Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
BAB 42. Suami Kontradiktif


__ADS_3

Setelah kepergian Ridwan, Arga langsung mengelus tangan Gevanya dan menciumnya beberapa kali.


"Sayang? Ridwan ngeselin," Arga memberi tatapan bayi-nya kepada Gevanya kemudian menyandarkan kepalanya di paha Gevanya.


Gevanya menggeleng-gelengkan kepalanya, bagaimana bisa Arga yang dingin didepan orang lain, bisa seperti anak kecil di hadapannya, benar-benar mendalami perannya dengan bagus.


"Suami kontradiktifku, nanti Ridwan kita karungin yah," Gevanya membantu Arga naik ke atas ranjang dan duduk di tepi ranjang.


Gevanya menyandarkan kepalanya di bahu Gevanya yang membuat Arga mengecup keningnya. "Kamu mau punya anak berapa nanti, dek?"


"Sedikasihnya aja, tapi aku maunya dua kembar gitu," jawab Gevanya menatap Arga dari posisinya.


"Ganda putra, Ganda putri atau Ganda campuran?"


"Ganda campuran, kalau cowok Juned yang cewek Junoy," kekeh Gevanya yang membuat Arga mencubit hidung istrinya.


"Kamu tuh ada-ada aja sih," Arga beralih memeluk Gevanya erat seolah tidak ingin melepaskannya lagi.


"Ads-ada gimana? Aku serius," Gevanya berucap. "Bang?"


Arga hanya menjawabnya dengan berdehem.


"Bang Arga, jangan tinggalin aku yah," jawab Gevanya membenamkan kepalanya di dada Arga.

__ADS_1


Arga mengusap kepala Gevanya dibalik hijabnya. "Gak bakal sayang."


Disaat seperti ini Arga memilih mengambil ponselnya dan mengecek sosmed yang sudah seminggu ini dia tidak lihat karena khawatir akan kondisi Gevanya.


"Astagfirullah," Arga mengucap istigfar yang membuat Gevanya menatap Arga.


"Kenapa bang?" Gevanya mengambil ponsel Arga dan melihat apa yang Arga lihat.


Seorang perempuan berhijab dengan tampilan begitu mencolok untuk menggoda iman kaum adam. "Udah bisa ini mah."


"Kamu gak kaget?"


"Jangan salahkan hijabnya Bang, itu adalah kewajiban kaum muslimah, jika Setan tidak bisa menggoda seorang muslimah membuka auratnya, maka mereka akan menggoda muslimah bertabbaruj dengan pakaian syar'i-nya." jelas Gevanya.


"Iya, seorang muslimah yang bersolek dan memamerkan keelokkan tubuhnya sehingga menimbulkan daya tarik bagi lawan jenisnya, sehingga timbul fitnah baginya, sedangkan dia sedang menurut auratnya, itu sama saja menyatukan yang Haq dan yang bathil, di satu sisi dia menjujung kewajiban menutup auratnya dan disisi lain dia menjatuhkan apa yang sudah dia angkat," Gevanya masih membenamkan wajahnya di dada Arga.


Arga yang mendengarkan penjelasan itu mengangguk-anggukkan kepalanya dia tidak akan pernah menyangka bahwa istrinya memiliki pengetahuan seperti ini.


"Kamu hebat,"


"Hebat apanya aku ikut kajian ceramah ustad Zaky itu," jawab Gevanya mengangkat kepalanya dan menatap Arga. "Aku berhijab tapi aku pernah berzina loh bang."


Arga tersenyum. "Apapun keadaannya, Abang akan menerima kamu, itupun kamu lakukan bukan atas keinginanmu kan?"

__ADS_1


"Kan kamu sendiri yang bilang, jangan salahkan hijabnya," Arga mengelus kepala Gevanya.


"Hijab hanya kewajiban menutup aurat, bukan berarti ikut menutup perbuatannya, tapi alangkah baiknya seiring dengan perbuatan, tapi apapun itu kamu sudah berusaha, karena semua dilihat dari sini," Arga menunjuk dada Gevanya. "Dari hatimu."


Gevanya menatap Arga dalam, dia perlahan menangis, kemudian memeluk suaminya, dia merasa bahagia karena kini Arga sudah menerimanya dengan keadaannya yang sekarang terlepas dari segala masa lalu buruk nya yang membuat dirinya menyandang status istri yang haram disentuh.


Terlepas dari semua kejadian ini, Arga sendiri bersyukur karena dia sudah saling terbuka dengan Gevanya, saling menasehati dan saling melengkapi


"Sepertinya kita butuh sang konsultan pernikahan,"


Yah mereka berencana berbicara dengan Dikta nanti.





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like

__ADS_1


__ADS_2