Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
S2. Yakin Gak?


__ADS_3

"Om!"


"Eh, iya!"


Arsyad segera menyusul Anjani untuk naik ke mobil, setelah masuk ke dalam mobil Arsyad kemudian menyalakan mesin mobilnya yang membuat Anjani memilih memainkan ponselnya.


"An, aku mau nanya, boleh?" tanya Arsyad sembari fokus menyetir mobilnya.


"Apa, Om?"


"Potongan jodoh impian kamu gimana sih?" tanya Arsyad yang membuat Anjani berpikir sejenak.


"Buat apa?"


"Buat memantaskan diri soalnya kan mau ngelamar kamu."


Blush!


Pipi Anjani memerah seketika, entah sejak kapan Anjani menjadi salting begini jika di gombal oleh Arsyad padahal sebelum-sebelumnya dia tidak begitu terlalu peduli.


"Ayo, jawab."


"Om, aku tuh gak neko-neko asal mau aja, kita hanya berhak memberikan standar pada keinginan kita tapi kan kembali lagi Allah yang menentukan."


Arsyad terdiam, Anjani terlalu religius untuk dirinya yang sudah memesan tiket VIP ke neraka, rasanya Arsyad minder jika menikah dia yang dibimbing bukan membimbing tapi Arsyad memilih menepis semua ini.


"Kalau aku, Tipikal jodoh kamu gak?"


"Om rasa, nama Om gak yang dicatat dalam lauhul mahfudzku?" tanya Anjani yang sukses mengskatmat Arsyad.


Arsyad menggeleng. "Pertanyaan kamu ga sampai ke kepalaku."

__ADS_1


"Kan aku udah bilang tipikal jodoh aku yang penting mau, jadi Om salah satunya, yang menjadi pertanyaan aku, Om itu ada gak dalam lauhul mahfudzku?"


Jleb.


Rasanya Arsyad ingin menghilang dari muka bumi sekarang, dia tidak melanjutkan bicaranya, dia memilih menjalankan mobilnya menuju suatu tempat.


"Mau es krim?" tanya Arsyad saat menghentikan laju kendaraannya.


"Gak."


"Yaudah mau jadi istri aku?"


"Duh, Om Arsyad ini dimana sih? Aku mau ke rumah sakit aja."


"Oh, oke!"


Anjani rupanya tidak bisa di ajak romantis padahal Arsyad ingin menghabiskan waktu berdua walaupun sebenarnya disini Arsyad yang tidak pandai memikat.


Tak lama kemudian mobil yang mereka berdua pakai sudah tiba di halaman rumah sakit membuat Arsyad segera menghentikan laju kendaraannya.


"Makasih yah, Om!" Anjani hendak turun tapi Arsyad segera menahan tangannya.


"Kalau semisal aku ngelamar kamu, kamu mau gak jadi istriku? Aku siap kok ketemu orang tua kamu."


Anjani menghela napas. "Pertama, orang tua aku udah meninggal, kedua, tergantung, Om serius apa gak, udah ah aku mau keluar."


"O-oke."


Arsyad melepaskan tangan Anjani, dia benar-benar tidak tahu kalau Anjani adalah yatim piatu dan mengetahui hal ini membuat Arsyad merasa bersalah sudah menanyakan hal barusan.


"Pokoknya harus kulamar!" ujar Arsyad menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit tersebut setelah kepergian Anjani.

__ADS_1


Anjani berjalan di koridor rumah sakit, sebenarnya dia juga memikirkan apa yang Arsyad katakan tapi dia tidak ingin ambil pusing toh urusan cinta adalah urusan belakangan.


"An!"


Suara Bianca membuat Anjani berbalik, rupanya disana ada Bianca dia berlari melewati koridor menuju Anjani.


"Ca, ada apa? Kamu udah gak marah sama aku?" tanya Anjani pada Bianca yang sudah beberapa minggu ini tidak menyapanya semenjak ke salahpahaman kemarin.


Bianca menatap Anjani kemudian langsung memeluk sahabatnya itu. "Maafin aku yah, karena aku hubungan persahabatan kita jadi terancam hancur, aku juga nyesel udah marah sama kamu, ternyata aku cuma salah paham."


Anjani tersenyum. "Gapapa. Yang lalu biar aja berlalu, kan kita bisa mulai lagi tapi harus saling jujur."


"Janji?"


Anjani mengangkat jari kelingkingnya yang membuat Bianca ikut mengangkat sehingga mereka berdua saling menautkan kelingking.


"Janji!"





TBC


Assalamualaikum


Jangan Lupa Like


Ada yang baikan nih ye?

__ADS_1


__ADS_2