
"Ayah, Papa?" Gevanya menyalami tangan Ayah dan Mertuanya itu.
Ayah Raden dan Papa Ardan saling menatap kemudian mengarahkan pandangan mereka lurus kepada Gevanya. "Ayah mau bicara sama kamu dan Arga."
Gevanya mengangguk, ia mempersilakan Ayah dan Mertuanya beserta Ustad Zaky masuk ke rumah dan duduk di ruang tamu, setelahnya Gevanya berjalan ke kamar memanggil Arga yang tengah berpakaian.
"Siapa dek?" Arga menaruh ponselnya, dia belum memakai pakaiannya yang membuat Gevanya menunjuk ke arah ruang tamu padahal posisinya dia masih di ambang pintu kamar.
"Ada siapa?" tanya Arga kembali membuyarkan segala pemikiran Gevanya.
"Ada Ayah sama Papa diluar, dia mau bicara sama kita," jawab Gevanya yang membuat Arga mengernyit. "Dan bersama Ustad Zaky."
"Mau apa Papa dan Ayah datang sepagi ini dek?" tanya Arga sekali lagi.
Arga mengambil kaos miliknya kemudian memakainya dan menyisir rambutnya setelah mendapat jawaban sebuah gelengan yang membuat Arga paham, Gevanya sendiri pun tidak tahu ada niat apa Ayah Raden dan Papa Ardan datang kemari dan bersama Ustad Zaky.
Untuk apa Papa dan Mertua Arga datang sepagi ini ke kediaman mereka berdua, pasti ada niat tertentu, pikiran Gevanya sendiri sudah menuding macam-macam.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita akan dinikahkan ulang?"
"Bagus, semakin besar peluang ku memilikimu, sayang," Arga mendelik dengan senyum manisnya membuat Gevanya menyerah sekarang.
Gevanya berjalan keluar dari dalam kamar dengan mendorong kursi roda Arga menemui Papa Ardan, Ayah Raden dan Ustad Zaky di ruang tamu.
"Aku buatin minuman dulu yah," Gevanya hendak beranjak ke dapur saat Arga sudah berada di ruang tamu namun ditahan oleh Papa Ardan.
"Tidak usah nak, kedatangan kami disini hanya cepat, kami ingin menikahkan ulang kalian berdua setelah mengetahui apa yang terjadi kepada Gevanya agar Adam bisa halal menyentuh kamu, nak," jelas Papa Ardan yang membuat Gevanya terdiam.
Ayah Raden dan Ustad Zaky mengangguk atas penjelasan berasas pernyataan itu, sedangkan Gevanua berdiri lemas menghadapi keputusan ini, bagaimana dia ingin menjelaskan kalau sebenarnya dirinya dan Arga hanya terikat perjanjian.
"Benar Ge, kalian harus dinikahkan ulang, sebenarnya Arga tidak boleh menikahi kamu karena kamu sudah hamil oleh pria lain, tapi karena sudah terlanjur maka dari itu Arga haram menyentuh kamu, tapi kalau sudah begini, kita ibaratnya mengikuti Mazhab Pendapat Imam Asy-Syafi'i yang menerangkan bahwa baik laki-laki yang menghamili ataupun yang tidak menghamili, dibolehkan menikahinya. Namun semuanya hanya sebatas akad dan tidak bisa sampai digauli, apakah kalian berdua sudah melakukan hal itu?" Ustad Zaky buka suara.
Arga dan Gevanya menggeleng serentak, Arga mengangkat kepalanya siap menjelaskan semuanya. "Saya tahu tentang ini, Pak Ustad, makanya saya tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan Gevanya selama pernikahan kami."
"Sebenarnya kejadian seperti ini tidak diperbolehkan Arga, kalian sebenarnya tidak bisa menikah, mengikut hadist, Nabi SAW bersabda, Tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan airnya pada tanaman orang lain," Ustad Zaky kembali menjelaskan. "Namun karena kalian terlanjur menikah, belum melakukan hubungan itu, dan Gevanya pun ketahuan hamil setelah akad, maka kembali lagi kita mengikut kepada Mazhab imam Syafii."
__ADS_1
"Kehalalan kalian berdua hanya sebatas akad, dan untuk menghalalkan segalanya, kalian harus melakukan akad ulang," lanjut Ustad Zaky.
Gevanya terdiam kaku.
Semua tebakan Gevanya benar-benar terjadi, mereka akan dinikahkan ulang setelah semua Fakta bahwa Gevanya hamil diluar nikah sudah terkuak.
•
•
•
TBC
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
__ADS_1