Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Takdir cinta Ryan dan Dara


__ADS_3

Takdir cinta Ryan dan Dara


Perjalanan panjang yang tidak mudah. Terlebih keduanya terlahir dari keluarga yang berbeda kasta. Namun, siapa sangka cinta yang kuat mampu menyatukan kedua orang berbeda kasta tersebut.


Untuk memutuskan bersama tentunya banyak hal yang harus mereka lewati dan pertimbangkan. Mulai dari meyakinkan orang tua si wanita. Karena takut jika nanti ia malah di campakkan.


Hari ini, adalah hari yang telah di nanti oleh Ryan dan juga Dara. Kedua orang yang dipertemukan dalam sebuah kecelakaan kecil tersebut. Kini memutuskan untuk hidup bersama dja menyatukan cinta yang sudah mereka yakini akan menjadi milik keduanya.


Dara menatap pantulan dirinya didepan cermin. Ia tak menyangka akan menikah diusianya yang masih terbilang muda. Ia tak bisa menolak lamaran Ryan karena pun sudah jatuh cinta pada lelaki playboy itu. Ryan sangat baik padanya. Lelaki itu mencintainya dengan tulus dan bahkan tidak mempermasalahkan kasta mereka yang begitu jauh berbeda.


"Ayah," lirih Dara. "Hari ini, hari bahagia ku Ayah. Andai Ayah ada disini. Aku pasti akan sangat bahagia ketika Ayah menggandeng tanganku membawa menjemput kebahagiaan," Dara tersenyum kecut. Ia sudah lama kehilangan sosok ayah nya.


"Nak," Fatmala masuk kedalam ruangan rias sambil membawa tongkat nya.


"Ibu," panggil Dara tersenyum.


"Kamu cantik sekali, Nak," puji Fatmala menatap putrinya dengan cinta. Tak ia sangka putri kecil nya dulu ia besarkan dengan penuh kasih sayang. Kini tampak cantik dari biasa nya.


"Bu," Dara memeluk Fatmala.


Jujur saja Dara belum siap meninggalkan ibu dan kedua adiknya. Setelah menikah ia akan fokus mengurus sang suami dan anak mereka nanti. Waktu dengan orang tua dan keluarga nya akan sedikit karena ia harus mengutamakan suaminya.


"Sudah jangan menangis. Nanti make up mu luntur lho," goda Fatmala menyeka air mata putrinya.


"Maafin Dara ya Bu. Dara belum bisa buat Ibu bahagia," ucap Dara menyeka air mata nya pelan.


"Kamu enggak salah. Jangan minta maaf," ucap Fatmala terkekeh. "Ibu harap kamu bahagia. Menurut lah sama suami. Jangan membantah ucapan nya. Sebab seorang istri kodratnya adalah melayani dan tunduk pada suami," jelas Fatmala. Ia pun sebenarnya belum siap melepaskan putrinya. Namun, Fatmala tak mau egois memang akan tiba waktunya anak-anak nya meninggalkan dia saat mereka sudah menemukan kebahagiaan masing-masing.


"Ya sudah ayo. Calon suami mu sudah menunggu," ajak Fatmala


Dara berjalan diatas karpet merah. Ia berjalan sambil memegang buket bunga di tangannya. Sebenarnya ia sedih karena tidak ada yang menggandeng tangannya menuju altar pernik seperti pada umumnya. Dia tidak memiliki ayah. Kedua adiknya masih kecil. Tapi tak apa ia akan tetap bahagia.


Ryan yang menatap Dara terkagum-kagum dengan kecantikan calon istrinya itu. Tanpa sadar lelaki itu meneteskan air mata bahagia nya. Ia tak menyangka jika akan mengakhiri masa lajang dan jiwa playboy dengan dan terikat dalam sebuah pernikahan dengan gadis biasa seperti Dara.


Niat awal yang terselubung untuk menghancurkan masa depan Dara berubah menjadi perasaan cinta dan ingin melindungi gadis yang berjuang tanpa panutan seorang ayah tersebut. Sejak mengenal Dara, Ryan belajar banyak hal dari wanita yang telah berhasil menaklukkan hatinya tersebut. Semoga saja, ini pelabuhan terakhir cinta nya.

__ADS_1


Ryan menyambut tangan Dara dengan bahagia dan senang. Mata nya tak beralih dari wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya tersebut.


Acara pemberkatan di mulai. Para tamu memenuhi tempat acara di adakan.


Tamu terhormat adalah Delvano dan sekeluarga bersama istri dan anak-anak nya. Tampak mereka kompak mengenakan seragam yang sama. Pasangan bahagia itu selalu membuat orang lain iri dengan kecocokan mereka. Meski pasangan beda usia cukup jauh. Namun, sama sekali tak mengurangi kekompakan yang mereka tunjukkan.


