Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Calon Imam-nya


__ADS_3

"Eh tunggu dulu!" Anjani meneriaki Arsyad namun Arsyad berlalu begitu saja meninggalkan Anjani.


Melihat itu Anjani hanya berdecak kesal, kemudian membawa kemeja Arsyad beserta kartu namanya. "Adrian Arsyad, dia siapa nya Arga yah?"


Sementara itu di sisi lain Ridwan yang melihat kejadian tersebut merasa sedikit kesal, namun juga heran karena pria yang bersama Anjani tadi terlihat seperti Arga yang membuat Ridwan berjalan menyusul Arsyad.


Arsyad berjalan keluar dari rumah sakit, ia mengambil ponselnya dari saku kemeja kemudian tampak menelepon seseorang.


"Halo, Papa Ardan, aku sudah sampai di Indonesia tadi pagi dan langsung ke rumah sakit untuk menemui klienku, tapi gagal, Papa bilang istrinya kembaran aku kerja disini. Siapa namanya?" tanya Arsyad berbicara pada telepon.


"Arsyad! Istri adik kamu itu namanya Gevanya. Masa kamu lupa lagi sih, jangan-jangan kamu lupa juga sama adik kamu."


Arsyad menggaruk tengkuknya kemudian berdehem pelan. "Emang, nama adik aku siapa Pa?"


Tampaknya Papa Ardan dibalik telepon sudah benar-benar pusing dengan amnesia dadakan putranya itu. "Arga! Ingat Arga!"


"Bentukannya, ciri-cirinya bagaimana?"


"Yah. Kayak kamu, namanya dia kembaran kamu," jawab Papa Ardan. "Yaudah, Papa ke rumah sakit sekarang."


"Oke."


Arsyad mematikan sambungan telepon tersebut, ini pertama kali nya dia kembali ke Indonesia setelah lama di jepang, sebenarnya Arga dan Arsyad adalah kembar, dan anak dari istri pertama Papa Ardan, setelah Papa Ardan cerai, istri pertamanya membawa Arsyad.


Sedangkan Papa Ardan membawa Arga sebelum menikah dengan Mama Via dan memiliki anak lagi bernama Loki.


Arsyad adalah seorang General Manager dari perusahaan ibunya karena memang ibunya tidak menikah lagi, sampai ibunya meninggal akhirnya Arsyad mengurus cabang di Indonesia dan kembali ke Indonesia untuk tinggal bersama Papanya.


Jadi wajar Arga tidak mengetahui dia mempunyai kembaran karena memang dari kecil mereka tidak bertemu.

__ADS_1


"Woi!" Suara Ridwan membuat Arsyad berbalik dengan malas.


"Astaga, spesies manusia apalagi sekarang?" Arsyad berdecak malas.


"Kau Arga kan?" tanya Ridwan. "Beneran nih sahabat aku? Arga udah bisa jalan?"


Ridwan meraih wajah Arsyad kemudian menatapnya dalam, Arsyad menyingkirkan tangan Ridwan dari bajunya.


"Saya Arsyad! Saya bukan Arga, saya kakak kembarnya Arga, oke?" Arsyad menjelaskan.


"Lah. Kok iso?" tanya Ridwan mengernyitkan dahi.


"Tanya sama Papa saya sana, kan dia yang buat," jawab Arsyad melipat kedua tangannya.


"Arga gak pernah cerita selama lima tahun kita bersahabat, gaada tuh dia cerita dia punya kembaran."


"Saya gak peduli, itu urusan kamu dan Argo itu."


"Arga!"


"Arga, Bapak, nama orang di ganti-ganti," Ridwan menatap kesal Arsyad.


"Iya, Arga!" Final Arsyad malas berdebat dengan Ridwan.


Ridwan kemudian berjalan ke arah Arsyad. "Aku mau nanya, kamu siapanya Anjani?"


"Siapa, dokter cewek tadi?" tanya Arsyad.


Ridwan mengangguk dengan tangan dilipat.

__ADS_1


Arsyad tersenyum smirk. "Calon imam-nya."


Mendengar itu membuat Ridwan mendelik kesal. "Enak aja, gak bisa."


"Lah, kamu siapa nya, Pacarnya?"


Mendapat pertanyaan bernada penekanan yang berarti fakta mempertegas keadaan bahwa Ridwan bukan siapa-siapa nya Anjani.


"B-Bukan."


"Jadi saya berhak dong, klaim dia sebagai calon istri saya."


Ridwan kesal, pertanyaan bernada ejekan itu membuat wajah Ridwan memerah, disaat mereka berdua dalam posisi seperti ini, suara Gevanya dan Arga membuat keduanya berbalik.


"Kan! Bang Arga ada dua!" ujar Gevanya tidak percaya.


"Kamu Argo?"


"Arga!" teriak Ridwan membenarkan.





TBC


Assalamualaikum

__ADS_1


Jangan Lupa Like


Maaf baru update Author lagi sakit.


__ADS_2