
Setelah Ustad Zaky, Dikta dan Adam pulang, Arga memilih untuk berada di koridor saja membiarkan Gevanya menjalankan sholat di dalam kamar ruangan rawatnya.
Arga memang tidak bisa menjadi iman sholat Gevanya karena dia sudah menjalankan sholat lima waktunya sebelum Gevanya sadar tadi.
Di koridor tersebut, sepi malam rumah sakit menghempas tubuh Arga dalam lamunan, dia mengumpat dirinya karena mengungkapkan perasaannya di momen yang tidak tepat, dan dia tidak tahu bagaimana perasaan Gevanya beserta tanggapannya.
"Kau bodoh Arga! Itu waktu yang tidak tepat apakah kau sanggup jika dia memberikanmu penolakan setelah semua yang kau lakukan padanya," Arga mengacak rambutnya sendiri.
Drap! Drap!
Suara langkah kaki membuat Arga memalingkan wajahnya ke sumber suara tersebut yang ternyata datang dari Ridwan.
"Huft capek!" Ridwan menghela napas dan duduk pada kursi yang tersedia di samping kursi roda Arga. "Bagaimana kau sudah confess segala perasaanmu kepadanya?"
Arga terdiam, dia menghela napas panjang, bagaimana dia akan menjelaskan momen dan waktu yang tidak tepat bagi Arga tadi. "Aku sudah mengatakannya."
"Apa tanggapannya?"
Arga menggeleng. "Tidak ada, lebih tepatnya belum ada."
Ridwan mengangguk, dia melepas jas putih kedokterannya kemudian menaruh dipangkuannya, dia menepuk bahu Arga sembari melepas kacamatanya.
"Yang penting kau sudah mengatakannya, dan bagaimana tanggapannya itu adalah hal kesekian yang harus kau perjuangkan," jelas Ridwan.
"Kau bisa berkata begitu, kau tidak pernah berada di posisi ku," Arga mendengus pelan dengan ekspresi datar.
__ADS_1
Ridwan tertawa pelan yang berubah sedih, meringis sakit saat dia sadar bahwa terdapat luka dihatinya. "Aku sedang berada dalam posisi itu Ga."
Sosok Ridwan yang humoris dimata Arga sejak kapan berubah menjadi melankolis sedih begini, Ridwan menundukkan kepalanya perlahan.
"Aku mencintai seseorang, aku memberikannya perhatian, aku memberikannya sesuatu yang berharga dari hidupku yaitu hatiku, tapi aku takut mengungkapkan perasaanku karena dia sahabatku, sampai akhirnya ternyata dIa mencintai mantan kekasihnya, sakit tapi terkadang kita harus belajar mencintai kehilangan seperti mencintai kehadiran," Kalimat Ridwan menusuk sanubari Arga.
Dari Zaman mereka bertiga kuliah bersama Adam, Ridwan adalah sosok humoris dan somplak yang tidak pernah berurusan dengan masalah asmara tetapi kini dia malah terjatuh dalam lubang ke dilemaan dan ke patah hatian.
Arga diam, dia membiarkan Ridwan ikut tenang disampingnya sampai terbersit sebuah kalimat Ridwan di kepala nya.
"Haruskan nanti Arga belajar mencintai kehilangan?"
Sementara itu Gevanya yang sudah menjalankan sholat terduduk di ranjang nya sendiri, dia terbayang kalimat ungkapan perasaan Arga padanya, dia sadar dirinya menaruh hati pada Arga tapi ini semua salah.
- Flashback On
"Cie, yang ditembak sama Bang Arga, beruntung banget di pacarin sama Mahasiswa paling populer, kalau nikah jangan lupa pajak jadian," Gevanya menggoda Agnes sahabatnya.
"Makasih yah, Ge? Aku mau nanya sebenarnya kamu suka juga yah sama Bang Arga?"
Pertanyaan Agnes membuat Gevanya tercekal, memang dirinya menyukai Arga namun Gevanya berusaha menutupi perasaannya demi persahabatan mereka.
"Gak kok, aku malah suka sama Loki, adik angkatan kita adiknya Bang Arga juga," jawab Gevanya berbohong.
Sebenarnya Gevanya tahu Loki playboy tapi demi Agnes dia rela berpura-pura mencintai Loki dan bahkan sampai Loki mengajaknya pacaran Gevanya terpaksa menerimanya.
__ADS_1
Sampai akhirnya Agnes dan Arga menikah setelah mereka semua wisuda dan mendapat pekerjaan masing-masing, hubungan Loki dan Gevanya juga sudah berjalan lama, Gevanya sangat bahagia dengan Loki karena Loki sudah banyak berubah.
Sampai akhirnya kabar mengenaskan datang mobil Arga dan Agnes yang saat itu hamil mengalami kecelakaan yang membuat Agnes meregang nyawa.
Kehilangan sahabat membuat Gevanya bertemu dengan Anjani, Dikta dan Aurel, Gevanya serasa menemukan kopian dari Agnes dalam hidupnya.
Sampai suatu malam disaat dirinya lelah dirumah sakit, Loki datang dengan keadaan mabuk yang Gevanya sendiri kaget karena seharusnya Loki berada di kantor ayahnya dimana dia bekerja.
Malam itu benar-benar kelam dimana Gevanya direnggut paksa kehormatannya dan besoknya Loki dengan mudahnya mengatakan akan menikahinya sampai selang tiga minggu setelahnya mereka akan menikah namun semua berakhir saat Loki lebih memilih Alya.
- Flashback Off
"Agnes, menikah dengan suamimu saja aku sudah merasa bersalah, apakah dari surga sana kau menatap marah padaku karena mencintai Bang Arga?" Gevanya lirih.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan lupa Like
__ADS_1