Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
BAB 44. Menghapus Kontrak


__ADS_3

"Dek? Mengenai perjanjian kita apakah masih mau kamu lanjutkan?" tanya Arga tiba-tiba yang membuat Gevanya menatap suaminya itu sejenak.


Gevanya meraih wajah Arga kemudian menatapnya dalam. "Setelah semua kejadian ini, apakah Abang pikir aku mau melanjutkan perjanjian kita?"


"Tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi, kalaupun berpisah biarkan Allah yang memisahkan kita," lanjut Gevanya kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Arga.


Kini hidung mereka berdua saling bersatu, Arga menggesek hidungnya dengan hidung Gevanya seiring kening mereka yang ikut bersentuhan.


Arga mendorong tubuh Gevanya sehingga Gevanya jatuh ke ranjang, Arga menindih tubuh istrinya itu perlahan kemudian menciumi kedua pipinya.


"Kamu tahu gak? Kalau di dunia ini ada alat penentu angka kebahagiaan dan Abang yang pake, mungkin alatnya udah rusak," Arga berbisik perlahan.


"Kenapa?"


"Karena mungkin tingkat kebahagiaan Abang sekarang melebihi angka seratus, dan kamu tahu artinya, kamu adalah kebahagian yang paling Abang dambakan," jawab Arga bangkit kemudian menarik tangan Gevanya untuk ikut duduk.


Kini Gevanya duduk dipangkuan Arga dalam keadaan saling menatap, tangan Gevanya di kalung kan di leher Arga yang membuat Arga dapat merasakan bau parfum berry dari tubuh istrinya itu.


"Jadi sekarang kamu mau mengakui atau Abang yang akui."


"Tentang apa?" tanya Gevanya mengernyitkan keningnya yang membuat Arga mrncium pipi Gevanya sebelum mengangkat kepalanya dari posisi di samping telinga Gevanya.


Kini mereka berdua kembali dalam posisi saling bertatapan kedua manik mata pasangan dalam bimbingan Allah ini saling melempar tatapan ini bukan pertama kali namun kali ini dengan cinta.

__ADS_1


"Abang akui, kamu sudah menjelaskan kepada Abang tentang apa itu arti Noda dalam Buku Nikah kita," jawab Arga yang membuat Gevanya mengangguk paham.


Gevanya mengangguk-anggukkan kepalanya paham akan arah pembicaraan suaminya, dia kemudian semakin mempererat pelukannya pada leher Arga dan menatap Arga dalam.


"Dan aku akui juga kalau Abang sudah membuktikan kepadaku apa itu arti dari suci setelah noda dalam buku nikah kita," Gevanya menatap Arga dalam.


Arga melepas pelukan Gevanya. "Dek? Bisa ambilin map yang ada di nakas gak?"


"Di laci, yah."


Gevanya mengangguk, Gevanya kemudian merangkak ke tepi ranjang, tangannya meraih handle laci nakas dan membukanya, didalamnya ada map biru, Gevanya mengambilnya kemudian kembali ke posisinya.


"Apa ini Bang?"


Gevanya membuka map tersebut kemudian mulai membacanya yang dimana isinya adalah surat perjanjian mereka dulu dimana disana tertera setelah Gevanya bisa menyembuhkan Arga, mereka akan bercerai.


"Untuk apa?"


"Menghapusnya, katanya kamu gak mau lagi ada perjanjian diantara kita kan?"


Gevanya mengangguk.


Srttt!

__ADS_1


Gevanya merobek surat tersebut yang membuat Arga tersenyum, Gevanya merobeknya menjadi kecil kemudian melemparnya keatas sehingga potongan kertas itu tampak seperti hujan kertas diatas mereka.


Setelah itu Gevanya langsung memeluk Arga dia membenamkan wajahnya di dada Arga dan terisak perlahan.


"Aku mau sehidup semati sama Abang, aku mau Abang menjadi jodoh terakhirku, aku mau Abang yang menjadi surga untukku, dan aku mau Akad sama Abang!"


"Abang juga berharap seperti itu dek," jawab Arga mengecup puncak kepala Arga.


Mereka berdua larut dalam pelukan masing-masing, Arga meraih wajah Gevanya untuk menatapnya kemudian mulai kembali mencium keningnya. "Kamu yang terakhir, sayang."





TBC


Assalamualaikum


Maaf kemarin ndk up soalnya Author ada Perpisahan sekolah.


Alhamdulillah Author sudah lulus SMA kemarin dan akan melanjutkan kuliah tapi tenang aja Novel ini akan tetap lanjut.

__ADS_1


Betewe Authornya cowok kak, masih 18 Tahun lagi hehehe.


__ADS_2