Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Hari bahagia


__ADS_3

Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡


Tamu undangan masih terus berdatangan. Dari berbagai kalangan. Bahkan acara pernikahan itu digelar live disebuah televisi swasta. Pernikahan putra kolongmerat yang menduduki raja Asia bisnis ternama


Ada Ferdy dan juga Yupita disana. Kedua pasangan paruh baya itu merasa patah hati karena gagal mempersunting Cia untuk Ryan. Padahal keduanya berharap Cia benar-benar menjadi pasangan hidup Ryan. Namun yang namanya bukan jodoh tidak akan bisa dipaksa.


Rianti bersama teman-teman nya juga turut hadir disana. Sama seperti Ferdy dan Yupita jika dia juga kecewa sekali. Padahal bagi Rianti, Cia cocok menjadi pasangan Ryan.


Adit dan Zaenab turut menghadiri pesta pernikahan Delvano dan Cia. Zaenab juga kecewa karena selama ini yang dia harapkan menjadi menantunya adalah Cia. Kasihan Adit, pasti sangat patah hati ketika melihat gadis yang dia cintai bersanding dengan lelaki lain diatas pelaminan.


Sementara Adit berusaha membunuh semua perasaan yang masih tumbuh subur didalam dadanya. Tak bisa dipungkiri bahwa dia sekarang patah hati hebat. Namun Adit sadar jodoh memang tidak bisa dipaksa. Asal Cia bahagia Adit rela melepas nya bersama Delvano.


"Selamat ya putri Ibu," Lenny memberikan pelukan hangat pada putri gresek nya itu.


"Terima kasih Bu. Maafin Cia ya Bu belum bisa jadi anak yang baik buat Ibu," ucapnya sendu.


"Kamu adalah anak terbaik Ibu. Jangan bicara begitu," sambil mencium kening putrinya.


Lenny tak bisa menyalami menantunya Delvano. Delvano masih alergi bersentuhan dengan wanita lain selain Cia.


"Cia, selamat ya Nak," Bernadus ikut memeluk putri kecilnya ini. Hatinya berat melepaskan Cia. Namun sekarang dia sudah memiliki suami, Bernadus harus bisa mulai terbiasa tanpa Cia.


"Hiks Bapak. Jangan kangen-kangenan sama Cia lagi yaaa. Karena Cia udah enggak gak tinggal dirumah sama Bapak. Entar Bapak ajakkin Ibu aja berantem diranjang," menyeka air mata nya yang sama sekali tidak jatuh


"Awwwwwwww," rintih Cia saat Dea mencubit lengannya


"Kamu itu ngomong disaring dikit. Bara sama Brayn entar dengar," omel Dea. Adik nya ini memang harus dikasih tahu.


"Emang Cia saringan udara apa? Kan emang benar," gadis itu mengelus tangannya bekas cubitan Dea.


Bernadus mendekati calon menantunya. Dia harus tegaskan bahwa Cia sangat berarti untuknya.


"Nak Delvano, Bapak titip putri Bapak padamu ya Nak. Jaga dia dengan baik. Jika dia salah bimbing dia ke jalan yang benar. Jika dia membuat kesal bantu dia agar dewasa. Kamu sayangi dia seperti kamu menyayangi Ibumu dan jika suatu saat kamu udah bosan sama dia, tolong jangan buang dia kembalikan dia pada Bapak. Bapak menyanyangi nya. Bapak yang akan menjaganya".


Delvano berkaca-kaca. Ini adalah pesan seorang Ayah kepada menantunya agar menjaga putrinya. Suatu saat nanti Delvano juga akan berada diposisi itu.


"Bapak, hiksss". Rasanya Cia tidak mampu lagi menahan tangisnya. Biarlah makeup nya luntur, tohh dia akan tetap cantik menurut dia sendiri


"Iya Pak, pasti," senyum Delvano yakin.


Lenny juga ikut terharu. Sejujurnya dia juga tidak sanggup berpisah dari Cia, meski selama ini Cia memang tinggal dikota. Tapi berpisah karena pendidikan dengan berpisah karena menikah itu memiliki perasaan yang berbeda pula. Tapi bagaimana pun Aluna harus mengikuti suaminya. Sekarang Aluna sudah memiliki kehidupan sendiri.

__ADS_1


Dea dan Dhanny juga menatap sendu. Pasti tanpa Cia rumah terasa mati. Selama ini celotehan dan keberisikkan Cia lah yang membuat suasana rumah hidup. Meski sering membuat kesal dan darah tinggi, tapi Cia bagai pelita dikehidupan mereka. Apalagi kalau Cia sudah pulang kampung mereka senang bukan main dengan kehadiran adik lucu mereka itu.


