Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Diperebutkan Pria Aneh


__ADS_3

"Aku mau pulang, Assalamualaikum."


Anjani hendak melenggang pergi dari sana sebelum Arsyad menahan tangannya yang membuat langkah Anjani terhenti. "Mau kemana sih manis, buru-buru banget temenin Abang makan malam yuk."


"Gak!"


Anjani berusaha melepaskan tangannya namun tidak berhasil yang membuat Anjani menatap tajam Arsyad. "Bukan mahram loh Om, mau pegang aja."


Arsyad melepaskan tangan Anjani, kemudian melepaskan dasi yang mengalung di lehernya dan mengikat kan nya ke tangan Anjani.


"Nah, ayok!" Arsyad menarik tangan Anjani dengan perantara dasi tersebut.


Anjani menatap malas ingin rasanya dia berteriak sekarang di hadapan pria yang baru sehari dia kenal. "Aku belum bilang mau loh."


"Ga peduli."


"Tapi kan harus izin dulu."


"Aku aja jatuh cinta sama kamu gak izin dulu," goda Arsyad yang membuat pipi Anjani memerah.


Di saat mereka berdua tiba di parkiran, Arsyad hendak membawa Anjani masuk ke mobilnya sebelum Ridwan datang menghadang mereka berdua.


"Tunggu, mau kemana?" tanya Ridwan yang entah darimana datangnya.


"Wan, kok kamu ada disini?" tanya Anjani balik yang membuat Ridwan kikuk sendiri.


Ridwan menggaruk tengkuknya sendiri malu atas pertanyaan Anjani, Ridwan sebenarnya membuntuti Anjani namun harga diri sekali bagi Ridwan jika dia harus mengaku.


"Kebetulan lewat, terus liat kamu ditarik sama Bapak-bapak gesrek, sapa tahu kamu mau di apa-apain."

__ADS_1


Mendengar itu membuat Arsyad menutup mulut Ridwan dengan tangannya yang membuat Ridwan kesulitan berbicara. "Sembarangan, saya cowok baik-baik yah."


Ridwan kesulitan bernapas karena dibekap oleh Arsyad yang membuat Arsyad segera membuka bekapannya.


"Huh! Bau terasi!" protes Ridwan tidak terima.


"Mulut kamu bau, oli bekas," Arsyad tidak mau kalah.


"Sembarangan, aku rajin sikat gigi."


"Oke, si paling rajin!" balas Arsyad.


Melihat itu membuat Anjani menggelengkan kepalanya atas tingkah dua pria yang ada di hadapannya.


"Kalian kenapa sih?" tanya Anjani pada Arsyad dan Ridwan.


"Ayo, calon istri aku, makan malam yuk!" Arsyad menarik dasi yang tertaut ditangan Anjani.


Akhirnya Arsyad dan Ridwan malah debat sendiri yang membuat Anjani segera melerai mereka berdua.


"Gini aja deh, aku juga lapar, kita makan malamnya bertiga aja biar akrab," tawar Anjani yang membuat Ridwan dan Arsyad saling menatap.


"GAK!" jawab mereka serempak.


Anjani hanya bisa geleng-geleng bagaimana bisa dia terjebak diantara dua pria gesrek yang miringnya Masya Allah.



__ADS_1


Arga kini tengah duduk di ruang tamu rumahnya memikirkan kejadian hari ini sebelum Gevanya datang dengan membawa kue kesukaan Arga.


"Bang, aku ada kue keju coklat loh, mau gak?" Gevanya meraih kue tersebut kemudian menyuapi Arga.


Arga tersenyum kemudian membuka mulutnya menerima suapan tersebut, Gevanya tersenyum menatap suaminya, ia kemudian mengambil tissue dan mengelap bibir suaminya yang belepotan.


"Abang, mikirin apa sih?" tanya Gevanya yang membuat Arga menunduk sejenak.


"Abang bingung dek atas fakta yang baru aja Abang dapat, sebenarnya posisi Abang dan Kak Arsyad sama, tapi kenapa Abang begitu sakit yah, mungkin karena Abang gak bisa liat ibu kandung Abang?" jawab Arga yang membuat Gevanya tersenyum.


"Sebenarnya semuanya akan baik-baik aja kalau Abang bisa kayak Bang Arsyad."


"Maksudnya?"


"Abang liat kan, sampai dewasa Bang Arsyad hidup tanpa ayah, sedangkan Abang setidaknya masih ada Mama Via yang seperti Ibu kandung, Bang Arsyad malah tidak ada sama sekali, tapi Bang Arsyad berusaha menutupi semuanya dengan sikapnya yang humoris seolah tidak ada kesedihan yang terjadi."


"Ibarat kata Ikhlas yang terpaksa tapi berakhir terbiasa dan Bang Arsyad sudah melakukan itu, tapi kasus Abang berbeda." lanjut Gevanya.


"Lalu, abang harus apa?" tanya Arga.


"Berdamai dengan keadaan."





TBC

__ADS_1


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


__ADS_2