Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
BAB 26. Ku Anggap Satu Sama


__ADS_3

Hari ini Gevanya sudah bisa keluar dari rumah sakit, dia hanya mengalami pemulihan pasca keguguran karena kecelakaan tersebut tidak berpengaruh buruk bagi kondisi fisiknya.


Sebelum pulang Gevanya menyempatkan dirinya menemui Loki diruangan rawatnya sekedar mengabarkan bahwa dia sudah kehilangan janin nya karena perbuatan Loki.


"Assalamualaikum," Gevanya mengucap salam senada dengan gerakan tangannya mendorong pintu ruangan rawat Loki.


Berbeda dengan Gevanya, Loki justru mengalami sesuatu yang parah bahkan dia sudah tidak bisa berjalan karena kecelakaan itu.


Loki yang mendengar ucapan salam tersebut, menatap sumber suara dan segera memberikan tatapan tajam dengan senyum smirk meremehkan saat ia tahu sosok tersebut adalah Gevanya, wanita yang bersamanya sesaat kecelakaan itu terjadi.


"Mau apa kau kesini?" tanya Loki yang membuat Gevanya tidak menjawab, Gevanya berjalan ke arah Loki dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak. "Kau bebas sekarang, karena dirimu dan anak sialan yang kau kandung, aku menjadi lumpuh begini."


Gevanya berdecak, kalimat Loki sudah kebal didalam kepalanya, terserah Loki sekarang Gevanya menyerah menghadapinya. "Aku sudah kehilangan anak itu, dan aku rasa Ayahnya sendiri yang membuatnya hilang."


"Aku, tidak pernah mau mengakui anak itu sebagai anakku, jadi jangan bawa-bawa aku dalam apa yang menimpamu," Loki menunjuk Gevanya dengan jari telunjuknya.


"Lalu? Bagaimana dengan kau yang memaksaku ikut denganmu sehingga insiden ini terjadi, aku bersyukur kepada Allah karena masih memberikan aku kesempatan untuk menatap wajahmu yang menyedihkan sekarang," Gevanya meraih tangan Loki kasar dan menghempasnya agar mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan lagi?" Loki bertanya dengan nada ketus membuat Gevanya menutup matanya perlahan. "Lebih baik kau pergi dari sini!"


"Pertama, di rumah sakit ini, kau merenggut kehormatan ku, dan kedua di rumah sakit ini aku kehilangan anakku, jadi apakah kau yakin aku akan diam?" ujar Gevanya retoris dengan nada penuh penekanan membuat kesan intimidasi pada diri Loki.


"Jadi? Kau ingin balas dendam karena kondisiku sekarang? Ho bagus! Kucing kecil sudah menjadi singa!" Loki melepas tangannya dan menatap tajam dengan ekor matanya.


Gevanya tertawa kecut dengan ucapan Loki, dia menepuk tangan perlahan kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Loki kemudian berbisik. "Allah tidak pernah menganjurkan kita balas dendam, kalau aku membalasmu, apa bedanya aku denganmu? Tapi Allah memerintahkan untuk berubah menjadi lebih baik untuk balas dendam paling indah, biarkan Allah yang membalasmu."


"Dan semua yang menimpamu, ku anggap skor kita satu sama, Di dalam agama kita memang tidak ada Karma, tapi Allah itu maha adil Loki," lanjut Gevanya. "Assalamualaikum."


"Bagaimana? Apakah Loki menghinamu lagi?" tanya Arga yang membuat Gevanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau dia menghina ku, abang mau apa? Aku belum menerima cinta Abang dan pernikahan kita masih diatas perjanjian bertandatangan hitam," Gevanya menatap datar.


Arga tersenyum, kemudian menarik tangan Gevanya sehingga kini kepala Gevanya terbenam di dada Arga, setelahnya Arga mengangkat kepala Gevanya mengapit dagunya dengan jempol dan telunjuknya kemudian mengecup pelan kening istrinya.


"Kau memang belum menerima cintaku, tapi selama perjanjian itu berlangsung kau masih istriku, dan karena kau istriku apakah aku harus diam jika ada yang menghinamu?"

__ADS_1


Gevanya terdiam.


"Aku gak perlu pembelaan,"


"Abang gak bilang kamu perlu pembelaan, tapi Abang cuma mau bilang, kalau kamu, hanya milik Abang, jadi tidak yang bisa menyakiti kesayangan Arga, lagi," jawab Arga penuh penekanan.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2