
Kini mobil yang membawa Gevanya ke rumah sakit sudah sampai di halaman parkir rumah sakit.
"Ridwan, tangkap!" Arga melempar palu Thor miliknya kepada Ridwan yang langsung ditangkap oleh Ridwan.
Setelahnya Arga langsung menggendong Gevanya masuk ke rumah sakit. Sesampainya di lobby. Arga berteriak memanggil dokter sehingga datanglah Anjani dan Bianca.
"Ge kenapa?" tanya Anjani yang baru saja memeriksa pasien.
"Kontraktor sayang," jawab Arsyad berjalan ke arah Anjani dan mengecup kening istrinya itu.
Disisi lain mereka bertiga menjadi pusat perhatian dikarenakan memakai kostum cosplay Thor. iron Man dan Captain America.
"Kontraksi itu!" teriak Ridwan meralat Arsyad.
Mengetahui itu Anjani segera menyuruh tenaga medis mengambil brankar sedangkan Bianca yang merupakan dokter kandungan disini segera menangani Gevanya.
Setelah brankar tersedia, Arga segera menidurkan istrinya di Brankar tersebut yang membuat beberapa suster mendorong brankar itu menuju ruang persalinan bersama Bianca yang menanganinya.
"Sayang!" Ridwan berteriak menahan Bianca.
"Kenapa?" tanya Bianca pada suaminya.
Ridwan berjalan dengan kostum Iron Man nya ke arah Bianca, setelah sampai di depan istrinya Ridwan segera menyodorkan tangannya kepada Bianca.
"Minta restu dulu sama suami, biar persalinannya lancar."
Bianca memutar bola mata malas kemudian mencium tangan suaminya sebelum masuk ke ruangan persalinan.
Rasanya Arga ingin membanting Arsyad dan Ridwan, sempat-sempatnya mereka bucin ditengah Arga yang tengah panik begini.
"Lepas kostum yuk, gerah nih." ujar Arsyad yang membuat Arga segera menatap nanar kepada kakaknya.
__ADS_1
"Jangan, nanti Gevanya marah, pake aja ribet banget sih, kan udah di bayar juga."
Oke, Arga ada benarnya, kali ini Arsyad dan Ridwan setuju karena mereka sudah dibayar untuk memakai kostum ini.
Sembari menunggu persalinan Gevanya, Arga hanya mondar-mandir di koridor rumah sakit, pasalnya sudah setengah jam tapi Gevanya tidak kunjung memberikan tanda-tanda.
"Mau gorengan gak?" tawar Ridwan pada Arsyad yang tengah duduk di bangku koridor.
"Gak kelas! Tapi boleh deh, itu Arga dari tadi mondar-mandir yah?"
"Gak, lagi gali sumur dia!" jawab Ridwan mengunyah tahu isi yang dia ambil dari kresek.
"Santai aja Arga, jangan diambil pusing!" saran Arsyad yang membuat Arga berjalan ke arah Arsyad dan Ridwan.
"Santai! Kalian tuh gak ngerasain jadi aku, istriku mau lahiran loh di dalam kalian malah nyuruh santai! Dasar bapak-bapak facebook!" kesal Arga yang membuat Arsyad dan Ridwan menelan ludah.
Disaat situasi seperti ini, Bianca keluar dari ruangan persalinan dan memanggil Arga untuk mendampingi Gevanya.
Arga mengangguk, kemudian merebut kresek gorengan dari tangan Ridwan dan berjalan masuk ke dalam ruangan persalinan Gevanya.
Arsyad mengusap pundak Ridwan dan membagi dua risol yang dia pegang dan dibagi kepada Ridwan.
Sementara itu Arga yang sudah berada di dalam ruangan persalinan langsung berlari ke samping Gevanya dan menggenggam erat tangan istrinya itu.
"Kamu yang kuat yah! Kamu pasti bisa!"
"Sakit, Bang!" teriak Gevanya menatap kepada Arga.
"Gevanya yang aku kenal itu kuat, istri aku kuat, kamu pernah kecelakaan dua kali, kamu pernah koma, kamu pernah dihancurkan ekspestasi, tapi kamu bisa bertahan, kamu itu kuat!" Arga mencium kening Gevanya. "Sebelum menikah dengan kamu, hidup Abang rasanya tidak ada harapan, lumpuh dan tidak berguna, tapi kamu hadir dan memberikan Abang keyakinan, lihat sekarang Abang bisa jalan, jadi kamu harus kuat!"
"Abang pernah bilang sama kamu kan Allah itu sayang sama kamu, kalau Abang ikutan sayang gapapa kan, kamu jawab gapapa, tapi kali ini Abang bakal bilang sama Allah izinkan Abang buat lebih sayang sama kamu untuk waktu yang lama! Kamu kuat sayang!"
__ADS_1
Mendengar kalimat suaminya membuat Gevanya menarik napas panjang dan kembali mengejan, cukup lama sebelum terdengar suara bayi yang membuat Arga bernapas lega.
Arga terduduk lemas, rasanya dia kehilangan kemampuan tuk sadar karena kini statusnya sudah menjadi ayah.
"Wah selamat yah, anaknya cowok, ganteng lagi kayak ayahnya," ujar Bianca yang sudah selesai melakukan tugasnya.
Mengetahui Gevanya sudah melahirkan, Ridwan dan Arsyad segera masuk ke dalam ruangan persalinan itu.
"Keponakan aku mana?" tanya Arsyad celingukan didalam ruangan itu.
"Lagi dibersihin," jawab Arga yang masih setia menggenggam erat tangan Gevanya.
Ridwan sendiri langsung berjalan ke arah Bianca dan mengecup kening istrinya itu. "Capek yah?"
"Lumayan," jawab Bianca yang membuat Ridwan mengusap kepalanya.
Melihat adegan itu membuat Arsyad mengernyit jijik jadinya, tak lama kemudian suster yang membersihkan anak Arga dan Gevanya datang membawa anak tersebut.
Arga langsung mengazani anaknya, air matanya mengalir, rasanya penantian setelah sekian lama berlalu penuh kebahagiaan saja.
Arga menaruh bayinya disamping Gevanya yang sedang berbaring di ranjang, Arga tidak berhenti mengecup kening istrinya dan bayinya.
"Mas, namanya siapa?" tanya Gevanya yang membuat Arga berpikir sejenak.
"Darion Refal Argantara," jawab Arga tersenyum karena dia sudah menyiapkan nama ini dari jauh-jauh hari. "Panggil dia Ion, komposisi paling penting dari kehidupan dan semoga menjadi anak yang bisa membahagiakan kedua orang tuanya."
Gevanya tersenyum, dia bahagia dengan nama itu seperti mewakili segala perasaannya selama ini.
•
•
__ADS_1
•
Assalamualaikum, Akhirnya Novel ini Bisa selesai dan Tamat, Terimakasih kepada seluruh pembaca Novel ini, sampai bertemu di kesempatan lain!