"Selamat ya Cia. Van," Dhanny juga memberikan pelukan hangat pada Cia


"Makasih Kak Dhanny. Pasti Kak Dhanny sedih kan karena enggak ada lagi yang bikin Kak Dhanny kesal? Sama Cia juga sedih Kak, karena enggak ada lagi yang bisa Cia ledekin," Cia melipat bibirnya menahan tawa ketika melihat Dhanny yang tampak kesal.


"Kamu ya... Udah jadi istri orang juga masih aja bikin kesal. Siap-siap lah kamu entar malam bakal diterkam habis-habisan sama suami kamu," bisik Dhanny tersenyum licik


Cia bergidik ngeri. "Emangnya terkam apaan Kak?" Tanyanya polos.


"Dhanny, jangan godain adik kamu," tegur Lenny.


"Iya Bu. Dhanny cuma bercanda," sahut Dhany membela diri


"Selamat ya adik Kakak paling menyebalkan," Dea menarik hidung Cia dengan gemes


"Ishhh Kakak berkurang kan jadi nya kecantikan Cia," gerutu gadis itu.


"Sini peluk Kakak," Cia masuk kedalam pelukan Kakaknya. Usia mereka terpaut cukup jauh namun saling menyanyangi. Apalagi Dea memang sudah menjadi Ibu-ibu.


"Tante Cia". Bara dan Brayn juga ikut memeluk Cia. Dan wajah Delvano langsung kesal. Entahlah dia memang pencemburu mungkin melihat anak kecil yang memeluk istrinya saja membuatnya kesal bukan main.


"Selamat Kelinci Kecil," ucap Mella, Netthy dan Natha bersamaan.


"Enggak sekalian tikus kecil aja," sindir Cia


"Kali ini enggak gak usah protes. Loe lagi bahagia. Semoga loe jadi istri yang baik buat Om Delvano. Jangan sering-sering buat suami loe kesal Cia, entar dikutuk loe jadi istri durhaka," ucap Mella memeluk sahabatnya.


"Yeee mana berani gue buat Om Suami kesal. Dia kan jantung hati guee," goda Cia menatap suaminya jahil


"Cia selamat ya. Akhir loe yang laku duluan. Gak turun pasaran kan Cia?" goda Rodi sambil memeluk gadis itu.


"Yo wess pasti laku lah Bang. Siapa coba yang berani nolak pesona Cia. Udah cakep. Pintar. Jenius. Apa yang kurang coba?"


"Loe_".


"No protes no debat. Cia emang paling cakep sejagat raya," celetuk Cia saat Memel, Netthy dan Natha ingin protes.


"Selamat adek Abang. Baik-baik jadi istri orang. Tidur gak boleh kesiangan. Cerobohnya dikurangi. Makannya bagi-bagi sama suami. Jangan rakus," seru Hendro sambil tertawa kecil.


"Makasih Abang ucapannya. Semoga panjang umur sehat selalu," balas Cia

__ADS_1


Sebelum turun dari pelaminan. Mereka mengambil foto berenam. Foto yang akan menjadi kenangan nantinya.


Tanpa ada yang menyadari jika dari jauh Ryan yang menatap mereka dengan sendu. Harusnya Ryan yang berada disana tapi malah orang lain. Dia terlambat mendekati Cia


"Cia," Adit tersenyum ramah. "Selamat ya semoga kamu bahagia," ucap Adit serak menahan sesuatu yang hendak keluar dari pelupuk matanya


"Iya Kak makasih,"


Delvano melingkarkan tangannya dipinggang Cia. Bagaimana pun Adit adalah orang yang pernah menaruh rasa pada strinya. Dia tidak mau memberi Adit celah untuk dekat-dekat Cia.


Koscielny dan Laurent diikuti oleh Dave dan Sri serta Devan dan Wenny juga naik ke pelaminan.


"Dad. Mom,"


"Selamat Son," Koscielny tersenyum datar


"Makasih Dad,"


"Kamu_"


"Cia, Ayah mertua," seperti biasa Cia akan dengan cepat menyebut namanya.


"Iya," Koscielny mendengus kesal.


"Selamat," ketus nya mengulurkan tangan kearah Cia.


"Terima kasih Ayah mertua sudah diterima jadi menantu," Cia tersenyum manis


"Menantu Mommy,"


"Mommy,"


Laurent dan Cia saling memeluk heboh. Laurent menghujani wajah menantunya dengan banyak ciuman. Akhirnya Cia jadi menantunya juga. Sedangkan Sri dan Wenny menatap tak suka.


"Selamat ya sayang. Selamat datang dikeluarga besar kami," ucap Laurent


"Van,"


"Mom," namun Delvano hanya bisa menangkup kedua tangannya didada. Meminta maaf karena tidak bisa menjabat tangan Ibunya


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2