Istri Tuan Muda Delvano

Istri Tuan Muda Delvano
Incaran anak kost


__ADS_3

**Happy Reading 🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡🍡**


"Kak Adit," sapa Netthy genit.


"Ehhh Neth," Adit tersenyum. "Kenapa?" tanya Adit saat melihat Netthy duduk disampingnya.


"Enggak Kak. Cuma pengen nemanin Kakak aja," sahut Netthy. Ahh ia bisa diabetes kalau melihat senyuman manis si Adit.


Adit ini memiliki sifat yang ramah, lemah lembut dan baik hati. Tidak ingin tapi selalu bisa membuat orang disekitarnya merasa teradit-adit.


"Lagi melamunin Cia yaaa Kak?" tebak Netthy. Semua anak kost tahu jika Adit menyukai Cia. Sayang karena Cia yang polos seperti proselin itu, tidak tahu jika Adit menyukainya.


Adit terkekeh. "Kamu ada-ada aja. Emang boleh ngelamunin istri orang?" ucap Adit geleng-geleng kepala.


Netthy tersenyum kecut. Ia tahu jika Adit masih menyimpan rasa pada Cia. Pasti sulit untuk Adit melupakan Cia. Sebab tanpa Cia, hidup nya seperti sayur tanpa garam.


"Kak Adit, kenapa sih Kakak enggak cari pacar aja? Anak kost banyak nohh yang masih jomblo. Termasuk yang duduk disamping Kakak ini," seru Netthy sambil tersenyum genit dan menggoda.


Lagi-lagi Adit terkekeh mendengar ucapan Netthy. Gadis somplak ini tidak jauh beda dari Cia. Hanya saja Netthy tidak membuat orang naik darah. Berbeda dengan Cia yang suka membuat Zaenab khotbah setiap pagi.


"Kamu ini, ada-ada aja..." Adit mengacak rambut Netthy.


"Kakak," gadis itu kesal.


Adit langsung teringat pada Cia. Biasanya kepala Cia yang paling suka ia acak karena suka melihat wajah Cia yang cemberut dan kesal.


"Kangen Cia yaaa Kak?" tebak Netthy sambil memperbaiki rambutnya. Ia bisa lihat dari tatapan Adit, bahwa lelaki itu masih memikirkan gadis yang sudah menjadi milik orang lain.


Adit menghela nafas panjang. Jika boleh jujur ia memang rindu. Biasanya kalau dia pulang ke Jakarta, Cia lah yang selalu menemani nya dengan celotehan-celotehan yang tidak masuk akal.


"Iya," jawab Adit. "Benar kamu bilang, tanpa Cia itu hampa," Adit tersenyum kecut. "Enggak nyangka kalau Cia bakal di persunting Tuan Delvano," ucapnya terdengar lirih.


Netthy menatap Adit. Apakah Adit tahu saat ia mengatakan hal itu, hati Netthy berdenyut sakit? Gadis ini sudah lama menyukai Adit, incaran para anak kost kecuali Cia. Namun Netthy sadar jika cinta Adit takkan menjadi miliknya sebab laki-laki itu masih saja stuck dengan wanita yang sudah menjadi istri orang lain.


"Kakak nyesal karena enggak ungkapin perasaan Kakak sama dia lebih cepat. Kakak pikir Cia akan lama di kost ini," ucap Adit. Lebih cepat nya ia curhat pada Netthy mengungkapkan perasaan nya selama ini setelah Cia tidak ada.

__ADS_1


"Pasti sakit yaaa Kak?" Netthy tersenyum miris. Padahal ucapan itu ia tunjukkan pada dirinya.


Netthy teringat pada Cia. Hidup Cia selalu beruntung. Terlahir dari keluarga hangat yang begitu menyayangi nya. Dinikahi pria kaya raya hartanya tidak akan habis sampai tujuh turunan, delapan tanjakkan dan sembilan belok-belok, tidak akan habis. Sekarang Cia sedang hamil, saking posesif nya Delvano, ia menyewa dan membayar dosen pembimbing Cia agar datang langsung ke rumah untuk konsultasi skripsi tanpa harus berangkat ke kampus.


Andai saja Netthy yang diperlakukan seperti itu. Pasti ia akan merasakan kebahagiaan yang tak bisa ia lupakan dalam hidupnya. Namun sayang ia tidak seberuntung Cia.


.


.


.


