
Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Laurent turun dari mobil bersama kedua putranya, Dave dan Devan. Dia dihubungi oleh Delvano untuk segera datang ke kampung halaman Cia dan membawa beberapa seserahan untuk melamar Cia sebagai istri Delvano. Tak lupa juga Laurent membawa seorang pendeta untuk memberkati acara lamaran putra bungsunya itu.
Tak lupa beberapa seserahan dibawa oleh Laurent dan dibantu Dave dan Devan. Ada perlengkapan ibadah. Perhiasan. Perlengkapan mandi. Alas kaki. Perlengkapan tubuh dan wajah. Tas. Dan beberapa makanan.
Laurent membawa seserahan itu dengan senyuman sumringah. Tak sabar melamar Cia untuk putranya. Sementara Koscielny tidak mau hadir, dia masih belum merestui pernikahan antara Delvano dan Cia. Koscielny sudah memiliki calon menantu sendiri untuk putra bungsu nya. Namun dia tidak bisa memaksa Delvano apalagi putranya yang alergi terhadap wanita itu.
"Silahkan masuk Bu, dirumah sederhana kami," ucap Lenny mempersilahkan.
Cia duduk gelisah dan tak tenang. Keringat dingin membasahi keningnya. Dia tak menyangka pulang kampungnya kali ini akan langsung dilamar oleh seorang pria. Padahal niatnya pulang kampung untuk memberitahu kedua orangtuanya agar tidak menerima lamaran Delvano.
"Terima kasih Jeng," jawab Laurent tersenyum hangat. "Perkenalkan saya Laurent, Ibu dari Delvano," wanita paruh baya itu mengulurkan tangannya pada Lenny.
"Saya Lenny Bu, Ibu nya Cia,"
"Panggil Jeng saja, sebentar lagi kita akan jadi keluarga," ucap Laurent tersenyum hangat.
"Iya Jeng," Lenny tersenyum canggung.
Rasanya Lenny gugup sekali, apalagi melihat calon besan nya yang begitu cantik dan wanita berkelas. Sedangkan dirinya, hanya Ibu rumah tangga.
Delvano menggenggam tangan Cia dan tersenyum, berusaha menyalurkan kekuatan pada calon istrinya itu. Cia mengangkat pandangan nya dan tersenyum pada Delvano.
"Begini Pak, Bu. Maksud kedatangan kami di disini ingin melamar putri Bapak dan Ibu untuk putra saya, Delvano," ucap Laurent. Harusnya yang berkata seperti ini adalah suaminya. Namun suaminya itu masih saja keras kepala dan menolak Cia sebagai menantunya.
Lenny mengangguk dan tersenyum. Tapi berbeda dengan wajah suaminya. Dari tadi wajah Bernadus seperti ditekuk kesal. Dia juga masih tidak setuju putrinya dilamar oleh pria seperti Delvano. Namun apalah daya dia tidak bisa menolak.
"Pak," Lenny menyenggol lengan suaminya.
Bernadus tersadar dan dia hanya mengangguk. Lalu tatapan Bernadus tertuju pada Cia dan Delvano.
"Apa yang membuat anda ingin melamar putri saya?" Tanyanya dingin menatap Delvano
"Saya mencintainya," jawab Delvano singkat.
Bernadus tak lagi menganggapi. Dia mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Laurent.
"Silahkan Pak Pendeta untuk memberkati pertunangan mereka," ucap Laurent mempersilahkan pendeta untuk memberkati acara pertunangan Delvano dan Cia.
"Baik Bu,"
__ADS_1
Rumah Cia di dekorasi dengan sederhana namun dengan tema klasik. Gaun batik yang Cia pakai senada dengan baju batik yang dipakai oleh Delvano. Delvano memang sudah merencanakan untuk melamar gadis ini jauh-jauh hari dan syukurnya takdir berpihak padanya hingga Cia pulang kampung dan dia ikut bersama gadis kecil itu.
"Hal yang begitu sederhana namun sangat penting dalam pertunangan. Dalam firman Tuhan, seorang pria yang patut dikatakan sebagai pemimpin Kristen adalah mereka yang berkelakuan baik, sopan, dan bertanggung jawab," ucap sang pendeta
"Dalam mencari dan menetapkan hati, hendaklah anda berdoa untuk mencari kehendak Bapa. Sebaiknya selalu sertakan tujuan karunia Roh Kudus dalam mengambil keputusan sehingga acara pertunangan bisa berjalan baik dan lancar,"
"Silahkan berdiri,"
Tahbisan (Berdiri
P : Dalam nama Allah: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.
P : Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai saudara-saudara..
