
"Nah keren! Iron! Open!" Ridwan mengucapkan password yang membuat topeng kostum Iron Man yang dia pake terbuka sendiri.
Tidak heran jika kostum Ridwanlah yang paling mahal karena itu memiliki teknologi voices yang lebih tepatnya sebagai kecerdasan buatan.
"Kostum ku cuma gini aja!" Arsyad memainkan tameng khas kostum Captain America yang dia pakai.
Ini yang paling murah karena tidak perlu banyak embel-embel, Arga sendiri langsung menyeret palu Thor miliknya di lantai karena itu berat.
"Nyesel aku gak beli Palu plastikan aja. Ini Palu beratnya nauzubillah!" keluh Arga yang membuat Ridwan dan Arsyad tertawa.
Mereka bertiga kemudian berjalan menuju mobil Arga dengan tujuan rumah Arga dimana Gevanya sudah menunggu mereka.
Mereka bertiga layaknya sekumpulan bapak-bapak superhero yang siap membasmi kejahatan.
"Aku yang nyetir!"
"Aku!"
Ridwan dan Arsyad kembali berdebat yang membuat Arga pusing sendiri. "Stop!"
"Bacot banget sih anaknya Ardan!" Ridwan kesal kemudian merebut kunci dari tangan Arsyad.
Arsyad dan Arga syok.
"Ga asik Wan!" Arsyad tidak ingin menyerah tapi Arga segera menahannya.
Ridwan langsung ngacir ke bangku pengemudi sedangkan Arsyad harus puas menerima kekalahan, Arsyad dan Arga kemudian naik ke mobil.
__ADS_1
Agak ribet memang, karena kostum mereka sehingga akhirnya mereka bisa masuk ke mobil, Ridwan langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah Arsyad menuju rumah Arga.
Didalam perjalanan seperti biasa tiada hari tanpa perdebatan Arsyad dan Ridwan, sehingga akhirnya mereka tiba di rumah Arga dan mereka bertiga langsung masuk ke dalam.
"Assalamualaikum! Ge?" Arga memanggil nama istrinya.
Gevanya yang berada di dapur langsung berjalan dengan keadaan tertatih menuju ruang tengah dimana dia mendapati tiga orang sedang memakai kostum superhero favorit nya.
"Ini serius?" Gevanya tampak kegirangan. "Akhirnya aku bisa lihat Avengers!"
Oke Avengers adalah nama kumpulan superhero dari mereka semua di dalam film Marvel, berisikan, Thor, Ironman, Captain America, Hulk dan lainnya.
Gevanya yang kepalang senang langsung mengajak mereka bertiga ke bioskop langsung, karena dia sudah memesan empat tiket film terbaru Marvel yang berjudul, Thor: Love And Thunder.
"Hah?"
Topeng Ridwan terbuka yang membayar dirinya segera mengambil udara segar untuk dia hirup, Arsyad juga membuka kostum kepalanya.
"Ayolah!" Gevanya memelas.
Arga sendiri diam, dia harus bertindak bagaimana sekarang. Dia menyerah rasanya menghadapi Gevanya yang banyak permintaan.
Disaat mereka bertiga berdebat, tiba-tiba Gevanya merasakan keram dan rasa ingin buang air besar yang hebat, Arga yang melihat itu langsung melempar palunya sembarangan dan ternyata mengenai kaki Ridwan.
"ARGH! ARGA!" teriak Ridwan kesakitan.
Arga tidak mendengarkan dia, langsung menghambur ke arah istrinya yang sedang mengadu kesakitan. "Kamu kenapa dek?"
__ADS_1
"Bang! Sakit! Aku-"
"Kontraktor?" tebak Arsyad.
Gevanya menggeleng.
"Pasti kontrakan," timpal Ridwan.
"Aku kontraksi! Aku mau ngelahirin!" keluh Gevanya yang membuat Arga segera menggendong istrinya itu menuju mobil.
Arga dan Gevanya kini berada di dalam mobil sedangkan Arsyad dan Ridwan juga ikut masuk, tujuan mereka kali ini adalah rumah sakit karena Gevanya hendak melahirkan.
"Sabar yah Dek!"
"Semangat! Ge! Anaknya kembar kan?" Ridwan antusias.
"Kalau cewek Junoy, kalau cewek Juned!*" Arsyad menimpali.
Bisa-bisanya.
•
•
•
Assalamualaikum
__ADS_1
Jangan Lupa Like