"Loe kenapa Neth, muka kayak kusut kayak belum di setrika?" celetuk Mella.


"Kangen sama Perusuh kecil," Netthy menghembuskan nafasnya kasar.


"Cia?" tebak Natha.


Netthy mengangguk. Ia memang merindukan Cia. Meski ada rasa iri dihati Netthy melihat kehidupan Cia yang beruntung. Tapi ia tak mau rasa iri itu membuat perasaan nya terhadap Cia jadi renggang.


"Vitamin A?" ulang Netthy dan Mella bersamaan lalu saling melihat bingung.


"Ck, itu lho. Kakak nya Tua Delvano. Tuan Dave dan Tuan Devan," seru Natha membayangkan wajah tampan Dave dan Devan. Keduanya tak kalah tampan dari Delvano.


"Suami orang dodol," Mella langsung menoyor kening gadis itu dengan gemes.


"Awww, loe kejam amat sihh Mel," gerutu nya sambil mengusap dahinya. "Ya kali aja gue bisa jadi istri keduanya Babang Devan. Gue mah rela jadi yang kedua. Asal bisa noel-noel roti sobeknya," lalu ia ngakak dengan ucapannya sendiri. Khayalan nya terlalu tinggi ingin dipersunting oleh lelaki kaya seperti Delvano.


"Ehh iya, benar juga. Kita kerumah Cia aja yukk. Kangen," ajak Mella.


"Hem, apa bakal di izinin sama suaminya. Loe berdua tahu kan kalau Tuan Delvano itu menjaga istrinya seperti telur? Yang ada kita malah diusir dari sana," ucap Netthy.


"Iya juga sihh. Telpon Cia aja lah," saran Natha


"Gue enggak punya pulsa," sahut Mella.

__ADS_1


"Gue juga," sambung Netthy.


"Alah, loe berdua pelit amat sihh," ketus Natha. "Nahh pake hp gue aja. Mumpung tadi gue nyedot pulsa Bu Zaenab, jadi bisa lah loe berdua pake nya," Natha menyerahkan ponsel nya pada Netthy.


"Loe kayak Cia aja," Mella mendelik.


"Hem, jangan lupa gue belajar dari Cia," ucap Natha menyombongkan dirinya.


Kenakalan Cia menular pada ketiga sahabat nya. Dulu gadis itu sangat suka mengerjai Zaenab dengan menyedot pulsa wanita paruh baya itu. Zaenab yang tidak tahu apa-apa diam saja. Andai dia tahu, sudah pasti kost akan meledak oleh teriakkan nya.


Cia tak hanya menyedot pulsa Zaenab. Tapi ia juga kadang suka korupsi kalau disuruh belanja ke warung karena dia sering di suruh, disitulah otak koruptor nya berfungsi. Maka tak heran jika ia menjadi salah satu anak kost incaran karena ide dan kenakalan nya. Ia tak habis akal mengerjai Zaenab yang selalu suka khotbah setiap pagi.


Hingga kini, Zaenab masih merindukan sosok Cia yang tidak ia dapatkan pada anak kost lainnya. Meski nakal, tapi gadis itu berhasil membuatnya rindu setengah mati.


"Haaiiii Neneth. Memel. Nanat," sapa Cia. Wajahnya terlihat jelas di layar ponsel Natha.


"Haiii Cia," balas ketiganya melambaikan tangan dan saling rebutan ponsel.


"Gue tahu, loe semua pada kangen kan sama gue," seru nya.


"Idih pede amat loe," Netthy memutar bola matanya malas.


"Udah deh loe jujur aja kalau gue itu emang paling ngangenin," Cia cekikikan didalam ponsel.


"Loe....," geram Netthy.


"No protes. No debat. Gue emang paling cakep. Paling ngangenin. Ahh paling susah dilupain,"


Netthy, Natha dan Mella kesal mendengar kepedean dari Cia. Meski hal itu benar tapi tidak perlu juga memuji diri sampai seperti itu.


"Gimana sama kandungan loe Cia? Sehat-sehat," Mella mengalihkan pembicaraan.


"Sehat Mel. Gue kagak sabar, liat kecebong Om Suami keluar, pasti muka nya cakep kayak gue," sahut Cia sambil mengusap perut nya dan terlihat di layar ponsel.


Mella mendelik mendengar ucapan Cia. Wanita itu sama sekali tak berubah, padahal sudah menikah juga dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2