
Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡
"Ayo Paman bawa masuk," perintah Cia pada supir pribadi nya.
"Cia," Zaenab dan Netthy heran apa yang di bawa oleh gadis itu.
"Apaan tuh Cia?" tanya Zaenab penasaran.
"Ohhh ini Bu, Cia beliin Ibu tv baru. Kulkas baru. Mesin cuci baru, anggap aja hadiah dari Cia Bu. Soalnya tadi Cia dikasih ini sama Om Suami. Cia enggak tahu mau beli apa, ya udah Cia beliin aja ini buat Ibu. Soalnya Om Suami bilang harus dibeliin kalau enggak Cia bakal di gantung ke Monas, Bu," jelasnya sambil menunjukkan blackcard ditangannya.
Mata Zaenab dan Netthy langsung membulat dengan lebar ketika melihat kartu unlimited yang hanya dimiliki oleh sekelintiran orang dipermukaan bumi. Kartu tanpa batas yang saldo nya sangat banyak.
"Waahh Cia makasih banyak. Kamu emang anak paling baik," seru Zaenab kesenangan.
"Yahh Cia buat gue mana?" bibir Netthy menggerecut, dia juga ingin diberikan hadiah oleh Cia.
"Nihh buat lho, gue beliin loe laptop sama hp baru. Laptop loe rusak kan. Nihh," Cia memberikan kotak yang cukup besar.
Mata Netthy berkaca-kaca. Dia senang bukan main. Netthy terlahir dari keluarga miskin dan kedua orangtuanya hanya sebagai petani dikampung. Tentu untuk membeli laptop butuh menabung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun karena penghasilan petani itu tidak selalu menetap.
"Makasih banget Cia," ucap Netthy terharu.
"Sama-sama Neneth. Makanya loe jangan suhuzon mulu sama gue. Meski gini-gini gue tuhh sebenarnya baik hati, rajin menabung dan suka berbagi," seru Cia memuji dirinya sendiri.
"Loe...."
"No protes. No debat. Gue emang paling baik hati dan cakep sedunia," sergah nya memotong ucapan Netthy dan tak lupa gaya percaya dirinya.
Zaenab dan Netthy hanya seperti cenayang saat melihat barang-barang pemberian Cia. Cia memang tidak pelit dari dulu gadis ini selalu royal dengan teman-teman nya dan suka sekali berbagi meski dalam kekurangan.
"Enak banget yaaa jadi istri Sultan," singgung Netthy.
"Benar Neth. Enak banget, ahhh gue jadi kangen Om Suami," celetuk Cia sambil ngakak.
"Ayo Cia masuk. Ibu udah masakkin, makanan kesukaan kamu," ajak Zaenab semangat. Harus semangat menyambut Cia biar gadis itu nanti sering-sering datang ke kontrakan dan membawakan banyak belanjaan seperti sekarang.
"Tumben baik sama Cia Bu? Biasanya aja dulu, Cia selalu diteriakin," ucap Cia sambil duduk dimeja makan.
Zaenab mendengus kesal. Niat hati ingin berbuat baik pada Cia. Tapi gadis ini malah membuat nya kesal saja.
"Sehari aja enggak buat Ibu ngomel Cia. Bisa enggak sih?" ucap Zaenab kesal.
__ADS_1
"Sabar Bu," ucap Netthy.
"Iya Bu sabar, orang sabar itu panjang tangan ehh salah panjang hati ehh apa sih. Tahu ahh pokoknya orang sabar itu pasti kesel," jawab Cia ikut menimpali.
Drt drt drt drt drt drt
Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Segera wanita itu meronggoh tas kecil milik nya. Dia mendengus kesal saat melihat nama yang tertera disana. Siapa lagi kalau bukan suaminya?
"Iya Om," sahut Cia malas.
"Sebentar lagi Okhhy jemput kamu. Kita makan siang sama-sama...."
"Tapi Om_"
Tut tut tut tut...
Cia merenggut kesal. Suaminya ini benar-benar luar biasa. Dia hanya diberikan kebebasan saat dikampus saja. Setelah dari kampus dia harus menemani Delvano.
"Bu. Neth, maaf kayaknya Cia enggak bisa ikut makan. Soalnya Cia harus nemanin Om Suami makan siang," ucap Cia tampak kesal.
