
Bianca baru saja keluar dari ruangan seorang pasien yang dia periksa, dia tampak tersenyum sendiri memikirkan sifat Ridwan yang sekarang mulai hangat kepadanya, entah ada perasaan macam apa tapi dia merasa senang.
"Ngelamun?" Loki yang duduk di kursi rodanya mengagetkan Bianca yang tampak melamun sendiri.
"Astaga Ki," kaget Bianca yang kemudian duduk di kursi tunggu samping Loki.
Loki memang masih menjalani masa perawatannya sekarang dan hubungannya dengan Bianca sudah berjalan dengan baik, tapi di antara mereka tidak ada perasaan lagi melainkan hanya sebatas teman.
Lagipula sekarang Loki sudah kembali dekat dengan Alya, dimana kini Loki merasa bahwa dia sudah merusak Alya dan ingin menebus kesalahannya walaupun sebelumnya dia juga merusak Gevanya namun sudah sulit menebus kesalahan pada Gevanya.
"Kok senyum-senyum mikirin siapa?" Bianca tidak menjawab ia kemudian menatap Loki yang kini tersenyum lebar. "Hohoho, Ridwan?"
"Iya, Ki, kayaknya aku jatuh cinta untuk ke sekian kalinya dengan Ridwan," jawab Bianca yang membuat Loki tertawa kecil.
"Nah gitu dong, aku juga yakin kalau Ridwan cinta sama kamu, kalian cuma perlu saling confess perasaan kalian, jangan ada yang saling ditutupi," jelas Loki yang membuat Bianca mengangguk.
"Jujur, aku minta maaf sempat membuat kamu kecewa," lanjut Loki.
Bianca tersenyum, dia memperbaiki hijabnya yang sedikit miring kemudian menatap Loki. "Aku pernah jatuh cinta sama banyak orang, sama Mas Adam, sama kamu dan akhirnya aku sadar aku jatuh cinta sama Ridwan."
"Kenapa?" tanya Loki.
"Karena yang selalu ada akan kalah dengan yang selalu bersama."
"Dan Ridwan yang dari dulu selalu bersam kamu, ayo ungkapkan saja perasaan kamu sama Ridwan ditolak atau tidak di tolak itu adalah keputusan akhir, yang harus sekarang adalah kamu harus confess semuanya."
Bianca mengangguk, ia berdiri dan hendak pergi sebelum Ridwan datang memanggil namanya yang membuat Bianca berbalik.
__ADS_1
Loki yang ada disana tersenyum melihat mereka berdua, Ridwan berjalan ke arah Bianca sehingga jarak di antara mereka berdua saling terpatah dekat.
"R-Ridwan?"
"Bianca aku ingin mengatakan sesuatu, tapi-" Ridwan melirik Loki sejenak.
"Katakan saja, aku penonton yang baik disini," jawab Loki mengangkat jempolnya atas lirikan mata Ridwan.
Bianca mendadak membisu blushing dengan pipi memerah. "Ada apa Wan?"
"Aku mau bilang, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, aku mau kamu jadi pacarku."
Ridwan mengatur napas setelah mengatakannya.
"Kenapa aku? Aku bukan wanita baik-baik."
"Gak."
"Kenapa?"
"Kalau kamu ngajak aku jadi istrimu aku mau," jawab Bianca tersenyum lebar.
"Yasudah jadi istriku yah!"
Bianca mengangguk, Ridwan merasa senang sekali sekarang, dia ingin memeluk Bianca namun Bianca menolak. "Belum sah, Wan!"
"M-maaf rasanya aku senang sekali,"
__ADS_1
Loki yang melihat itu turut bahagia. "Akhirnya kapalku berlayar!"
"Maksudnya?" Bianca dan Ridwan menatap Loki.
"Yah kalian," jawab Loki yang membuat Bianca dan Ridwan saling menatap.
Ridwan menangkup wajah Bianca kemudian menatapnya dalam. "Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu."
Sementara itu dirumah Arga mereka semua yang ada disana masih menunggu hasil dari Gevanya, mereka berdua deg-degan sendiri jadinya, Gevanya menatap mereka semua.
"A-aku-"
•
•
•
Assalamualaikum
Jangan Lupa Like
Mendekati END hiks~ mulai besok aku bakal crazy up karena cerita ini mendekati End dan aku akan ada novel baru.
Lovyu
__ADS_1