
**Happy Reading 🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺**
Devan mendengus kesal ketika memasuki sebuah perkampungan yang jalannya sangat jelek. Untung saja supir yang membawa mereka sudah terlatih dijalan-jalan ekstrim seperti ini. Jika tidak pasti mobil mereka akan amblas.
"Namanya juga cinta Van, butuh perjuangan lah," ucap Dave pada adiknya. "Nanti kamu keluarkan uangmu itu untuk perbaikan jalan, agar mertuamu tidak kesusahan keluar kota," kata Dave sambil terkekeh.
Koscielny hanya tersenyum saja. Koscielny sudah biasa hidup susah sebelum menjadi orang sukses. Jadi ia sama sekali tak mengeluh melewati jalan yang seperti naik gunung turun gunung ini.
Ketiga pria itu datang untuk melamar Netthy. Laurent tidak bisa ikut lantaran ada urusan arisan dan sosialitanya. Sementara Delvano ia tidak bisa meninggalkan Cia dan ketiga anaknya. Maklum lelaki posesif luar biasa, jangan kan pergi jauh saat kekantor saja Delvano keberatan meninggalkan istri anak-anak nya. Ia bahkan rela meninggalkan meeting demi Cia dan si kembar tiga.
Netthy sudah pulang duluan diantar oleh supir pribadi Devan untuk memberitahu kedua orang tua nya bahwa akan ada yang datang melamarnya.
Sampai di perkampungan. Mobil tersebut menjadi pusat perhatian para warga. Sebab tak biasanya, ada mobil mewah yang masuk kedalam perkampungan sebelum mendekati pemilihan umum.
Ketiga pria tampan itu turun. Sontak saja mereka menjadi pusat perhatian. Apalagi ketampanan mereka bak artis Hollywood di mana roti sobek tercetak jelas di balik baju yang di pakai ketiganya.
Koscielny meski sudah berumur dan tak muda lagi namun ia tetap menjaga kesehatan tubuh nya. Tubuh atletis dambaan para lelaki tersemat padanya. Tentu untuk menjaga tubuh agar tetap atletis butuh perjuangan seperti olahraga rutin dan menjaga pola makan.
"Silahkan masuk Tuan," ucap Yosep, ayah kandung Netthy.
"Terima kasih Pak," jawab Koscielny.
Mereka masuk kedalam rumah sederhana milik Netthy. Rumah minimalis yang tidak mewah namun nyaman. Rumah tersegel telah di dekorasi dengan indah meski sederhana. Tampak orang kampung sudah berbondong-bondong untuk menghadiri lamaran hari ini.
Tak bisa dipungkiri jika jantung Devan berdegup kencang. Ini bukan lamaran pertama nya. Tapi kenapa jantungnya berdebar-debar. Apalagi melihat banyak orang kampung yang akan menyaksikan lamaran mereka nanti.
Netthy keluar bersama kakak nya yang paling tua. Gadis itu sudah cantik dengan dandanan sederhana yang di sengaja di sewa oleh Devan untuk merias calon istrinya.
"Om," sapa Netthy malu-malu.
"Kamu cantik," bisik Devan menahan senyumnya.
"Emang udah dari dulu Om. Om aja yang baru sadar," celetuk Netthy. Tak lupa gadis itu cenggesan seperti tak bersalah.
Sementara Devan memutar bola matanya malas. Di puji makin melonjak. Namun, ia harus sabar. Sebentar lagi Netthy akan menjadi istrinya dan dia harus menyimpan banyak stok kesabaran karena sikap dan tingkah istrinya yang seperti anak kecil ini.
"Baiklah Pak, Bu. Maksud kedatangan kami kesini ingin melamar putri Bapak untuk putra kami Devan," ucap Koscielny.
"Terima kasih Tuan atas kedatangannya. Kami dengan senang hati menerima tawaran Tuan Devan untuk putri kamu Netthy," sahut Yosep selaku orang tua dari Netthy.
Awalnya Yosep dan Lina sedikit keberatan saat Netthy menjelaskan siapa calon suaminya. Namun, mereka tidak mau nanti Netthy malah depresi karena tidak di restui.
Meski banyak omongan tetangga yang menuduh jika Netthy macam-macam. Namun, orang tua Netthy berusaha untuk tidak emosi. Mereka percaya pada anaknya. Apalagi Netthy belum lulus kuliah. Pasti akan menjadi boomerang tersendiri bagi orang kampung.
__ADS_1
.
.
.
Setelah acara lamaran yang panjang dan cukup menyita waktu. Satu bulan kemudian dengan segala persiapan akhir nya acara pernikahan Devan dan Netthy akan di gelar segera.