Ada Netthy yang juga datang bersama Devan. Netthy bekerja sedang magang di perusahaan Devan dan menjadi sekretaris dari bos nya tersebut. Kedua manusia itu tampak dekat meski sering berdebat. Gambaran Delvano dan Cia tidak jauh beda dari kedua manusia yang usianya terpaut sangat jauh itu.


"Kamu jangan jauh-jauh dari saya," bisik Devan


"Iya Om," sahut Netthy malas.


Banyak yang mengatakan jika mereka cocok. Namun, Netthy sama sekali tak menyukai Devan karena lelaki itu hobby nya marah-marah. Berbeda saat pertama kali mereka bertemu lelaki itu tampak menarik.


"Peluk tangan saya!" titah Devan


"Idih kenapa main peluk-peluk?" Netthy menatap Devan curiga.


"Enggak usah banyak protes. Kamu enggak liat itu ada Adit? Katanya mau move on," ucap Devan kesal.


Tanpa mereka sadari dari tadi Adit melihat kedua orang itu. Entah kenapa hati Adit sakit ketika Netthy terlihat mesra dengan Devan. Ada apa dengan hatinya? Kenapa ia terlihat tak suka melihat Netthy seperti itu? Apakah mungkin jika ia diam-diam merindukan sosok Netthy selama ia berada di Surabaya.


Jantung Netthy berdebar-debar saat memeluk lengan Devan dengan mesra seperti ini. Perasaan ini belum pernah ia rasakan sebelumnya. Meski pun ia berdekatan dengan Adit.


'Kagak mungkin gue suka sama nihh duda?' batin Netthy berusaha menepis perasaan nya.


Saat Netthy melihat kearah Adit. Secepat nya gadis itu memeluk lengan Devan dengan agresif. Bahkan ia meletakkan kepalanya di lengan Devan.


Seperti yang kedua katakan agar ia segera melupakan Adit. Meski sulit tapi ia percaya perlahan perasaan yang ada itu mulai memudar.


Devan tersenyum tipis saat Netthy memeluk lengannya. Tak pernah Devan merasa senang seperti ini saat wanita memeluk lengannya. Dia biarkan saja Netthy bersandar nyaman.


.


.

__ADS_1


.


Ryan membawa istrinya masuk kedalam kamar. Acara panjang yang cukup menyita waktu dan tenaga.


"Capek?" Ryan meletakkan Dara diatas ranjang pengantin mereka.


Ranjang itu sudah di hias sedemikian rupa. Ini pasti ulah dari Yupita dan Rianti. Kedua wanita menyebalkan bagi Ryan itu selalu saja memantau dirinya. Dari mulai mereka pacaran hingga menikah, semua di siapkan oleh Yupita dan Rianti.


"Aku buka baju nya ya Sayang,"


Dara mengangguk saja. Sejujurnya dia begitu takut pada malam pertama. Dia belum pernah disentuh oleh lelaki sebelum nya. Pasti rasanya akan aneh jika tiba-tiba ia mengalami hal baru tersebut.


"Sayang," panggil Ryan tampak tak sabar suaranya mulai serak menahan gairah membara


"Iya Kak?" Dara menatap suaminya malu.


"Bolehkah?" pinta Ryan. Ryan tidak mau mengambil hak nya sebelum sang istri siap. Ia takut menyakiti wanita itu nantinya.


"Kak," panggil Dara malu-malu. "Aku belum pernah apakah sakit?" tanya Dara polos sambil mengigit bibir bawahnya.


Ryan tersenyum senang. Menjadi kebanggaan bagi seorang pria adalah ketika ia menemukan wanita yang belum pernah di sentuh oleh pria lain.


"Kamu tenang aja Sayang. Aku akan melakukannya dengan lembut," Ryan langsung membaringkan tubuh istrinya dengan tak sabar.


Lalu terjadi lah malam pertama mereka berdua. Malam indah yang akan menjadi malam panjang untuk kedua pasangan pengantin itu. Ini pertama kali nya Ryan bercinta dengan seorang wanita yang masih tersegel seperti istri nya.


**Bersambung..... **


Maaf malam pertama nya author skip ya Mak-mak. Soalnya si entun suka gak lolosin kalau buat adengan panas. Mungkin dia tahu kalau author nya masih jomblo ting-tingπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Cieee Adit cemburu???


Apakah Devan memiliki rasa pada Netthy?


Yuk ikutin kisah mereka selanjutnya. ...

__ADS_1


__ADS_2