J : Amin
Doa (Duduk)
P : Biarlah kita jujur terhadap diri kita, terlebih terhadap Tuhan, karena itu marilah kita mengaku dosa dan bermohon kepada-Nya untuk Firman yang akan kita baca:
Tuhan Allah yang MahaKuasa, Engkaulah yang menciptakan langit dan bumi serta yang memelihara kehidupan ini. Kami bersyukur untuk semua yang Kau berikan dan adakan bagi kehidupan yang sementara kami jalani. Namun dalam kesadaran nurani yang tulus kami mengaku bahwa;
J ; Tuhan yang Maha Kasih ampunilah kami.
P (Dilanjutkan dengan pengakuan dosa yang lain)
P ; Untuk itu ya TUHAN, ampuni kami anak-anak-Mu atas kekurang-yakinan kami dalam Dikau, kekurang-harapan kami dalam kerajaan-Mu, kekurang-yakinan kami dalam kehadiran-Mu, kekurang- percayaan kami dalam pengasihan-Mu.
J ; Ya Bapa dengarkanlah kami yang berseru kepada-Mu dan perbaharuilah kami ke dalam perjanjian-Mu dengan umatMu.
Yang akan bertunangan,
Bawalah kami kepada pertobatan yang benar, ajarlah kami untuk menerima pengorbanan Kristus, hingga kami dapat hidup menurut kehendak-MU.
Bimbinglah juga perjalananku senantiasa, sehingga segala Ilmu Pengetahuan dan segala bentuk pemikiran yang kuperoleh dapat beriring dengan Firman-Mu yang adalah sumber pembaharuan budi pekerti manusia.
Keluarga serta pendamping yang selalu mengasihi, semuanya adalah pemberian-Mu.
P ; Untuk itu semua kami bersyukur pada-Mu ya Tuhan dan sambil berharap teguh kami memohon naungilah Sdra. Delvano Laurent Koscielny dan Delicia Ellen serta keluarganya senantiasa, ya Allah
Pemasangan CIncin (Jemaat Berdiri)
__ADS_1
P ; Saudara-saudara yang kekasih dalam Tuhan, cincin adalah lambang atau simbol suatu hubungan khusus antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, yang patut dihormati semua orang.
Apabila sekarang ini saudara Delvano Laurent Koscielny dan saudari Delicia Ellen akan bertukar cincin, maka terlebih dahulu kami hendak bertanya: Apakah saudara Delvano Laurent Koscielny dan saudari Delicia Ellen mau menciptakan hubungan khusus antara saudara-saudara berdasarkan kasih karunia, yang menuju kearah perkawinan di kemudian hari?
"Ya kami mau," jawab Delvano dan Cia secara bersamaan.
P : Pakailah cincin ini (dipertunjukkan oleh Pemimpin Ibadah kepada Delvano dan Cia) sebagai simbol atau lambang persekutuan saudara-saudara, yang menuju kearah perkawinan (sesudah itu cincin milik Delvano diberikan kepada Delvano dan cincin milik Cia diberikan kepada Cia)
Delvano; (Sedang memberikan cincinnya kepada Cia)
Delicia Ellen. Aku mengikat engkau sebagai tunanganku dan memberikan serta mengenakan cincin ini sebagai tanda cinta kasih saya kepadamu.
Cia ; (Sedang Cia memberikan cincinya kepada Delvano)
Delvano Laurent Koscielny. Aku mengikat engkau sebagai tunanganku dan memberikan serta mengenakan cincin ini sebagai tanda cinta kasih saya kepadamu.
P ; (Sesudah cincin dipasang di jari tangan kiri masing-masing dan kedua tangan berjabat tangan, pemimpin ibadah memegang tangan mereka lalu berkata:)
Sebagai pelayan Tuhan saya meneguhkan ikatan kasih kedua saudara ini, dengan permohonan kepada TUHAN, Allah kita, bahwa Dia akan menjaga keluar masuk mereka dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin.
Delvano menatap Cia dengan penuh cinta lalu dia mendaratkab kecupan hangat di kening gadis itu.
Mata Cia membulat sempurna. Segera gadis itu mendorong Delvano.
"Cia,"
"Hikss hiks, kenapa cium-cium sihh Om. Nanti Cia hamil gimana. Kita baru tunangan," gadis itu terisak menangis.
Sang pendeta malah tercengang melihat Cia mendorong Delvano dan tadi dia takut hamil, apa mereka sudah melakukan hubungan?
"Cia, kamu ini," tegur Dhanny geleng-geleng kepala.
Dave, Devan dan Laurent menahan tawa apalagi melihat wajah Delvano yang malu bukan main.
"Cia, enggak boleh gitu Nak," Lenny geleng-geleng kepala sambil memeluk putrinya.
"Hiks Bapak bilang Cia bisa hamil kalau dicium Bu," adu nya.
Bernadus menelan salivanya susah payah saat Lenny menatap nya dengan tajam. Bernardus tak menyangka jika ajaran sesat nya itu benar-benar dipelajari putrinya.
Bersambung.....
__ADS_1