Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Sudah Tidak Diinginkan


__ADS_3

"Ridwan!"


Bianca memanggil nama Ridwan yang baru saja berlalu dari hadapannya, Ridwan menghentikan langkahnya kemudian membuka headset yang terpasang di telinganya.


"Ada apa?" tanya Ridwan membalikkan badannya kepada Bianca.


"Aku ingin mengajakmu makan malam nanti, aku harap kau mau," jawab Bianca berjalan ke arah Ridwan.


"Tidak."


Deg!


Bianca tersentak ini kedua kalinya Ridwan menolak permintaannya karena kedekatan mereka selama ini membuat Ridwan hampir tidak pernah menolak permintaan Bianca.


"K-kenapa?"


"Aku ada janji dengan Anjani," jawab Ridwan berbohong.


"Anjani lagi, tidak bisakah kau memberikan waktu untukku?" Bianca berdecak kesal kepada Ridwan.


"Waktu? Untukmu? Aku pernah memberikannya namun kau yang menyia-nyiakannya, orang bilang jadikan sifat kerasmu mahal dibeli sehingga tidak banyak orang yang bisa merasakannya, dan jadikan sifat lembutmu murah dibeli sehingga semua orang bisa merasakannya, tapi aku rasa aku tidak mengikuti prinsip ini lagi," jawab Ridwan.


Bianca terdiam.


"A-aku minta maaf," jawab Bianca menunduk.


"Aku memaafkan, tapi yah begitulah, akhirnya dan akhirnya aku tak sanggup lagi mendampingi mu sebagai teman setelah semua yang kau lakukan padaku," Ridwan hendak berjalan pergi namun Bianca menahan tangannya.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak mengatakannya dari awal?"


"Aku sudah mengatakan nya tapi kau tidak mau mendengarkan, lelah ku sembunyi, dibalik senyumku, karena apa? Karena aku tidak ingin ada pertengkaran diantara kita berdua, dan aku mungkin lupa bahwa aku hanya sahabat bagimu jadi aku berusaha bersikap sebagai sahabat."


Ridwan kali ini berjalan pergi memakai headset tanpa memperdulikan Bianca yang masih berdiri menatapnya.


"Ini semua, karena Anjani," Bianca berjalan menuju ruangan Anjani untuk menemuinya.


Dengan langkah panjang, Bianca melangkah dan menemui Anjani yang berada di ruangannya.


"Ada apa, Ca?" tanya Anjani yang membuat Bianca menatap tajam.


"Puas kamu? Membuat Ridwan benci sama aku?"


"Aku? Maksud kamu apasih?"


"Hah? Kamu ngomong apa sih? Kamu datang marah-marah karena Ridwan, ada apa dengan anak itu lagi?" tanya Anjani berusaha menenangkan sahabatnya.


"Aku kira kamu sahabat yang baik An, ternyata kamu busuk, kamu tahu aku dekat dengan Ridwan dan sekarang kamu malah menjalin hubungan dengan Ridwan."


"Hubungan? Kayaknya kamu salah paham deh Ca, aku gak pernah ada hubungan dengan Ridwan, lagipula aku masih menjaga kehormatan aku sendiri dengan tidak mendekati zina atas nama pacaran."


"Persetan dengan itu An, aku benci banget sama kamu, mulai sekarang kamu bukan sahabatku lagi," Bianca berjalan keluar dari ruangan Anjani.


Anjani yang tidak tahu ada konflik friendzone diantara Bianca dan Ridwan hanya bisa menatap bingung karena Bianca tidak pernah sekasar ini selama bersahabat dengannya.


Bianca berjalan keluar dari ruangan Anjani, dan duduk dengan kesal pada kursi di koridor.

__ADS_1


"Bagaimana? Sakit kan rasanya di abaikan oleh orang yang kita suka?" tanya Loki yang sudah berada di samping Bianca.


Bianca menatap Loki. "Ini semua karena kamu juga!"


"Karena aku? Ini karena keplin-plananmu sendiri tahu," jawab Loki menatap lurus kedepan.


"Hanya karena satu pria, persahabatan kalian hancur," lanjut Loki.


Bianca berdiri dan menatap Loki tajam. "Kau yang memberiku harapan sehingga aku mengabaikan Ridwan, dan Ridwan akhirnya menjauh dariku."


"Dan suruh siapa kau berharap kepadaku?"


Bianca terdiam kesal.


"Bianca, kesepian ada bukan karena kau sendirian tapi memang karena kau sudah tidak diinginkan."





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2