Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Penjelasan Papa Ardan


__ADS_3

"Jadi beneran kalian kembar?" tanya Ridwan yang membuat Arsyad mengangguk.


"Menurut kamu?" Arsyad berjalan ke arah Arga kemudian menjulurkan tangannya. "Halo Argo, aku Arsyad kakak kembar kamu."


Arsyad langsung memeluk Arga yang masih spechlees terduduk di kursi roda tidak mengerti kondisi yang terjadi.


"Jadi, Bapak ini kakaknya Bang Arga?" tanya Gevanya menatap Arsyad.


"Iya Adik ipar, saya kakaknya Argo, kalau nanti kamu butuh cadangan saya siap jadi selingan," Arsyad menaik turunkan alisnya menggoda.


"Namaku Arga, Om."


"Om! Arga, jarak usia kita cuma lima menit dan kamu bilang kakak kamu ini Om. Durhakim kamu."


Arsyad membuang muka malas yang membuat Ridwan menyentil jidat Arsyad. "Durhaka, Bapak!"


"Nanti dulu jelasin dulu ini gimana ceritanya kok bisa ada kembaran nya," Ridwan menggaruk tengkuknya yang membuat Arsyad dan Arga sendiri mengangkat bahu.


Mereka berdua jelas tidak tahu apa alasan mereka terpisah dan baru bertemu sekarang, disaat seperti ini Papa Ardan datang mengucap salam.


"Waalaikumsalam."


Mereka semua menjawab salam tersebut, Gevanya langsung mencium tangan ayah mertuanya, begitupun dengan Arga sedangan Arsyad memeluk Papanya itu.


"Pa! Arsyad kangen."

__ADS_1


Arsyad melepas kerinduan dengan Papa Ardan sedangkan Arga dan Gevanya hanya menatap begitupun dengan Ridwan.


Tak lama kemudian, suara Arsyad meredam didalam pelukan ayahnya yang perlahan berubah isakan tangis yang membuat semuanya mengernyitkan dahi.


"Sekarang Arsyad tidak punya siapa-siapa lagi, Pa."


Arsyad terdengar pilu. "Kenapa Papa hanya bisa menghubungi Arsyad melalui video call, tidak mau menemui Arsyad ke jepang sana, Arsyad melalui masa anak-anak Arsyad tanpa seorang Papa. Papa jahat sama Arsyad, Papa cuma sayang sama Arga."


Papa Ardan yang mendengar itu sontak merasa bersalah, ia mengelus pundak anaknya dan menepuk punggungnya. "Bukan begitu Nak."


Ridwan sendiri terdiam, bagaimana bisa sosok Arsyad yang tadi terkesan tanpa beban, slengean dan bahkan tidak berwibawa bisa semelow ini.


Arsyad melepas pelukannya dan menatap wajah Papa Ardan. "Mama udah ninggalin Arsyad, Papa jangan tinggalin Arsyad yah, Arsyad mau tinggal disini aja, biar deket sama Papa."


Papa Ardan mengangguk. "Papa juga mau kamu menetap di indonesia aja Nak biar Papa bisa dekat sama kamu."


"Sudah, Gevanya dan Argo kan?" jawab Arsyad mengusap air matanya.


"Arga woi! Nama cewek cantik aja inget, si koplak!" geram Ridwan yang ingin menghantam kepala kakak sahabatnya itu.


"Diem ah, kamu gak diundang disini, sana pergi," jawab Arsyad mengibaskan tangannya isyarat mengusir Ridwan.


"Dih, songong!" Ridwan membuang muka dan tangan dilipat.


Sedangkan Arga, dia langsung menatap Papanya berharap ada penjelasan. "Pa. Arga, butuh penjelasan."

__ADS_1


Papa Ardan terdiam. "Maafkan Papa, Arga, harusnya Papa cerita tentang ini sama kamu, sebenarnya Mama Via itu Mama tiri kamu bukan Mama kandung, sewaktu kamu dan Arsyad berusia enam bulan, Papa dan Mama kandung kamu bercerai dan Mama kandung kamu memilih menetap di jepang bersama Arsyad, sedangkan Ayah memilih menikah lagi dengan Mama Via yang kamu anggap Mama kandung selama ini."


Mendengar penjelasan Papa Ardan membuat semuanya terdiam, sedangkan Ridwan memilih pergi dari sana dengan kepala berdenyut. "Dahlah, endasku wes mumet!"


Entah ada aura apa, Arga merasa sakit karena baru menerima penjelasan ini sekarang, Arga menatap Papa Ardan dan Arsyad bergantian.


"Mama kandung aku dimana?"


Arsyad terdiam, dia meraih tangan adiknya. "Mama udah meninggal, Dek."


Deg!


Mendengar itu membuat Arga menunduk dan menepis tangan Arsyad, ia meraih tangan Gevanya. "Ge, bawa Abang pergi dari sini."


"Ga! Kamu mau kemana."


Arga tidak menggubris, sedangkan Gevanya segera pamit pada Papa Ardan dan Arsyad kemudian membawa Arga pergi dari sana.





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2