Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
BAB 29. Selembar Foto Terbalik


__ADS_3

Setelah sholat subuh, Gevanya memilih menyiapkan sarapan untuk Arga sudah menjadi kewajibannya sebenarnya sebagai seorang istri.


Hari ini Gevanya belum aktif kembali menjadi dokter sementara Arga yang pada dasarnya work from home memang banyak menghabiskan waktu di rumah.


Mereka sholat subuh berjamaah seolah tidak ada kejadian apapun tadi malam, bahkan Arga memulai hari ini dengan senyum mengembang, masih dengan ikhtiar dan doa mendapatkan hati istrinya yang tertutup ego sendiri.


"Masak apa?" Arga menggerakkan kursi rodanya ke arah Gevanya.


Gevanya tidak menjawab dia menatap Arga sekilas kemudian langsung membuat nasi goreng untuk Arga dan dirinya.


"Abang mandi aja dulu," Gevanya meminta Arga mandi dulu karena setelah sholat subuh Arga memilih melanjutkan tidurnya sementara Gevanya memilih mempelajari terapi okupasi yang akan dijalani Arga nanti.


"Kalau Adek Istri yang suruh, Abang bisa apa," Arga menurut menggerakkan kursi rodanya menuju kamar meninggalkan Gevanya di dapur.


Gevanya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak munafik wajahnya kini memerah dan ada perasaan berdebar saat Arga menyebutnya begitu.


Gevanya memilih melanjutkan membuat nasi goreng sebenarnya nasi goreng di pagi hari tidaklah begitu baik tapi Gevanya punya trik sehat tersendiri dengan mengurangi minyak dan menggunakan butter.


Setelah selesai menggoreng nasi, Gevanya kemudian mulai menceplok telur sebagai lauk dari nasi goreng tersebut, tidak butuh waktu lama untuk itu setelah semuanya siap Gevanya menata-nya di meja makan dan memilih berjalan masuk ke kamar untuk membereskan tempat tidur.

__ADS_1


Crtt!


Suara gemercik air dari kamar mandi yang berada di samping kamar tidur membuat Gevanya menyadari bahwa Arga masih mandi, Gevanya masuk ke dalam kamar, tidak begitu berantakan, dia memulai dengan melipat selimut yang dipakai Arga karena selimut yang dia pakai sendiri sudah ia lipat tadi pagi.


"Apa ini?" Gevanya mengambil sebuah foto saat ia melipat selimut Arga. "Aku?"


Gevanya menatap heran dengan kening mengernyit pasalnya didalam selimut tersebut ada foto dirinya yang sudah dicetak, namun bagaimana bisa foto tersebut ada disini bahkan Gevanya sendiri tidak tahu kapan dia mencetak foto itu.


"Apa Bang Arga?" Gevanya menolak pemikirannya bagaimana bisa Arga seniat itu tertidur sembari menggenggam fotonya. "Lebih baik aku menyimpannya di nakas."


Gevanya membuka laci nakas yang paling bawah dan kembali di buat terkejut dengan sebuah foto berbingkai namun sudah dibalik, dimana itu adalah foto pernikahan Arga dan Agnes.


Disaat seperti ini suara notif dari ponsel Arga membuat layar yang awalnya hitam langsung mempelihatkan sebuah gambar wallpaper di ponsel tersebut dan benar saja wallpaper ponsel Arga adalah foto Gevanya.


"Jadi-"


Disaat Gevanya bingung suara pintu terbuka dari Arga yang sudah selesai mandi membuat Gevanya kelabakan dia langsung berpura-pura merapihkan tempat tidur namun dia lupa menaruh foto pernikahan Arga dan Agnes kembali ke nakas membuat Gevanya menyembunyikannya dibelakang badannya.


"Sedang apa?" Arga menatap Gevanya. "Ge? Apa yang sedang kau pegang?"

__ADS_1


Deg!


Gevanya menelan ludah kasar, dia harus bagaimana sekarang, sampai suara ketukan pintu di serta salam tampaknya menjadi penyelamat untuk Gevanya, disaat fokus Arga terganggu Gevanya langsung menaruh foto tersebut dan berjalan keluar membuka pintu.


"Waalaikumsalam," Gevanya terdiam saat yang bertamu didepannya adalah Ayah Raden, Papa Ardan bersama dengan ...


Deg!


"Ustad Zaky?"





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


__ADS_2