"Ya udah temanin suami kamu. Enggak baik nolak permintaan suami," ucap Zaenab.
.
.
.
.
Cia turun saat mobil yang membawa nya berhenti tepat didepan sebuah gedung pencakar langit bertingkat tinggi.
Gadis itu menggeleng kagum melihat gedung milik suaminya. Ini pertama kalinya dia datang ke perusahaan milik Delvano. Biasanya dia menemani lelaki itu makan siang dirumah atau di restorant.
"Om, beneran ini kantor nya Om Suami?" tanya Cia pada Okkhy. Dia berdecak kagum melihat bangunan mewah ini.
"Benar Nona. Ayo silahkan masuk. Tuan sudah menunggu anda didalam," sahut Okkhy sopan sambil membungkuk hormat.
"Iya Om," Cia ikut membungkuk. Dia belum terbiasa diperlakukan sesopan itu.
"Tidak perlu seperti itu Nona," cegah Okkhy tak enak hati.
__ADS_1
"Ohh iya Om,"
Cia berjalan masuk dan satu kantor heboh karena kedatangan gadis cantik istri dari Sultan Tuan Muda Delvano.
Para karyawan membungkuk hormat saat Cia melewati mereka.
"Selamat siang Nona," sapa mereka ramah.
"Selamat siang semua. Jangan lupa makan siang yaaaa," balas Cia ramah sambil melambaikan tangan nya dan berjalan lenggak-lenggok seperti seorang model yang tengah memperagakan baju yang dia pakai.
Para karyawan berbisik-bisik dan menganggumi kecantikan Cia yang terlihat alami. Apalagi Cia ramah dan baik hati tidak seperti istri Sultan pada umumnya yang suka menindas.
Cia dalam hitungan menit langsung viral di group chat karyawan, mereka heboh membicarakan tentang Cia. Ada yang memotret gadis itu secara diam-diam dan menyebarkannya didalam grup.
"Om," sapa Cia masuk kedalam ruangan Delvano.
"Ada apa?" ketus lelaki itu.
"Yaeellah Om, ketus amat sama istrinya. Tadi aja ditelpon, sebentar lagi Okkhy datang jemput kamu kita makan siang bareng," ujar sambil menirukan suara Delvano dan tak lupa tangannya dia gunakan sebagai alat telponnya.
Delvano menahan senyumnya. Cia selalu bisa meredakan rasa lelah dihatinya. Celetukkan dan omelan gadis itu berhasil menghilangkan rasa penat Delvano karena bekerja seharian.
"Enggak disuruh duduk dulu Om istrinya? Enggak romantis amat sih Om-nya! Kayak di novel-novel lho Om, disambut disayang begitu," seru Cia.
"Ohh kamu mau saya peluk saya cium?" Delvano berdiri dari duduknya.
"Enggak Om," gadis itu menggeleng dengan cepat lalu duduk sambil tersenyum tanpa dosa.
"Kenapa enggak mau?" Delvano melipat bibirnya menahan tawa.
"Soalnya Cia lapar Om. Entar kalau Om peluk Cia, Cia jadi kenyang," sahut gadis itu asal.
Delvano menggeleng sambil tertawa lebar.
"Mana ada orang yang dipeluk langsung kenyang?" Delvano duduk disamping gadis itu. "Udah habis enggak uang nya? Kamu beli apa aja?" tanya Delvano. Tadi dia memberikan satj blackcard miliknya agar gadis itu membeli semua keperluan nya. Meski awalnya Cia menolak tapi Delvano berhasil membujuk gadis itu.
"Beliin Ibu kost belanjaan Om. Sama beliin laptop sama ponsel buat Neneth. Terus beliin Natha sama Memel baju sama bayarin uang kuliah Memel. Katanya belum bayar semester ini, kasihan Memel Om. Kalau Cia sih emang engfak bayar dari dulu," jelasnya.
Bukannya marah lelaki itu malah tersenyum gemes. Istrinya ini memang makhluk langka yang harus dilestarikan supaya tidak punah. Mana ada wanita yang diberi uang oleh suaminya lalu membelikan teman-teman nya belanja? Ya wanita itu hanya Cia saja karena Cia seperti tidak terlalu tertarik pada uang.
**Bersambung... **
__ADS_1