Istriku Haram Disentuh

Istriku Haram Disentuh
BAB 28. Agnes DiAntara Kita?


__ADS_3

Hening.


Cukup lama mereka berdua terdiam dalam posisi ini sampai akhirnya Gevanya memilih bangkit dari posisi tersebut dengan wajah memerah.


Arga benar-benar mempermainkan isi hatinya sekarang, bagaimana bisa pria dingin, kulkas dan datar itu membuatnya jadi begini.


"Bang, setelah aku pikir-pikir kita tidak mungkin bersama, kita harus kembali ke perjanjian awal kita, setelah Abang sembuh, Abang harus menalak aku, dan walaupun anak dalam kandungan aku sudah tidak ada, aku tidak ingin ada akad ulang dalam pernikahan kita sehingga Abang tidak bisa menyentuhku," Gevanya bersikeras dengan pemikirannya sendiri.


Arga bangkit dari posisi tidurnya, kenapa Gevanya begitu ingin berpisah dengannya, memang Arga akui awalnya Arga tertarik dengan perjanjian ini karena ini bisa melepas dirinya dari Gevanya, namun sekarang posisinya berbeda, Arga sadar dia menyayangi istrinya itu memang tidak semudah itu menjadi cinta apalagi ini bukan kisah cinta pada pandangan pertama.


Tapi setidaknya Arga sudah berada di fase dia siap mencintai Gevanya seutuhnya dan takut kehilangan istrinya itu.


"Kenapa kau selalu membahas semua ini, apakah kau malu memiliki suami lumpuh? Apakah aku tidak seperti Loki di matamu?" Arga menatap Gevanya.


Nada bicara Arga kali ini terdengar dingin tapi masih sangat lembut apalagi dia tengah bicara dengan Gevanya.

__ADS_1


"Abang tidak perlu tahu apa alasanku, bukankah Abang yang ingin berpisah?" Gevanya mengambil bantal dan selimutnya kemudian berjalan ke arah sofa.


Gevanya duduk di sofa dengan menatap Arga yang menatapnya balik sehingga kedua manik mata mereka bersitegang diantara remang-nya suasana kamar.


Bagus, obrolan tengah malam pasangan suami istri ini adalah perpisahan seusai perjanjian, dan Arga sepertinya sudah sangat muak, dia tidak ingin berpisah.


"Tapi semuanya sudah berbeda Ge," Arga berkata lemah.


"Apa yang berbeda, Abang bilang Abang sayang? Itu hanya karena Abang kesepian dan kasian kepada aku yang kehilangan anakku, Mana mungkin Abang bisa cinta dalam satu malam," Gevanya menolak segala pemikiran Arga kepadanya. "Abang hanya mencintai Agnes kan?"


"Tidak ada cinta dalam satu malam Bang," Gevanya menggelengkan kepalanya.


"Lalu? Bagaimana dengan kisah Khadijah dan Rasulullah yang sering kau ceritakan? Bagaimana dengan Khadijah yang jatuh cinta pada Rasulullah dalam satu malam, bagaimana dengan perasaan berdebar-debar itu, bagaimana?" Arga meninggikan nada bicaranya menatap Gevanya.


Gevanya terdiam, entah kenapa sifat Gevanya menjadi begini, dia yang mencoba menanamkan cinta bisa ada dalam satu malam, tapi kenapa sekarang dia yang menolak hal tersebut, apakah ini disebut definisi tidak ada manusia yang benar-benar sempurna.

__ADS_1


"Ge! Kamu memang bukan cinta pertama Abang, dan Abang bukan yang pertama untukmu, tapi akan Abang pastikan seberapapun kamu menolak Abang, Abang akan menjadi yang terakhir untukmu dan kamu yang terakhir untuk Abang," Final Arga merebahkan dirinya dikasur.


Sudah cukup perdebatan malam ini, yang hanya seputar perasaan dan perasaan, Gevanya benar-benar tidak habis pikir bagaimana egonya bisa begitu tinggi sementara hati nya ingin berteriak kencang bahwa Arga adalah cinta pertamanya.


Gevanya ikut menidurkan dirinya di sofa, dia harus segera tidur dan terbangun untuk sepertiga malamnya, dia benar-benar butuh Allah dalam setiap istikharah yang akan dia lakukan nanti.





TBC


Jangan Lupa Like

__ADS_1


Assalamualaikum


__ADS_2