Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

Setelah akad nikah mereka, Arga dan Gevanya kemudian pulang ke rumah mereka dengan status baru sebagai pasangan suami istri yang sudah saling menghalalkan.


Gevanya baru saja keluar dari kamar untuk berganti baju, dia sengaja tidak mengajak Arga dengan dalih masih malu, ia menatap ke arah ruang tv, ia melihat suaminya yang tengah menonton tv sendirian, tampaknya dia menunggu Gevanya dengan bosan karena sudah dua jam Gevanya didalam kamar.


Gevanya yang melihat suaminya, terang saja menghampiri suaminya itu dan duduk disampingnya.


"Mau tidur?" tanya Gevanya duduk disamping Arga.


Arga menatap ke Gevanya.


"Eh sayang, belum ngantuk, bentar lagi yah," Arga tersenyum kemudian mengusap kepala Gevanya pelan.


"Besok, kita akan mulai terapis jalan, Bang Arga lagi yah," pinta Adlin.


"Kenapa?"


"Karena Abang harus sembuh."


"Kalau didekat kamu terus, terapi seharian Abang sanggup kok."


"Jawab jujur, sudah berapa cewek yang Abang gombalin gini?" Gevanya menyandarkan kepalanya di bahu Arga.


"Mereka semua pasif, cuma kamu yang nyata, sayang."


"Itu karena Abang mesum," Gevanya melipat tangannya kesal.


"Percaya deh, mereka pasif untukku, karena kan adek Ge yang sudah merebut hati Abang," Arga menatap Gevanyamesra yang membuat kedua Pipi Adlin memerah.


"Ayo kita ke kamar." Arga naik ke kursi rodanya kemudian menarik Gevanya untuk duduk di pangkuannya.


Gevanya pasrah saja kalau sudah begini.


"Kamu, lumayan berat juga," Gevanya segera memukul pelan dada suaminya setelah mengatakan hal itu.


"Peraturan pertama yang harus Abang,


lakukan untuk memahami wanita adalah jangan singgung berat badannya," Gevanya masih kesal dengan kalimat Arga.


"Iya sayang, kamu jalan aja deh, yuk ke kamar." Gevanya turun dan berdiri kemudian mendorong kursi roda Arga menuju kamar.


"Ngapain? Katanya belum ngantuk."


"Ada agenda malam ini."


"Apa?"


"Malam pertama yang tertunda," Arga mengedipkan matanya pelan. "Kamu siap?"


"Kurasa kali ini aku siap, Abang terlalu manis untuk ditolak," Adlin mengalungkan tangannya dileher Arga dari belakang dan mencium pipinya.


Dan selanjutnya Wakafa Billahi Syahida hanya Allah yang menjadi saksi mereka.

__ADS_1




Gevanya membuka gorden mamar dikala sinar matahari yang lewat melalui cela jendela kamarnya, ia menguap dan merenggangkan tubuhnya, setelah sholat subuh dia dan Arga memang melanjutkan tidur karena kelelahan.


Gevanya kembali duduk di ranjang, sebelum menyadari ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


"Bang? Bangun ih, udah pagi," Gevanya membalikkan badannya kemudian menepuk pelan pipi suaminya itu yang tengah tertidur pulas.


Bukannya bangun Arga malah menggeliat pelan kemudian membenarkan posisi tidurnya dan semakin mempererat pelukannya pada pinggang Gevanya.


"Kebo banget sih."


Arga tidak menjawab, Gevanya harus memikirkan cara agar bisa membangunkan Arga.


"Selamat pagi, kesayangan Adek istri?"


Ampuh! Arga langsung membuka matanya.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Arga langsung duduk dan menatap Gevanya


"Kebo."


"Sebelumnya?


"Banget."


"Terus?"


"Setelahnya?"


"Udah habis," Gevanya menaikkan bahunya yang dibalas tatapan kecewa dari suaminya.


"Yaudah aku bilang, selamat pagi, kesayangan adek istri," balas Gevanya. menarik tubuh suaminya itu.


"Selamat pagi juga, kesayangan Abang suami."


"Abang mandi," Gevanya mendorong tubuh suaminya naik ke kursi roda dan mendorongnya menuju kamar mandi setelah mengambil handuk.


"Mandiin," Arga memberi tatapan manjanya pada Gevanya.


"Gak, mandi sendiri sana."


"Tapi aku mau itu."


"Apa ih? Kemarin kan udah."


"Kamu masih punya hutang sama Abang."


"Yaudah cepetan tapi," Gevanya meremas bajunya kesal atas permintaan aneh-aneh dari suaminya yang meminta morning kiss.

__ADS_1


"Makasih sayang," Arga mengecup cepat pipi Gevanya kemudian masuk ke kamar mandi.


Gevanya tersenyum kemudian membereskan kasur bekas pergumulan mereka semalam, ia menikmati setiap adegan demi adegan yang diberikan Arga tanpa paksaan dan bernilai ibadah.


Setelah semua beres, Gevanya segera duduk dimeja depan jendela dan membuka laptopnya, ia mengecek semua susunan terapis Arga dengan jadwalnya sebagai dokter di rumah sakit, dan memastikannya tidak bertabrakan.


"Kamu lagi ngapain?" tanya Arga yang sudah selesai dan mengecup leher istrinya.


"Lagi ngatur scedhule, udah beres mandinya? Nanti siang kita bakal Terapi okupas yah, Bang," jawab Gevanya.


"Udah."


"Yaudah sana pake baju," pinta Gevanya masih fokus ke laptopnya.


Arga mengangguk kemudian menggerakkan kursi rodanya segera, menuju lemari, sesampainya didepan lemari, Arga membukanya dan mengambil baju santai untuk dia pake, setelahnya Gevanya juga bergegas mandi dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.




"Kamu masak apa?" Arga datang ke dapur dan menenggak segelas Air minum sesaat sebelum mengajukan pertanyaan.


"Nasi goreng aja sih, yang simple," jawab Gevanya tidak menoleh sedikitpun.


"Mana sini aku coba," Arga mengambil sendok dan langsung menyendok kan nasi goreng dari wajannya langsung, setelahnya dia mencicipinya.


"Enak banget," puji Arga disambut cubitan kecil diperutnya.


"Gak sopan, sana Abang ke meja makan aja dulu."


"Cium dulu."


"Gaada itu Gaada."


"Kamu membuat Abang suami ini frustrasi," ujar Arga lemas.


"Gak peduli."





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Mampir ke Karya Abang aku yuk

__ADS_1


Gadis Malang Pilihan CEO



__ADS_2