Hari ini, seorang gadis cantik tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin. Senyumnya menggembang. Gaun mahal dan indah itu membungkus tubuhnya dengan sempurna.
"Loe benaran cakep Neth. Gue hampir lupa diri," celetuk Cia.
"Iya Neth. Loe cakep banget," sambung Mella.
"Akhir nya loe berdua yang duluan laku dari kita," Natha ikut menimpali.
"Makanya loe berdua cepat nikah sana. Ajak Hendro sama Rodi," sahut Netthy.
"Enggak semudah itu dodol," Mella menoyor kening Netthy.
"Aww. Sakit," rintih gadis itu.
Jujur saja Natha dan Mella merasa kehilangan sosok Cia dan Netthy. Sahabat yang sama-sama somplak tersebut kini telah menemukan kebahagiaan nya.
"Nak Devan, Ayah titip Netthy sama kamu. Kamu jaga dia dengan baik," pesan Yosep.
"Iya Ayah," sahut Devan.
Acara di mulai. Devan menatap Netthy dengan penuh cinta. Masih terbayang kesan pertama di mana mereka mulai saling mengenal, sama-sama menangis disebuah taman untuk meluapkan segala emosi dan perasaan.
Devan membuka cadar yang menutupi wajah Netthy. Jantung nya berdegup kencang saat ia mengecup kening wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini dengan sayang.
Setelah acara pemberkatan dilanjutkan dengan resepsi yang cukup panjang. Apalagi rekan bisnis Koscielny, Dave, Devan dan Delvano berdatangan untuk membersihkan ucapan selamat pada Devan juga Netthy.
Adit menatap sendu Netthy yang ebtditi diatas pelaminan bersama Devan. Ia tersenyum kecut karena terlambat menyadari perasaan yang seharusnya ada.
"Harusnya gue yang disana," ucapnya tersenyum getir.
"Awwww," seorang gadis tak sengaja menumpahkan jus di jas nya Adit.
"Astaga," Adit membulatkan matanya saat melihat baju nya yang basah karena jus tersebut.
"Maaf Om,"
__ADS_1
.
.
.
Devan membawa Netthy masuk kedalam kamarnya. Pria itu merenggut kesal karena istrinya yang tertidur saat ia gendong. Benar-benar keterlaluan wanita ini. Padahal dia sudah menyiapkan energi nya untuk maalm pertama mereka. Tapi Netthy malah terlelap di pelaminan.
Mungkin karena terlalu lelah melayani tamu yang ribuan membuat wanita itu terlelap dengan nyaman di pelukan suaminya.
Devan meletakkan tubuh Netthy dengan pelan. Lama ia tatap wajah gadis yang sudah menjadi istrinya ini. Ini bukan pernikahan pertamanya. Namun, Devan berharap ini akan menjadi pernikahan terakhir dalam hidupnya.
Mata Netthy terbuka ketika mendengar hembusan nafas suaminya yang mengenai wajah nya.
"Om," wanita itu terkejut saat melihat Devan sudah ada diatas tubuhnya.
"Hem, jangan tidur kita mau malam pertama," goda Devan sengaja.
"Om," bulu Netthy bergidik ngeri membayangkan dirinya yang mendesah di bawah sang suami.
"Harus malam ini yaa Om?" tanya Netthy takut-takut.
"Harus," sahut Devan tersenyum jahil.
"Enggak malam Jumat Kliwon aja Om, biar langsung jadi gitu kayak Cia sama Om Delvan," ucap Netthy beralasan.
"Jangan aneh-aneh. Saya mau malam ini," tegas Devan.
"Turun dulu Om. Om itu berat," Netthy mendorong tubuh Devan agar menyingkir dari atas nya.
"Ehhh mau kemana?" Devan menarik tangan Netthy hingga jatuh kedalam pelukannya.
"Om N_"
Mata Netthy membulat saat Devan membungkam mulutnya dengan ciuman hangat. Gadis yang belum berpengalaman itu bingung apa yang harus ia lakukan. Namun ia mengikuti nalurinya.
Malam panas yang panjang bagi kedua insan manusia. Di mana mereka saling menghangatkan dibalik selimut tebal.
Devan ambruk disamping istrinya. Ia menarik wanita itu yang tampak kelelahan dengan keringat yang mengucur didahinya akibat pergulatan panas di malam pertama mereka.
"Terima kasih sayang. Kamu yang pertama dan terakhir dalam hidupku. Aku mencintaimu. Semoga dia segera hadir disini," Devan mengusap perut rata Netthy yang tak memakai apapun.
Lelaki itu mengecup kening istrinya. Sebelum akhirnya terlelap bersama Netthy dengan memeluk tubuh istri kecilnya.
__ADS_1
Bersambung....