumpung Kakak belum balik ke Surabaya!" tawar Adit. Adit yakin jika perasaan Netthy yang dulu masih ada untuknya. Ia tahu betapa gadis ini mencintai nya dan pastilah Netthy takkan menolak ajakan Adit.
"Nanti Netthy tanya Om Devan dulu ya Kak," jawab Netthy.
Netthy merasa aneh dengan sifat Devan. Apapun yang Netthy lakukan harus berdasarkan izin dari lelaki itu. Tak peduli jika diluar jam kerja atau masih jam kerja.
"Lho kenapa harus izin sama dia? Diluar jam kerja kan kamu bukan sekretaris nya?" tanya Adit tak habis pikir. Ia semakin curiga. Jika Devan dan Netthy memiliki hubungan spesial.
"Kan dia boss nya Netthy Kak," jawab Netthy.
Adit tak lagi menanggapi. Ia memegang stir mobil dengan kuat menandakan bahwa lelaki tersebut sedang menahan emosinya.
__ADS_1
Sampai di gedung pencakar langit milik Devan mobil Adit terhenti disana.
"Kak, makasih ya," Netthy membuka sealbeat nya.
"Iya nanti Kakak jemput," ucap Adit tersenyum. Ia takkan memberi celah pada Devan untuk berduaan saja dengan Netthy.
"Iya Kak," Netthy turun dari mobil.
Netthy melambaikan tangannya saat mobil Adit menjauh. Gadis itu menghela nafas panjang. Bagaimanapun kepergian Adit membuat hati Netthy masih menyimpan luka. Meski sekarang perasaan itu sudah hampir tidak ada lagi, namun tetap saja rasa sakit dan patah itu masih ada didalam sana.
Netthy masuk dengan langkah gontai. Banyak yang iri padanya. Mahasiswi magang bisa langsung diangkat menjadi sekretaris adalah sebuah keberuntungan dan hal yang tidak mudah didapatkan orang lain.
Seperti biasa sebelum memasuki ruangan Devan, Netthy akan membuatkan segelas kopi pahit dengan sedikit gula untuk menemani hari-hari pria yang tengah patah hati itu.
"Hufhhhh, harusnya gue senang pas Kak Adit ngajakin dinner. Tapi kenapa gue malah kayak ngerasa biasa aja yaa?" gadis itu bingung sendiri dengan perasaan nya. "Gue masih cinta enggak sih sama Kak Adit?" tanya nya bingung sendiri dengan perasaan nya yang sekarang mulai hilang tentang Adit.
"Tahu ahhh, gue terima aja tawaran dinner malam ini sama Kak Adit. Lumayan, selain dapat vitamin A bisa makan gratis," gadis itu cekikikan sendiri.
Netthy membawa nampan berisi dua gelas kopi. Satu gelas untuknya dan satu gelas nya lagi untuk boss duda nya.
"Berangkat sama siapa?" tanya Devan tanpa melihat Netthy.
"Sama Kak Adit, Om," jawab Netthy jujur
Devan langsung meletakkan berkas ditangannya. Ia menatap Netthy tajam. Jujur saja dalam hati Devan dia memiliki ketakutan sendiri jika Netthy akan kembali pada Adit.
"Sini kamu," panggil Devan.
"Mau apa sih Om? Kerjaan Netthy banyak, nanti Om ngomel lagi," sindir Netthy. Devan ini hobby nya mengomel dan marah-marah setiap hari.
"Cepetan sini," desak Devan.
Gadis itu menghentakkan kaki nya kesal lalu mendekati Devan.
"Apa?"
__ADS_1
"Duduk!" Devan menepuk pahanya agar gadis itu duduk.
"Ehh ngapain harus duduk dipangkuannya Om? Enggak mau," tolak Netthy.
"Cepat gadis aneh," Devan menarik tangan Netthy hingga gadis itu terjatuh dipangkuannya.
"Ehh Om," Netthy terkejut ketika Devan mendudukkan tubuhnya diatas paha lelaki itu.
Untuk sejenak kedua nya terdiam saat tatapan mereka saling bertemu satu sama lain. Apalagi Devan memeluk pinggang Netthy dengan agresif.
"Netthy kamu dengarin saya," ucap Devan
Netthy mengangguk dengan wajah polosnya sambil menatap bola mata Devan yang begitu dekat dengannya.
"Apa kamu mau balik sama Adit yang sudah menyakiti hati kamu?" tanya Devan menatap wajah polos Netthy. Mereka tampak seperti paman dan keponakan.
Netthy terdiam. Jika ditanya begitu dia juga tidak tahu bagaimana tanggapan perasaan nya. Karena semua rasa tentang Adit seolah hilang seperti kepergian nya.
"Enggak mau Om," jawab Netthy menggeleng. Gadis itu tidak sadar jika tangannya melingkar di leher Devan.
Devan tersenyum. Tangannya menyingkirkan anak rambut Netthy. Lalu menyelipkan anak rambut gadis itu ke daun telinga nya.
"Bagus," ucapnya terkekeh. "Malam ini kamu harus temanin saya ketemu orang tua saya. Saya mau kamu jadi istri saya," ucap Devan dengan enteng nya.
Netthy mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali. Apa ia tidak salah dengar? Laki-laki ini ingin dia menjadi istrinya? Yang benar saja? Dalam hidup Netthy tidak pernah terbayangkan bahwa ia akan menikah muda seperti Cia. Ah pasti kampungnya akan heboh jika mendengar dia akan menikah.
"Ck, enggak mau," sontak gadis itu memalingkan wajahnya menolak.
Devan terkekeh, "Kamu tidak bisa menolak Netthy Wulandari, karena kamu yang sudah masuk kedalam kehidupan saya," ucap Devan penuh penekanan.
"Itu cuma kebetulan Om. Lagian Netthy enggak cocok sama Om. Gimana kita bisa nikah? Jangan ngadi-ngadi deh," omel Netthy kesal.
"Saya tidak bercanda," jawab Devan. "Persiapkan diri kamu malam ini. Awas jangan dekat-dekat Adit," Devan menurunkan tubuh Netthy dari pangkuan nya.
Bersambung....
__ADS_1