
**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**
Devan turun dari mobil. Lelaki itu sedikit gugup saat melihat Netthy dan Adit yang sudah berdiri didepan kost sambil menunggu kedatangan nya.
Begitu juga Netthy, entah kenapa duda tanpa anak itu justru terlihat tampan malam ini di matanya. Biasanya lelaki itu sangat menyebalkan dan suka bertingkah semau nya. Apalagi Devan dengan mudah mengatakan bahwa dirinya adalah calon istri dari lelaki itu. Padahal, Netthy hanya sebagai sekretaris dan karyawan magang di perusahaan depan.
"Malam Tuan Devan," sapa Adit.
Meski hati Adit tergores sakit. Namun, ia akan berusaha ikhlas melepaskan Netthy. Mungkin gadis itu memang bukan jodohnya. Ia akan biarkan Netthy bahagia bersama lelaki pilihan nya. Dan jujur dalam hati Adit tidak suka kalimat itu. Namun, ia menyadari banyak hal bahwa perasaan memang tidak bisa dipaksakan.
Natha, Mella, Hendro dan Rodi mengintip dari balik pintu. Keempat sahabat Netthy itu gemes sendiri ketika Netthy menjadi rebutan dua lelaki tampan.
"Malam," balas Devan. "Sudah siap?" Devan menatap Netthy dengan kagum. Gaun yang ia belikan khusus untuk gadis itu sangat pas ditubuh Netthy.
"Sudah Om," sahut Netthy.
Devan merenggut kesal saat Netthy memanggil nya Om. Sekarang ia paham perasaan Delvano yang kesal ketika Cia memanggilnya dengan panggilan tersebut, suami sendiri dipanggil Om.
"Ayo," Devan melingkarkan lengannya di pinggang ramping Netthy.
Netthy terkejut, hampir saja ia menyiku perut lelaki itu dengan tangannya jika tak segera dicegah oleh Devan.
Tatapan Adit tak beralih dari tangan Devan yang melingkar dipinggang Netthy.
"Kak Adit, Netthy berangkat yaaa," pamit Netthy.
"Hati-hati," Adit melambaikan tangannya dan tersenyum kecut.
Netthy memeluk lengan Devan agar terlihat mesra didepan Adit. Seperti janji nya, ia tidak mau lagi mengharapkan cinta yang tak ingin memiliki nya. Sial, kenapa jantung Netthy berdegup kencang saat berdekatan seperti ini dengan Devan.
Devan membuka pintu mobil agar gadis cantik itu masuk kedalam sana. Netthy benar-benar seperti hidup dalam dunia dongeng, sekarang ia merasakan seperti Cia. Di cintai oleh lelaki kaya dan baik.
"Masih lirik-lirikan tuh sama Adit," singgung Devan memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Emang kenapa Om?" tanya Netthy ketus.
"Kamu itu milik saya," tegas Devan.
Netthy mendelik. "Idih, seenak nya cap-cap anak orang jadi miliknya sendiri," singgung Netthy. "Emang Om mau datangin rumah Netthy ketemu ayah sama bunda, terus ngelamar Netthy?" tantang Netthy. Dia yakin jika Devan takkan mau datang ke kampungnya untuk melamar nya.
"Berani kalau kamu mau," Devan tersenyum licik.
Devan tidak tahu kapan perasaan nya pada Netthy tumbuh memekar. Gadis ini berhasil membuatnya bangkit dari patah hati yang dia rasakan karena penghianatan Wenny. Disaat ia merasakan kesedihan, Netthy datang menjadi obat dari luka yang menggores hatinya.
Meski pertengkaran dan perdebatan kecil seolah menjadi bumbu kisah mereka berdua. Namun, hal itu justru membuat perasaan Devan hangat ketika bersama dengan Netthy. Pantas saja Delvano betah karena tingkah Cia yang seperti kekanak-kanakan, karena sifat Cia dan Netthy adalah wanita-wanita polos yang jujur terhadap perasaan mereka.
Sampai dikediaman Koscielny, Devan turun duluan membukakan pintu untuk Netthy. Sebelumnya ia sudah memberitahu keluarga besarnya bahwa ia akan membawa calon istrinya makan malam bersama keluarga besar.
Awalnya mereka tercengang saat Devan mengatakan hal tersebut. Begitu mudah nya lelaki itu bangkit dari patah hati karena perceraian nya dan Wenny. Meski sempat tak percaya, namun Koscielny dan Laurent tak lagi melarang keinginan Devan dan mereka tidak mau lagi ikut campur dalam hal jodoh anak-anak nya. Seperti kata Delvano ia bisa memiliki pasangan sendiri tanpa melewati proses perjodohan seperti yang di rencanakan oleh keluarganya.
"Neneth," teriak Cia dari jauh.
"Perusuh Kecil,"
"Jadi loe calon istrinya Kak Devan?" tanya Cia setengah tak percaya.
"Hem, begitu lah," jawab Netthy cengengesan.
"Wow, keren. Suami kita satu pabrik," bisik nya.
Netthy mendelik. Sudah punya anak tiga, sifat Cia masih tak berubah. Masih saja bicara asal keluar.
Devan dan Delvano hanya bisa menghela nafas panjang. Keduanya saling melihat lalu tertawa pelan. Nasib kedua nya sama, sama-sama mendapatkan istri yang masih labil dan somplak seperti Cia dan Netthy.
"Selamat malam Om. Tante. Perkenalkan nama saya Netthy," Netthy menyalami Koscielny dan Laurent secara bergantian.
"Selamat datang Netthy," sambut Koscielny. Ia tidak seperti dulu lagi yang begitu selektif dalam mencari pasangan hidup anak-anak nya. Sebab setelah apa yang dilewati Devan, ia menyadari satu hal bahwa uang dan harta bukanlah jaminan hidup bahagia.
__ADS_1
"Selamat datang Nak Netthy. Jangan panggil Tante, panggil saja Mommy. Karena kamu sebentar lagi akan jadi bagian dari keluarga ini," ucap Laurent.
Netthy tersenyum canggung. Ia tidak tahu mau jawab apa. Menjadi calon istri Devan saja seperti mimpi, apalagi benar-benar menjadi istri dari duda itu terdengar mustahil. Netthy tak pernah bermimpi menjadi bagian dari keluarga besar Koscielny.
"Neth, masak yuk," ajak Cia.
"Sayang kamu tidak boleh capek," sergah Delvano.
"Cia enggak capek Bby. Cia kan di bantuin sama Mommy dan calon Kakak ipar," goda Cia mengedipkan matanya jahil pada Netthy.
Netthy mendelik. Dia dan Devan belum juga menikah tapi semua orang sudah beranggapan bahwa ia bagian dari keluarga ini.
"Tapi_"
"Tenang aja Bby. Nanti malu berapa ronde?" goda Cia.
Wajah Delvano langsung merah merona Cia selalu bisa menggodanya. Sementara yang lain menelan saliva masing-masing. Koscielny mendelik, menantu nya yang satu ini memang kalau berbicara tidak tahu tempat dan keadaan. Berbicara asal keluar saja.
Laurent bersama ketiga menantunya, Sri, Cia dan Netthy yang sebentar lagi akan menjadi istri Devan berjalan menuju dapur. Tampak keempat wanita itu kompak.
Sri sekarang sedang mengandung dan usia kandungan nya memasuki bulan kelima. Dia begitu menyanyangi Cia karena Cia banyak memberinya pelajaran hidup. Sri tak sombong lagi seperti dulu.
"Jadi kapan kamu akan melangsungkan pernikahan sama Netthy?" tanya Koscielny pada Devan.
Para lelaki menunggu di ruang keluarga sambil berbincang-bincang. Sementara si kembar tiga sudah tidur di kamar mereka dan di jaga oleh salah satu pelayan.
"Secepatnya Dad. Aku akan menemui kedua orang tua Netthy di kampungnya," jawab Devan menghela nafas panjang.
"Daddy dan Dave nanti akan menemani kamu," jawab Koscielny. "Kamu harus segera menikahi nanti, biar tidak terjadi fitnah," jelas Koscielny.
Devan mengangguk. Itu yang dia mau. Menjadikan Netthy sebagai istrinya agar Adit tidak lagi genit-genit dan mendekati gadis kecilnya itu
"Terima kasih Dad," ucap Devan.
__ADS_1
Devan bersyukur karena Koscielny tidak seperti dulu. Jika dulu ia mempersulit hubungan Delvano dan Cia, maka tidak dengan sekarang. Ia tak mau lagi egois, kebahagiaan anak-anak nya jauh lebih penting dari egonya.
Bersambung......